Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 201 -


__ADS_3

kediaman Zafano.


Beberapa menit yang lalu Amira menceritakan tentang pertengkaran antara gibran dan Abbey, kepada kedua orang tua gibran.


Tuan Zafano mencerna apa yang telah didengar nya sehingga ia menelpon putranya untuk pulang ke kediaman tuan Zafano.


Dan kini dengan terpaksa nya Gibran terpaksa kembali ke kediaman tuan Zafano. Sebenarnya hari ini ia malas berdebat dengan papanya, apalagi suasana sudah gelap gulita.


Pukul 21.30


Amira pamit untuk pulang kepada seluruh semua keluarga tuan Zafano.


"Amira aku boleh ikut bersama mu?" tanya Abbey.


Amira menatap kearah tuan Zafano yang kini hanya terdiam.


"Kamu mau kemana Abbey? kamu akan tinggal disini. mama tidak ingin lagi kehilangan mu." Tiba - tiba mama adelia menyahutnya.


"tapi ma, pakaian Abbey masih ketinggalan dihotel.." Ucap Abbey.


"biarkan saja, nanti papa akan membelikan pakaian yang lebih bagus dan banyak. kalau bisa borong semua pakaian di mall sekalian." Ucap tuan Zafano.


"Huh(Menghela nafas) orang kaya mah bebas, uang mudah dicari." Gumam Abbey dalam hati.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu om, Tante Amira permisi pamit pulang." Ucap Amira ingin beranjak pergi dari sana.


"tunggu Amira!" seru mama Adelia membuat Amira menghentikan langkahnya.


"Ya?"


"Amira makasih ya kamu selalu ada buat putra saya gibran selama ia kehilangan orang yang ia cintai. saya kira dulu, kamu akan selalu menjadi orang jahat yang akan merebut kebahagiaan mereka. tetapi ternyata tidak. Tante berhutang banyak padamu, nak." Ucap mama Adelia.


"Saya ikhlas kok Tante menjadi teman gibran. lagian selama ini, saya senang bisa membantu orang - orang." Ucap Amira dengan tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi Tante." Amira berlalu pergi dari sana dan diluar ia tidak sengaja berpapasan dengan gibran yang baru sampai dikediaman itu.


"Ehhh tunggu!" gibran menarik lengan Amira yang seperti nya pura - pura tidak menyadari keberadaan nya.


"Apalagi sih? aku mau pulang." ketus Amira, dengan cepat masuk kedalam mobil nya menghiraukan gibran yang memanggil nya berkali - Kali.


"Pa, ma" teriak gibran dari arah ruang tamu. Sementara tuan Zafano, mama Adelia yang berada dikamar nya kini mendengar suara putranya.


"eh kayaknya gibran sudah datang, Abbey kamu jangan keluar kamar ya. papa mau temui Gibran dulu." Ucap tuan Zafano keluar dari kamar nya dan menuruni tangga menemui putranya yang kini sudah duduk disofa.


"Ekhemmm.." tuan Zafano berdehem dengan keras. Ia mendekati putranya itu, "papa kira kamu ngak akan kesini." tuan Zafano mendudukkan bokongnya di sofa berseberangan dengan putranya.


"Ngak usah basa basi langsung aja pa. sebenarnya papa ngapain telpon gibran kesini lagi? malam lagi." Ucap gibran dengan dingin.

__ADS_1


"Gibran - gibran kamu itu selalu ketus sama papa, apa kamu tidak ingin sedikit aja memaafkan papamu ini?" tuan Zafano begitu lelah menghadapi putranya yang begitu selalu marah padanya tidak pernah lembut.


Gibran hanya terdiam. tuan Zafano hanya menghela nafas nya dengan begitu berat. Ia mencoba untuk menyebarkan dirinya atas sifat gibran yang sekarang ini.


"Baiklah gibran tahu, papa pasti ingin menjodohkan gibran lagi kan? sudah gibran kasih tahu, gibran tidak akan pernah menikah pa!" seru gibran dengan keras.


"Siapa bilang?"


"Papa hanya ingin bertanya kepada mu sekarang? kenapa kamu menyembunyikan ini dari papa? kenapa kamu tidak pernah bilang sama papa bahwa kamu sudah bertemu dengan istri mu Abbey?" tanya tuan Zafano.


gibran kini mulai terdiam dengan pertanyaan papanya. Memikirkan apa yang harus ia katakan, "Ya, karena papa tidak menanyakan nya kepada gibran. lagian wanita itu sudah kuusir dari apartemen aku tidak ingin lagi berhubungan dengan nya."


"karena menghianatimu?" tuan Zafano menaik turunkan sebelah alisnya.


"Nak, papa tahu betul Abbey dia tidak akan pernah menghianatimu."


"lebih baik kamu maafkan lah dia, dia mungkin melakukan itu karena ada rahasia yang ia sembunyikan."


"Hah," Gibran rahang nya terasa kaku. "Memaafkannya, papa bilang memaafkan nya? memaafkan perempuan yang telah menyakiti hatiku? itu tidak akan pernah."


"Tapi nak----"


"Sudahlah pa, jika hanya membicarakan perempuan penghianat itu lebih baik aku pulang." Ucapnya ingin beranjak dari tempat nya.

__ADS_1


"Baiklah jika kamu tidak ingin memaafkan nya jangan pernah lagi menginjakkan kaki dirumah ini lagi dan perusahaan itu akan papa kembalikan semula." Ancam tuan Zafano membuat gibran menghentikan langkahnya sejenak.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2