
Amira menemui ibu Merina dan pamannya juga ada disnaa.
"Selamat siang Tante, eh ada paman juga Disni" Amira ikut duduk disofa itu.
"Amira kamu datang juga kesini," Ryan tidak sengaja melihat kedatangan tamu yang tak sengaja lewat ruang tamu ikut gabung kesana.
Sedangkan Ibu Merina yang melihat sang anaknya Ryan ikut bergabung begitu kesal. Ia merasa gagal ingin merencanakan sesuatu, karena adanya Ryan bagaimana bisa ia akan membicarakan rencana nya yang menyangkut tentang tuan Zafano adek kandungnya termasuk keponakan nya gibran.
••••
Malam harinya Abbey tidak sengaja lewat didekat kolam renang rumah mertuanya itu dengan membawa air perasan jeruk nipis itu dan tak sengaja melihat tuan Zafano duduk sendirian. Abbey penasaran kenapa papa mertua nya itu sendirian malam - malam begini dan ia mengutip.
Tuan Zafano tampak sedang sedih seperti memikirkan sesuatu, ia bahkan terlihat gelisah. Saat tuan Zafano bangkit dari tempat duduknya, Abbey bersembunyi lagi. taun Zafano merasakan disekitar nya ada seseorang yang sedang memperhatikan nya. Tetapi tak ada siapapun disana dan ia berlangsung pergi menuju kembali ke kamarnya.
Pagi harinya saat sarapan, Abbey dan gibran sarapan hanya berdua hari ini kedua mertuanya sedang terburu - buru keluar kota karena tuan Zafano ada pekerjaan penting diluar kota mengharuskan sang istri harus menemani nya.
Abbey masih terpikir dengan kejadian tadi malam tentang papa mertuanya.
Gibran yang menyadari Abbey sedang memikirkan sesuatu bertanya.
"Abbey ada apa?" Tanya gibran dengan menguyah makanan dimulutnya.
__ADS_1
"Ah tidak ada apa - apa." Jawab Abbey melanjutkan memakan makanannya.
"Ngak usah bohong, kamu pasti sedang memikirkan sesuatu. Ada apa coba cerita sama aku terus terang saja?"
"Tidak ada. aku hanya sedang merasakan rasa pada masakan ini, aku benar - benar ingin tahu apa saja rempah - rempah untuk buat makanan ini siapa tahu aku berminat memasak nya." Ucap Abbey mengarang cerita tetapi gibran percaya begitu saja.
"Kamu ada - ada saja, cepat habiskan makanan nya nanti keburu telat kesekolah nya." Ucap gibran bangkit dari kursinya dan memilih meninggalkan Abbey sendirian diruang makan.
"Eh kamu mau kemana tunggu aku." Seru Abbey.
"Aku tunggu kamu dimobil." Ucap gibran.
Malam harinya Abbey mengendap - endap masuk kedalam kamarnya mencari keberadaan gibran sebenarnya semenjak sepulang sekolah ia tidak pulang bersama gibran dikarenakan seharian ini ia main - main bersama Ryan. Ia takut nantinya gibran akan bertanya macam - macam karena ia tidak sama sekali meminta izin kepada nya. Tetapi saat ia didalam kamar tak ada siapapun ia merasa lega dan ia naik keatas ranjang tempat tidur nya.
Abbey menoleh kearah nya dan begitu kaget. "Eh gibran." Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Gibran menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya, dahinya mulai mengerut.
"Kemana aja seharian ini kamu? Kenapa ngak pulang - pulang? main sama Ryan." Penuh tanya.
Abbey tertawa kecil, "Hehehe kok tahu?"
__ADS_1
"aku lihat tadi siang kamu pergi naik mobil bersama nya."
"Ops ketahuan, aku keluar sebentar."
Abbey berlari keluar kamar nya berusaha menghindar dari Gibran tetapi pintu itu sudah terkunci.
"Sejak kapan pintu ini terkunci? perasaan aku tutup Biasa aja deh." umpat Abbey berusaha membuka pintu itu.
Gibran berjalan mendekati nya, "Aku yang menguncinya." Jawab gibran.
"Alamak mampus nih pasti dia bakalan nanya lagi nih." Abbey sudah begitu pasrah.
•
•
•
•
•
__ADS_1
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️