Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 91


__ADS_3

Setelah sampai didalam kamar Abbey yang telah ditunjukkan oleh salah satu pelayan disana dengan segera.


Ceklek (Tiba - tiba pintu itu terbuka dan keluarlah Abbey)


"Astaga..." Kagetnya. Ia hampir saja jantungan sehingga memegang dadanya. dan Ia juga sangat kaget dengan kehadiran gibran disana.


"Gibran?"


Pria itu ada dihadapan nya dengan tersenyum kearah nya.


"N- ngapain kamu disini?" Tanya Abbey dengan gugup.


"Aku disini mencari kamu, memangnya kenapa kalau aku ada disini?" Ucap gibran berjalan masuk kedalam kamar Abbey tanpa meminta izin terlebih dahulu.


"Tapi bagaimana bisa kamu masuk kedalam rumah ini? diluar sana penjagaan nya begitu ketat dan jika sampai ayah tahu dia pasti akan marah.. " Ucap Abbey dengan raut wajah ketakutan. Ia mengira Gibran datang dengan mengendap - gedap seperti maling.


"Tidak, mau ayah marah atau tidak aku tidak perduli... yang terpenting aku kesini ada yang ingin aku katakan padamu. ada sesuatu yang aku lupakan" Ucap Gibran sambil rebahan di tempat tidur Abbey yang empuk itu.


Abbey ikut duduk disamping gibran, ia mengerutkan keningnya. "Apa yang kamu lupakan?" Tanya Abbey.


"Aku lupa akan memberitahukan padamu bahwa..?" Gibran bangun dari tempat tidurnya dan duduk saling berhadapan dengan Abbey. "Bahwa..?" Lanjut Abbey. Gibran mencubit kedua pipi Abbey dengan gemas dan tersenyum kearah nya. "Bahwa...? aku merasakan hal yang sama terhadap mu."


"Merasakan hal yang sama maksud nya?" Tanya Abbey tidak mengerti.


"Maksudnya?" Gibran menghentikan kata - katanya. Ia menggenggam sebelah tangan Abbey dan meletakkan telapak tangan nya didada nya. "Kamu dengar detak jantungku begitu sangat kencang... yang artinya aku mencintai mu." Ucap gibran membuat telinga Abbey memanas mendengar nya. Apa ia tidak salah dengar apa yang telah dikatakan oleh gibran. Bahwa pria itu juga mencintainya.

__ADS_1


"Kamu...? Kamu mencintai ku?" Ucap Abbey balik. "Iya, aku sangat - sangat mencintai mu. Abbey sejak pertama kali nya aku bertemu denganmu aku sudah mencintai mu tapi aku malu saja untuk mengatakan nya."


"Ta- tapi..?"


"Tapi apa lagi? kamu menolaknya begitu? apakah kamu mencintai pria lain?" Tebak Gibran.


"Tidak, aku tidak mencintai pria lain selain dirimu... tapi aku tidak mau menyakiti perasaan mantan kekasih mu itu jika. kita bersama lagi dia akan sakit hati."


"Astaga Abbey kamu itu ya, kenapa sih selalu mementingkan perasaan orang lain ketimbang perasaan mu sendiri... Amira itu hanya masa lalu ku, dan kita sudah menikah lebih baik kamu lupakan tentang perasaan Amira..."


"Tapi tentang permohonan itu?"


"Kamu jangan khawatir soal itu, aku akan merencanakan sesuatu... okey"


Abbey hanya mengganggukan kepalanya dan tersenyum kepada nya.


"Ayo masuk... Jangan malu - malu anggap saja ini rumah mu juga." Ujar kakek kepada Alden.


Kakek sesudah tahu bahwa Alden itu sahabat kecil Abbey, ia berencana akan mengajak Alden datang kerumahnya dan makan malam bersama sambil membicarakan hal sesuatu yang penting kepada cucunya.


"Iya Kek."


waktu menunjukkan pukul 21.27


Sesaat mereka masuk disambut dengan salah satu pelayan. Makanan malam sudah tersaji di meja makan.

__ADS_1


"Selamat malam tuan," sapa salah satu pelayan wanita. Ia mengambil barang - barang tuan besar nya dan membawanya kedalam kamar kakek.


"Selamat malam juga.." balas Kakek.


"Oh ya, dimana yang lainnya..."


"tuan Bima masih ada diruang kerja ada pekerjaan penting masih dikerjakan sebentar lagi selesai katanya..."


"Baiklah, kalau begitu panggilkan cucu saya..."


"Baik tuan..." Pelayan itu pun pergi untuk memanggil Abbey ke kamar nya.


"Al kamu duduk dulu sebentar nanti kita makan malam bersama... kakek permisi dulu sebentar..."


"Baik kek..."






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2