
"Apa! aku tidak salah dengar, sayang!" Gumam Vita dalam hati. Hatinya serasa panas mendengar itu, perkataan begitu halus dan lembut yang terlontar dari mulut gibran.
"tuan gibran apa maksud nya, nona ini----"
"Oh ya, vita... perkenalkan ini Abbey istri saya." Gibran memotong pembicaraan Vita dan Vita yang mendengar itu begitu membulatkan kedua matanya begitu kaget. Selama ini ia mengira, gibran lajang dan tidak memiliki hubungan dengan beberapa perempuan. Hanya gibran selama ini berhubungan dengan nya.
"Vita..." Panggil gibran ia melambaikan tangan nya didepan wajah perempuan itu menghilangkan lamunannya.
"eh iya tuan, maaf... saya ti..dak tahu baru pertama kali ini saya melihat istri anda tuan.." Ucap Vita dengan sedikit terbata - bata.
"Tunggu sebentar Abbey." Ucap gibran.
Gibran pun berjalan kearah Vita dan ia membalikkan sesuatu kepada Vita.
"Dengar ini baik - baik, jangan nganggu aku lagi jika tidak ingin dipecat.. aku sudah punya istri jadi jangan nganggu kehidupan aku mengerti." Bisik gibran membuat Vita yang mendengar nya hanya menganggukkan kepalanya.
Sementara Abbey hanya terdiam dan melihat reaksi antara suaminya dan entah Abbey tidak tahu perempuan itu.
__ADS_1
"Seperti nya gibran begitu dekat dengan perempuan ini. Huh, sudah sepantasnya dia begitu sangat cantik dan seksi tidak seperti aku biasa saja dan gak secantik dia." Gumam Abbey dalam hatinya.
Setelah gibran membisikkan sesuatu kepada Vita. "Sana pergilah jangan nganggu aku bersama istri ku oke." Ucap gibran.
"Baiklah tuan saya permisi." Ucap Vita ia keluar dari ruangan itu.
••
"Ah sial, bagaimana bisa gibran sudah memiliki istri...! aku merasa selama ini telah dibohongi.." Geram Vita ia mengepalkan kedua tangannya berusaha menahan rasa emosi nya.
Rasanya ia ingin sekali tadinya mengamuk di dalam ruangan tuannya itu tapi ia sadar bahwa dirinya hanya sekedar tempat pelampiasan tuannya dan bawahan nya.
Dan disaat pintu lift itu terbuka, dengan cepat Lucas menarik tangan Vita membuat nya menghentikan langkahnya untuk keluar dari lift.
" Apa maksudnya tuan sudah memiliki istri?" Seru Lucas membuat Vita menatap nya dengan heran.
"Kenapa kamu bisa ada disini?"
__ADS_1
"Aku, tidak penting. lebih baik jawab pertanyaan ku itu lebih penting." Ucap Lucas dengan sedikit tegas.
"Iya emang kenapa? cepat lepaskan!" seru nya ia menghempaskan tangan Lucas yang mencengkram lengannya berusaha untuk keluar dari lift itu sebelum lift itu tertutup.
Lucas menatap kepergian Vita dan ia berpikir kembali, "Bagaimana tuan, tidak pernah memberitahukan ku tentang ini semua. Aku harus meminta penjelasan dari tuan soal ini" ia pun kembali ke ruangan tuannya.
sementara didalam ruangan Abbey dan gibran kini saling berdiam diri makanan itu belum disentuh sama sekali oleh gibran.
"Kau menyiapkan aku makanan untuk ku?" tanya gibran memulai bertanya menghilangkan rasa kecanggungan diantara mereka.
"Bukan aku tapi mama... oh ya itu bukan untuk kamu saja tapi buat papa. nanti kamu bawa saja keruangan papa." Ucap Abbey ia bangun dari duduknya.
"Tunggu." Gibran mengenggam tangan Abbey.
"Aku mau pulang.... jadi lepaskan aku."
"Kau mau pulang? lebih baik kamu temani aku makan kali ini..." Ucap gibran.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️