Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 120


__ADS_3

"whattt! Is.. tri? Maksud nya kalian..?" Ucap Vita terlonjak kaget dengan mulut terbuka lebar saking kagetnya.


"tutup mulut mu itu, nanti bisa kemasukan lalat." Sergah Alden dengan mengatupkan kedua mulut Vita dengan tangan kanan nya.


"Iya dia ini istri gue, jadi lo?" Tunjuk Gibran kearah Alden yang masih mengenggam tangan istrinya sebelah kirinya.


"Lepaskan tangan istri gue. Kita mau pulang karena ini sudah malam.. ayo sayang kita harus pulang." ucap gibran mengiring istri nya itu keluar dari restoran tidak lupa tatapannya masih terlihat tajam kearah Alden.


Alden masih tetap menatap kepergian Abbey dengan gibran berjalan keluar dari restoran hanya sekarang dirinya dengan teman sepekerja nya Vita termasuk orang yang telah pernah ia tolak cintanya.


"Al, apakah kamu bisa antar aku pulang?" Tanya Vita yang tiba - tiba kini mengandeng lengan nya lalu tersenyum kearahnya.


"Seperti nya aku tidak bisa, maaf aku harus pergi.." Ucap Alden dengan wajah datar nya pergi begitu saja dengan langkah cepatnya.


"ah sial, bagaimana pun caranya gue harus memiliki Al.. gue akan melakukan sesuatu agar Al bisa jadi milik gue." Gumam Vita dengan ekspresi wajah liciknya.


Sedangkan Amira yang mengetahui kabar bahwa ibu merina telah kembali ke Indonesia karena telah menyelesaikan pekerjaan nya yang ada di Inggris. Segera datang menuju bandara, untuk menyambut kedatangan nya.


"Tante.." seru Amira dengan begitu senang. Mereka saling berpelukan antara satu sama lain.

__ADS_1


"Tante bagaimana kabar nya? Lama tidak berjumpa.." tanya Amira.


"kabar Tante baik, oh ya gimana dengan rencana kamu mendapatkan Gibran? apakah ada perkembangan atau sebaliknya?" tanya ibu merina kini mereka akan dalam perjalanan ke mansion kediaman ibu merina.


"Gagal, seperti nya aku ngak akan bisa lagi mengharapkan nya." Jawab Amira dengan nada sedihnya.


"Kamu cepat sekali menyerah, apa kamu perlu bantuan Tante? aku bisa aja buat Gibran milikin kamu seutuhnya dalam waktu satu kali rencana bagaimana?" ucap ibu merina dengan mengekspresikan wajah liciknya.


"Tidak perlu Tante, aku sudah menyerah untuk memiliki gibran.. biarkan lah dia bahagia bersama wanita pilihan nya. mungkin karena aku bukan jodohnya." Ucap Amira dengan mengulum senyumnya.


"Ya sudah terserah kamu saja. kamu mau ikut Tante kerumah atau mau pulang?" tanya ibu merina yang kini sudah keluar dari bandara.


...••••••...


20.30


Kini Abbey dan Gibran sudah sampai dirumah, sejak sedari sepulang dari restoran mereka terdiam membisu tidak ada percakapan diantara nya hanya saja suara mesin mobil bersuara.


Diluar.

__ADS_1


Ceklek..


"Eh den gibran sama non Abbey baru pulang." ucap bibi salah satu pembantu dirumah itu yang baru saja ingin keluar dari rumah itu.


"Iya bi, kami ke kamar dulu. mau istirahat" ucap gibran menarik lengan Abbey yang berjalan dibelakang nya dengan menundukkan kepalanya.


"Iya den," ucap bibi mengelengkan kepalanya melihat dua pasangan suami istri itu yang ia tak sengaja dengar cerita nya.


Keadaan dalam rumah sepi tidak ada siapapun mungkin semua orang sudah tertidur. tetapi tumben padahal masih pukul 20.30






__ADS_1


jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2