
Tidak berapa lama mobil mewah memasuki kediaman tuan Zafano, disana ia disambut oleh pak Hamid dengan baik. Nenek Ayse melihat kedatangan nya menyambut nya dengan hangat.
"akhirnya kamu pulang juga," kata nenek Ayse dan memeluk ibu Merina dan Ryan cucu pertamanya.
Mereka baru selesai mengemasi barang - barang pindahan nya dari Jepang ke Indonesia dan hari ini mereka akan ikut hadir dalam acara pertunangan gibran.
"nek, bi" sapa Ryan.
"ibu, umur nya semakin tua semakin awet muda aja.." puji ibu Merina.
nenek Ayse yang mendengar nya tertawa, "kamu bisa aja, lihat mata ibu sudah keriput begini dibilang semakin muda" kata nenek Ayse membuat mereka tertawa bersama.
Ryan melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul setengah delapan, ia harus segera kesekolah barunya. Mulanya sebelum nya ia ingin kerumah nenek Ayse dulu sebelum kesekolah dan mengobrol sebentar tetapi karena jam nya sudah lewat masuk kelas mau tidak mau ia harus kesekolah hari ini.
"nek, bi seperti nya Ryan hari ini ngak bisa lama - lama disini deh... Ryan sudah terlambat sekolah nih," ucap Ryan dengan sopan.
"baiklah, kamu hati - hati dijalan ya..." ucap nenek Ayse.
"ibu Ryan berangkat dulu..." ucapnya dilanjutkan anggukan dari ibu Merina
ibu Merina dan nenek Ayse mengobrol bersama menghabiskan waktunya untuk melepaskan rindu. Hanya mama Adelia yang memilih untuk pergi kedalam kamarnya, tanpa menyapa ibu merine karena ia tidak suka dengan kedatangan nya yang begitu berpura - pura baik sebenarnya hatinya benar - benar busuk.
"ibu, aku masuk ke kamar dulu sebentar" ucap mama Adelia dan dilanjutkan dengan anggukan dari nenek Ayse.
mereka duduk di ruang tamu, "oh ya, gimana dengan perkembangan perusahaan dijepang? katanya ada beberapa kendala?" tanya nenek ayse.
"oh itu, sudah diatasi oleh anak buahku... sekarang udah stabil kok.." ucap ibu merina berbohong.
sebenarnya perusahaan nya beberapa hari yang lalu telah bangkrut dengan ditipu oleh sahabat nya sahamnya benar - benar habis cuma - cuma. Makanya ia memilih untuk kembali ke Indonesia menemui nenek Ayse dan merencanakan untuk merebut kembali semua aset - aset perusahaan - perusahaan ayah mertuanya yang telah dialihkan ke tuan Zafano anak keduanya.
•••
__ADS_1
*Disekolah
"whattt?!!!" teriak ketiga sahabat Abbey yang berjalan menuju ke kantin.
"jadi, kamu menerima perjodohan itu dengan cuma - cuma gitu?" tanya alya.
"itu dia yang jadi pertanyaan untuk ku, aku ngak tahu mau menerima nya atau tidak?"
"terus kamu udah tahu cowok yang mau dijodohkan sama kamu?" tanya alya kembali.
"ketemu aja belum pernah sama sekali," ucapnya.
bruk!
seseorang tidak sengaja menabrak Abbey dan mereka jatuh bersamaan.
ketiga teman Abbey melihat kejadian itu menjadi kaget dan membantu Abe bangun.
mereka saling memandang satu sama lain, "oh, tidak apa - apa" saut abbey.
Abbey memandang Ryan sekilas, ini pertama kalinya ia melihat Ryan.
"seperti nya kamu ngak pernah aku lihat, kamu murid baru ya?"
"iya,"
"oh ya, nama kamu siapa?"
"panggil aja gue Ryan," menjabat tangannya dengan Abbey.
"aku panggil aja Abbey oh ini temen aku namanya Alya, ini citra, dan ini Indri" ucapnya dengan menunjuk kearah ketiga temannya itu dan dibalas lambaian oleh mereka.
__ADS_1
"hai," ucap mereka.
"bagaimana kalau sebagai permintaan maaf, gue traktir kalian semua sekali - kali sebagai tanda perkenalan kita... bagaimana?"
Abbey memandang ketiga temannya sekilas, "baiklah," ucapnya.
☁️☁️☁️
malam harinya, mobil mewah beserta sopirnya telah sampai dirumah abbey. kedua orang tua abe telah selesai bersiap - siap.
"Abbey!" panggil ayah Zeen.
"Abbey! cepetan nak, kenapa lama sek-" ucapan ayah Zeen terpotong melihat penampilan anak kesayangan nya Abbey begitu sangat cantik hari ini.
"wah, wah anak ayah cantik sekali," puji ayah Zeen melihat penampilan Abbey begitu sangat cantik hari ini.
Abe tersipu malu, "siapa dulu anaknya ayah gitu loh," ucap Abbey dengan centilnya.
"ya, udah ayo kita berangkat sekarang juga... mama sudah menunggu didalam mobil," ucapnya dengan mengaitkan tangan Abbey kelengannya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍
__ADS_1