
Cittt brukkkk...
Tiba - tiba saja mobil yang akan membawa Lea dengan yoga berhenti seketika karena salah satu mobil mewah berwarna hitam tiba - tiba berhenti didepan mereka.
"Keluar, cepat keluar!" teriak seseorang dari luar mengetuk jendela kaca mobil pria itu dengan amarah yang membara.
"Varrel," teriak Lea dari dalam hingga mulutnya dibekap oleh yoga sampai ia pingsan.
"Dimana gadis itu? cepat kemarikan ke gue! apa lo belum puas gue hajar kemarin?" Teriak varrel dengan amarah yang membuncah. Sebenarnya tadi ia tidak sengaja mengetahui bahwa Lea keluar dari rumah dan datang ke villa itu lagi.
"Siapa sebenarnya Lo hah..? mau jadi pahlawan kesiangan..." Sindir yoga dengan menyunggingkan senyumnya.
"Gue ngak mau berantem dengan pria kayak Lo lagi, jika Lo ngak mau gue hajar kayak kemarin lagi. cepat serahkan gadis itu." Ucap varrel menahan emosi nya untuk bersabar. Ia tidak ingin menunda - nunda waktu nya agar bisa secepatnya sampah dikediaman kakek Tama. Karena perjalanan menuju ke Jakarta pusat begitu sangat jauh, membutuhkan waktu berjam - jam. Apalagi tadi ia tidak sempat membawa ponsel nya dan memberikan orang - orang rumah bahwa dirinya keluar rumah.
"Enak aja, gue ngak akan serahkan gadis itu.. lo pikir gue takut sama lo. tapi sebelum hajar gue hadapi dulu Anak buah gue..." Ucap yoga tepat itu juga beberapa mobil berhenti tepat berderet disana dengan keluarlah beberapa orang yang mencengat Lea tadi saat divilla.
Varrel menelan salivanya dalam - dalam ia sudah terkepung, ia tidak mungkin akan melarikan diri. Jika dirinya hanya sendirian tidak akan ada yang bisa membantunya. Ia juga tidak mungkin akan meninggalkan Lea yang masih dalam tahanan pria brengsek itu.
__ADS_1
"Bagaimana ini Tuhan?" Gumamnya dalam hatinya.
Yoga yang melihat ada ketakutan pada diri varrel hanya menyunggingkan senyum nya. "Takut? katanya mau hajar gue? ayo sini, ini.." Ucapnya menunjuk tubuh nya yang ingin dihajar oleh varrel.
Tetapi varrel malah mundur dan masuk kedalam mobilnya menancap gasnya. Ia melarikan dirinya terlebih dulu.
"Dasar cuma beraninya sama gue doang, dasar Cemen Lo... cepat kalian kejar dia jangan cuma diam saja.!" titahnya kepada pengawal nya.
"Baik tuan.."
"Hey bangun!" Teriak yoga mencengkeram rahang varrel yang masih tak sadarkan diri.
"Ahh, kepala ku.. sakit sekali, ini dimana?" Ucap lea yang kini sudah terlebih dahulu siuman. Ia menatap kearah tempat yang hanya ruangan kosong dipenuhi oleh debu.
Dan kini tatapan nya terarah ke yoga. "Kau? ada apa ini?" tersadar tangannya diikat. "Yoga apa yang kau lakukan padaku? cepat lepaskan yoga!" teriak Lea yang tak menyadari bahwa varrel berada dibelakang nya masih pingsan.
"Kau meminta ingin dilepaskan ya? tidak semudah itu sayang, apa kau lupa bahwa aku belum sama sekali meniduri mu?" Yoga tersenyum dengan begitu sinis.
__ADS_1
"Jangan harap! aku tidak mau dengan pria brengsek seperti mu! lepaskan!" teriak Lea kembali.
"Kau jaga gadis itu dan pria sok jagoan itu.. awas sampai mereka melarikan diri habis kau.." Geram varrel kepada beberapa anak buahnya pergi keluar dari gudang itu.
"Hey kau mau kemana? lepaskan aku!" teriak Lea yang kini matanya hampir menetes.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘
__ADS_1