Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 174


__ADS_3

"Itu sebabnya aku mencari mu. tapi kita harus diam - diam masuk." Ucap Amira. Kini mereka sudah berada di depan sebuah rumah begitu besar dengan halaman begitu luas dan penjaga depan gerbang rumah.


"Tapi kenapa bisa Tante Merina menyekap Abbey? ada apa sebenarnya terjadi...?" Gumam gibran dalam hati, ia sibuk dengan lamunannya.


"Gibran kamu dengar aku ngak sih. ayo kita masuk kita lewat pintu belakang sebelum ada yang menemukan kita disini." Ucap Amira turun dari mobilnya dan diikuti oleh gibran.


Karena tempat gerbang masuk rumah yang ada dibelakang tidak ada yang menjaga jadi lebih memudahkan mereka masuk. Dan sekarang Amira harus mencari ide bagaimana caranya mereka masuk kedalam rumah itu karena tempat Abbey disekap ada dilantai dua.


"Tapi gimana cara kita masuk?" Tanya gibran ia bersembunyi di balik tembok tepat dibelakang Amira yang sedang mengintai seseorang.


"ayo ikut aku." Ucap Amira melangkahkan kakinya karena tidak ada siapapun yang sedang mengawasi.


Sementara didalam.


"Nyonya ada sesuatu yang ingin saya katakan." Ucap pengawal nyonya Merina.


"Apa? cepat katakan." titah ibu merina mengerutkan keningnya.


Pengawal itu mendekatkan bibirnya pada telinga ibu Merina dan membisikkan sesuatu.


"Apa?!" Ucap ibu merina terlonjak kaget membuat nya berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Cepat perintahkan pada beberapa pengawal untuk mencari mereka jangan biarkan sampai mereka membawa nona Abbey dibawa melarikan diri." Titah ibu Merina.


"Baik nyonya , kalau begitu saya permisi."


Setelah kepergian pengawal itu, ibu Merina mengepalkan kedua tangannya.


"Aku ngak akan pernah membiarkan Abbey dan gibran bertemu. sebelum abbey tersiksa. lihat saja aku ngak akan pernah membuat anakmu bahagia Zafano." Ucap ibu merina yang kini mulai pergi menuju lantai dua.


••


"Cepat tangkap mereka jangan berikan mereka lolos." Seru salah satu pengawal yang telah menemukan keberadaan gibran dan Amira mereka telah ketahuan diam - diam masuk kedalam rumah.


"Gimana nih?" Ucap Amira.


"Ayo kalian ikut kita." Ucap salah satu pengawal mulai mencengkeram kedua lengan gibran dan Amira kebelakang dan membawa mereka kesuatu tempat yang tempat nya tidak sama dengan ditempati oleh Abbey disekap.


"Lepaskan! lepaskan kami! kalian akan saya laporkan pada pihak yang berwajib!" ancam Amira berusaha meronta - ronta tetapi hasilnya nihil karena tangannya sudah diikat dengan tali.


"Iya itu benar cepat lepaskan kami! kalian tidak tahu siapa saya? kalian bisa saja dituntut oleh papa saya!" Ucap gibran dengan tatapan begitu tajamnya ingin membuat beberapa pengawal itu takut.


tetapi malah kebalikannya gibran mulai ketakutan karena pengawal itu sudah menyondong sebuah pisau dileher Amira.

__ADS_1


"Gibran tolong aku?" ucap Amira ketakutan.


"Jika kalian tidak diam, saya akan melukai istrimu yang sekarang disekap disana sama seperti temanmu ini!" ancam pengawal itu.


"Jangan! jangan pernah kau lukai istri saya, sedikit pun kau melukainya kau akan tau akibatnya!!" seru gibran hatinya seakan mendidih jika mengenai istrinya Abbey. Seakan ketakutan nya berubah menjadi menciut digantikan dengan amarah.


"Maka kalau kau tidak ingin istrimu terluka diam. mengerti dan nyonya kami akan datang sebentar lagi menemui kalian jika kalian ingin dilepaskan lebih baik diam." Titah salah satu pengawal.


"Ayo kita pergi dari sini." Ucap pengawal itu berlalu keluar dari ruangan itu meninggalkan gibran dan Amira diikat dikursi dengan tali dan tidak lupa mengunci pintu itu agar mereka tidak lolos melarikan diri.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘

__ADS_1


__ADS_2