
Dan setelah sampai di salah satu rumah sakit swasta yang ada dijakarta. Abbey langsung ditangani oleh dokter, dan serta pria asing yang telah menolong nya itu dengan rasa kasihan kepada gadis yang tak dikenalnya menunggu nya di luar.
Setelah bermenit - menit menunggu akhirnya dokter keluar dari ruangan tempat Abbey ditangani.
"Bagaimana dok keadaan nya?" Ucap Azka yang kini sudah berdiri didepan dokter Kenan namanya.
Dokter Kenan tersenyum menjabat tangan Azka yang kini mulai binggung.
"Ada apa dok? bagaimana keadaan nya?" tanya Azka lagi, ia semakin binggung dengan sikap dokter yang hanya tersenyum dan menjabat tangan nya.
"Selamat tuan, istri anda sedang hamil dan selamat untuk anda sebentar lagi akan menjadi calon ayah." Ucap dokter itu menepuk pundak Azka berlalu pergi.
Azka hanya terkaget, "Hah hamil?" pekik nya.
Disaat ia ingin menjelaskan sesuatu pada dokter itu, disaat itu juga dokter itu sudah pergi entah kemana.
"Kemana dokter itu? cepat banget." Gumam Azka dalam hati.
Ia memberanikan diri nya masuk kedalam ruangan dimana Abbey dirawat. Disana Abbey masih terbaring pingsan, ia belum sadarkan dirinya. Azka terdiam sejenak didepan pintu masuk, ia menatap gadis yang baru pertama kalinya ia temui itu dengan kasihan.
__ADS_1
"Astaga, dia hamil. kasihan sekali, siapa ayah dari bayi itu. dia harus tahu, kasihan sekali dia masih muda lagi pasti jika dia sampai tahu—" Pikiran nya begitu melayang - layang.
Bermenit - menit kemudian, Abbey mengerjapkan kedua matanya. Ia mendapati dirinya sudah berada didalam ruangan, tetapi baginya begitu asing.
"Ah, kenapa aku bisa berada di sini?" ucap nya menatap kearah penjuru ruangan.
Dan kini ia melihat pria asing dihadapan nya tetapi ia seperti mengingat seseorang itu tetapi ia lupa.
"Siapa kamu?" lirih Abbey dengan suara seraknya khas bangun.
"akhirnya kamu sudah siuman, maaf tadi kamu pingsan jadi aku membawamu kesini." Ucap Azka menyodorkan nya air putih yang sudah disediakan oleh pihak rumah sakit beberapa menit yang lalu.
Setelah Abbey menenguk air putih itu sampai habis, sebenarnya ia juga lagi haus sedari pagi belum minum setetes pun.
"Makasih sudah mau menolong ku, tapi kalau boleh apa anda mau mengantarkan saya pulang?" tanya Abbey dengan raut wajah malu - malu.
"Tentu saja bisa, nanti saya akan antarkan kamu pulang." Ucap Azka tertawa kecil melihat tingkah Abbey yang malu - malu kepada nya.
Ini pertama kalinya ia melihat seorang gadis malu kepada nya biasanya gadis yang selalu ia temui akan bersikap berani kepada nya.
__ADS_1
"Apa aku kasih tau aja tentang kehamilan nya?" gumam Azka dalam hati.
"Ehm. sebenarnya saat kamu pingsan tadi dokter bilang sesuatu." lirih Azka dengan berusaha memberanikan diri untuk mengatakan sejujurnya.
"Apa itu?" tanya Abbey yang kini mulai penasaran.
"Kamu- kamu hamil. ada bayi dalam perutmu." Ucap Azka cepat dengan menatap gadis dihadapannya itu dengan rasa kasihan.
"Ha- mil. aku hamil? ini tidak salah, aku beneran hamil." Seru Abbey kaget. Ia benar - benar senang bahwa dirinya hamil. Tanpa ia sadari air matanya menetes begitu saja dari pelupuk matanya, Azka menyadari itu ikut prihatin. Tetapi Azka mengira Abbey meneteskan air mata sedih melainkan sebuah kebahagiaan baginya.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️