
"Gue juga ngak tahu tuh.. dia juga ngak pernah angkat telpon aku. menghilang gitu aja" Ujar Lisa pada Abbey.
"Aku kira Lea sudah masuk..." Jawab Abbey.
Kringggggghhhh
Bell masuk berbunyi semua murid yang berada di kantin berhamburan masuk ke kelas. Sedangkan Abbey.
"Yah masuk...,"
"Al seperti nya aku harus masuk kelas. kalau kamu mau pulang, pulang aja." Ucap Abbey mulai bangun dari tempat duduknya dan membereskan plastik bekas makanan nya.
"Yahh, baru aja bentar.. tapi ngak apa - apa deh. aku tunggu kamu diparkiran deh sampai jam kamu pulang" Jawab Al.
"Ngak usah nanti capek kamu nunggu.."
"Ngak kok. lagian hari ini libur syuting.."
"Ya udah deh, kalau gitu aku ke kelas byeee..." Ucap Abbey berlari dengan melambaikan tangan nya dan dibalas oleh Al.
Al menghela nafasnya dengan sangat berat dan tersenyum. "huffhhh. Abbey memang baik hati orang nya sebab itu gue suka sama Lo." Gumam Al pada dirinya sendiri.
...••••••••••••...
Dreeet dreeet suara telpon rumah berbunyi. dan Lea menerima panggilan masuk entah yang ia tidak tahu siapa.
"Halo?"
__ADS_1
beberapa detik panggilan itu berakhir.
Dengan cepat Lea mencari keberadaan kedua orang tuanya, dengan ekspresi wajah sumringah nya.
"Ma, pa," Teriaknya masuk tidak sengaja mendobrak kamar kedua orang tuanya.
Kedua paruh baya itu terkejut –sangat terkejut dan menoleh.
"Astaga nak, kamu ini bikin papa sama mama jantungan aja.." Ucap sang papa dengan memegang dadanya.
"Ma, pa apa kalian tahu, Gibran sudah sadar..." Ucapnya dengan begitu senangnya.
Mama sama papa mendengar nya langsung saling menatap satu sama lain. Mereka begitu terkejut, seakan - akan kesedihan yang mereka alami digantikan oleh senyuman seperti sebelumnya.
💗💗💗
Kedua paruh baya itu berlari melewati lorong rumah sakit. Mereka masuk kedalam ruang tempat gibran dirawat, sebelumnya diruang UGD setelah gibran dioperasi iya telah dipindahkan ke ruang inap. Sedangkan Lea hanya berjalan dengan santainya dan tidak sengaja menabrak seseorang.
"aduh pantat gue.. " Ucap Lea memegang pantatnya. btw Lea terjatuh.
"Sini gue bantu..." Ucap Varrel.
Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Lea bangun. tetapi ditepisnya oleh Lea.
"Ngak usah gue bisa sendiri..." Ucapnya jutek. Rasanya pinggang nya mau patah sampai ia ngak bisa berdiri.
"Aduh pinggang gue.." Ucap nya berusaha bangun. "Makanya biar gue bantu." Ucap Varrel kembali mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Ngak biar gue sendiri." Elak Lea keras kepala.
"Ya udah kalau ngak mau dibantu, biar aja dibilang suster gesit sekalian." Ucap varrel ingin melangkah pergi.
"Ehhh, iya deh. bantu gue..." Lea terpaksa meminta bantuan dari pria yang tak dikenalnya itu.
Saat varrel ingin menarik lengan nya dan, "Aduh berat banget kayak karung.." Lea mendelik tajam. "Jangan samain gue dengan karung." Ucap Lea.
*Dalam ruang inap
Gibran yang berada didalam tak menyangka mamanya menangis didepannya dan tidak lepas memeluknya dengan begitu erat sampai tidak mau melepaskan nya.
"Ma, sudah ma... Gibran baik - baik aja kok." Ucap gibran tersenyum kepada mamanya.
"Astaga gib.. asalkan kamu tahu saat mama tahu kamu kecelakaan mama syok berat. termasuk Abbey hampir mau pingsan dia tahu kamu kecelakaan." Tutur mama Adelia.
"Oh ya, terus Abbey nya mana dia disini kan ma, pa?" tanya gibran masih dengan keadaan lemas.
"Itu... itu Abbey nya sudah pulang." Sahut tuan Zafano.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️