
"Iya aku mau keluar sama Amira. Tapi kalau kamu ngak gizinin aku ngak akan pergi kok" Ucap gibran dengan mengerucutkan bibirnya.
"Ngak apa - apa pergi aja, tapi siap - siap nanti malam kamu tidur diluar aja." Ucap Abbey mendorong tubuh gibran dari kamar dan menutup pintu itu rapat - rapat.
"Abbey tolong buka pintunya aku ngak jadi pergi kok, Abbey buka pintunya ya." Mohon gibran dengan mengedor - ngedor pintunya.
"Ngakk,"
Abbey tak habis pikir dengan hatinya ia begitu ngak suka jika gibran dengan Amira harus berduaan.
Pelayan ngak sengaja lewat dari kamarnya dan tiba - tiba gibran ada ide yang terselubung dipikirannya.
"Oh iya, kamar ku kan punya begitu banyak kunci cadangan pasti bi Ningsih punya kuncinya." batin gibran.
"Bi Ningsih," Panggil gibran.
Bi Ningsih namanya, ia berhenti tepat didepan gibran dengan membawa beberapa keranjang yang isinya baju kotor semua.
"Ada apa tuan muda," Sahut bibi Ningsih.
"Bi bisa buka pintu kamar ku seperti nya kamar ku dikunci dari dalam," Ucap gibran.
"oh, tunggu sebentar saya ambilkan kunci cadangan nya dulu." Ucap bi Ningsih buru buru pergi ke kamar nya mengambil beberapa kunci yang berisikan cadangan.
__ADS_1
karena semenjak ia bekerja disnaa, tuan Zafano mengalihkan ke bi Ningsih untuk mengurusi kamar - kamar dirumahnya itu jadi termasuk kunci - kunci cadangan yang ada dirumah nya itu ia berikan ke bi Ningsih. Karena tuan Zafano percaya bahwa bi Ningsih tidak akan melakukan apa - apa dirumahnya itu termasuk mencuri.
Bi Ningsih telah kembali membawa kunci kamar cadangan gibran, "ini tuan muda,"
"Makasih bi,"
Saat pintu itu pun terbuka gibran tidak melihat siapapun disana, Abbey kemana dia.
"dimana anak itu?" Ucap gibran melihat sekeliling nya.
Ia mencoba mencari nya dikamar mandi dan menguping didepan pintu kamar mandi nya. Hanya suara gemericik air shower, itu artinya Abbey sedang mandi.
Gibran pun tersenyum jahil, "Ah gue kerjain ah..." Ucap gibran dengan membuka pintu kamar mandi itu dengan perlahan yang tak dikunci oleh Abbey.
"Oh my good kenapa tubuhnya begitu indah," Batin gibran yang terlalu jujur pada dirinya sendiri.
Gibran menggelang - gelengkan kepalanya, "ahh ngak - ngak, gibran stop pliss jangan. Lo jangan mikir yang aneh - aneh dong" Batin nya yang semakin diransang dengan pikiran begitu jorok.
Kini saat itu ia melihat sekeliling nya ia mempunyai ide dipikirannya.
"Ah ada handuk nih, pasti ini handuknya Abbey."
Gibran dengan perlahan - lahan menarik handuk yang tergantung di besi tembok dekat pintu itu membawanya keluar dari kamarnya dan bersembunyi diruang ganti yang ditutupi oleh korden dikamar nya itu.
__ADS_1
Abbey telah selesai mandi, ia mencari - cari handuk nya tidak ada.
"Loh handuknya kemana? tadi bukannya aku disini ya?" Ucap Abbey.
"Apa aku lupa bawa masuk ya."
Abbey menengok keluar dari ambang pintu hanya terlihat wajah nya saja. Ia melihat sekeliling kamar nya tak ada siapapun tetapi matanya tiba - tiba terhenti kepada kaki seseorang bersembunyi dibalik tirai yang biasanya tempat ruang ganti.
"Ah aku tahu siapa yang melakukan ini?" Ucap Abbey.
"Gibran, apa yang kamu lakukan disnaa? cepat keluarlah!" teriak Abbey.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍💜
__ADS_1