Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 141


__ADS_3

"Kalian...? ka--- lian siapa...?" Ucap lea dengan ketakutan menatap beberapa orang asing mencengkeram pakaiannya dengan begitu kuat.


"Secara baik - baik anda ikut kami," Ucap salah satu orang itu membuka salah satu mobil.


"Kalian siapa dulu...? jika tidak saya akan laporkan kalian kepolisi.." Seru lea berusaha untuk memberanikan diri nya dengan beberapa orang yang menurut nya menyeramkan.


Dalam pikiran nya mereka tidak mungkin dari pengawal papanya. Karena pengawal papanya tidak akan menemukan nya dengan cara mengelilingi nya secara bersamaan.


"Nona tidak perlu tahu siapa kami, kamu diutus untuk membawa nona ke tuan kami saja."


"Tidak, saya tidak mau..." ketus lea.


Ia berusaha untuk melarikan diri dan ingin dikejar oleh beberapa orang itu tetapi dengan cepat salah satu mobil berhenti tepat didepannya dan Lea masuk begitu saja.


"Astaga aku salah mobil lagi,"


"Bagaimana mau kabur lagi?" ucap seorang pria yang hanya ditutupi dengan topi dan menundukkan kepalanya yang sedang duduk di sampingnya.


"siapa lagi kamu?" tanya lea semakin tambah ketakutan.


"Hai apa kamu masih mengingat ku?" Pria itu membuka topinya dan menatap Lea dengan menyunggingkan senyum nya.


Lea membukakan matanya begitu kaget, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Kamu..?" Ucapnya begitu kaget. Ia tidak bisa lagi melarikan diri nya. Ia yoga lelaki yang hampir akan merusak harga dirinya.


"Kamu benar - benar jahat! sekarang biarkan aku pergi! aku mau pulang!" teriak Lea membuat telinga yoga begitu sakit. Ia meronta - meronta ingin dilepaskan.


"Tidak semudah itu, sebelum kamu bisa kumiliki.." Ucap yoga dengan tatapan penuh sarkas.


"Kau! cepat lepaskan aku ngak mau! mama, papa tolong Lea!" teriak Lea dari dalam mobil meratapi dirinya dengan menangis.


❤️❤️


Dikediaman kakek Tama..


Kini gibran dengan Abbey sudah sampai dirumah, mereka kini hanya terdiam dan memandang antara lain nya tanpa saling berbicara.


Memang benar adanya gibran itu sangat tampan, tetapi kini air mata Abbey mengalir dipelupuk matanya disaat dirinya memandang pria yang sedang berdiri di depan nya itu.


"Hey kenapa menangis? apa aku salah berbicara.." ucap gibran menghapus air mata Abbey yang semakin mulai menderas.


"Hikssss ssssss... kenapa kamu harus pulang besok? aku mau sama kamu. aku pengen lihat kamu terus.. bisakah jangan pergi?" Ucap Abbey kini mulai memeluk suaminya itu.


"Tidak Abbey, aku harus pulang besok karena sebentar lagi aku akan mengadakan ujian penentuan kelulusan.. kamu mau kan punya suami yang sukses..?" Gibran membalas pelukan istri nya itu.


"tapi aku ngak bisa pisah sama kamu, nanti kalau tiba - tiba kamu suka sama orang lain bagaimana?"

__ADS_1


"Itu ngak akan terjadi, aku ngak akan jatuh cinta sama siapapun selain kamu. sekarang lihat mataku Abbey" Gibran menangkup wajah Abbey dengan kedua tangannya.


"Apa ada dimataku bahwa aku tidak mencintaimu? aku itu sangat- sangat mencintai mu... jadi aku tidak akan pernah pergi. aku akan selalu ada dihatimu..." Ucap gibran ia kini ikut menangis merasakan sakit dihatinya.


"tapi---"


"Usttt... aku tidak akan meninggalkan mu lama-- hanya sebentar nanti jika aku lulus aku akan tinggal bersama mu disini.. yakinlah."


"Janji.."


"Aku janji..." Ucapnya menautkan kelingkingnya lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘

__ADS_1


__ADS_2