Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 232


__ADS_3

"Ini ngak mimpi sayang..." mama Ratna menyenderkan bahu Abbey agar posisinya duduk.


"Mama,, ayah..." lirih Abbey memandang kedua orang tuanya baru pertama kalinya ia temu sekarang.


Mereka begitu sangat tua sekarang, rambut putih sudah terlihat jelas dari rambut mereka.


"Iya sayang, ini mama sama ayah." Ucap mama Ratna.


"Abbey kangen sama kalian,, Abbey benar - benar rindu sama kalian." Abbey meneteskan air matanya.


"Iya mama sama ayah merindukan mu juga,, tapi mama baru tahu kamu sudah ditemui. kami mencari mu kemana - mana selama bertahun tahun.. dan sekarang kamu ada disamping kami." Ucap mama Ratna ikut meneteskan air matanya.


"Ma, maafkan Abbey.. ini semua salah Abbey karena Abbey diam - diam meninggalkan kalian semua." Ucap abbey.


"Kamu jangan berbicara seperti itu. kamu tidak salah nak..." sahut ayah Bima.


Sementara gibey hanya terdiam mengerti dengan perbincangan antara mama Ratna dan ayah Bima.


setelah lama saling berpelukan dan saling bertukar rindu. Kini Abbey menatap kearah putranya yang sedang digendong dengan gibran.


"Gibey sini sayang." Abbey mengambil putranya dari gibran dan memberikan nya pada ayah Bima agar ia bisa mengendong nya.


"Dia putraku ma. Namanya gibey,, bagus kan ma, yah?" tanya Abbey meminta pendapat dari kedua orang tua nya.

__ADS_1


"Iya nama yang indah,, gibey.." Ucap mama Ratna, ia menciumi wajah cucu nya itu.


"Halo gibey sayang ini siapa hayo...?" tanya ayah Bima.


"grandpa dan ini grandma." Jawab gibey polos.


Mama Ratna dan ayah Bima saling memandang tersenyum bahagia. "Wah gibey udah lancar bicara sekarang." Ucap ayah Bima.


"Gibey udah besar grandpa. tapi kalian malah suka mengendong gibey.. uh menyebalkan." Ucapnya dengan nada kesal membuat semua orang tertawa kecil dengan sifatnya mulai terlihat dari Dady nya siapa lagi kalau bukan gibran.


••


Mama Ratna sedang sibuk menyuapi putri nya sementara gibran bersama gibey pergi keluar sebentar ke taman.


"ada apa?"


Setelah mama Adelia berbisik pada mama Ratna ,, Dan itu membuat Abbey merasa heran apa yang mereka bisikkan pikir nya.


"Abbey.."


"Ada apa ma?" tanya Abbey.


"ehm.. mama mau bilang kata dokter.."

__ADS_1


"Kata dokter apa ma? jangan bikin abbey takut ma.." Tanya Abbey penasaran.


"Kam..u hamil lagi nak."


"Ya sayang dan bayinya kembar." sambung mama Adelia.


Abbey hanya terdiam tanpa berbicara sepatah katapun. Ia masih terlihat syok,, "Tunggu sebentar." Abbey jantungnya mulai berdegup kencang saking senangnya. "Aku hamil ma?" tanya Abbey sekali lagi dan diberikan anggukan oleh kedua wanita paruh baya itu.


"Aku ngak bisa berkata apa-apa lagi... saking bahagianya aku hamil lagi. ada dua buah hati sekaligus disini. ya Tuhan,, terima kasih banyak dengan semua ini." Abbey begitu terharu dan ia mengusap perutnya masih terlihat rata.


••


Ditaman


Gibran mengajak putranya itu dengan mengendong nya.


"Dad bisa turunkan gibey gak? apa ngak capek ngendong gibey terus? gibey itu bukan anak kecil lagi." Ucap gibey dengan mengurucutkan bibir nya gemas.


"Maaf,, Dady lupa kalau anak Dady ini sudah besar rupanya." Gibran memilih menurunkan tubuhnya dan memilih mengandeng tangannya dan berjalan - jalan sekitar taman.


"Gibran!" Suara itu melengking ditelinga Gibran membuat nya menoleh kearah sumber suara yang memanggil nya itu.


"Vita?"

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2