Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 92


__ADS_3

Tok tok...


"Permisi nona..?"


Ceklek Pintu itu pun terbuka. Abbey yang membuka nya.


"Ada apa bi?"


"Maaf nona, saat nya waktu makan malam tuan besar sudah menunggu dibawah bersama seseorang..."


"Seseorang?" Pikir nya.


"Ya, non.."


"Baiklah sebentar lagi saya akan turun kebawah... makasih ya Bi"


"Ya non, kalau begitu saya permisi..."


"Siapa?" Tanya Gibran sibuk membaca buku sambil duduk didekat balkon kamar istrinya.


"Pelayan, katanya waktu makan malam..." Ujar Abbey membuka lemari pakaian mengambil pakaian gantinya.


Tanpa waktu berlama lama Abbey juga mengajak gibran ikut malam dan memperkenalkan nya kepada kakek kesayangan nya Karena ia belum tahu sama sekali siapa gibran.


Mereka langsung menuju kebawah menuju meja makan.


"Selamat malam, semuanya." Sapa Abbey dengan sopan.


Ayah juga disana termasuk Alden.


Mata Abbey tertuju kearah Alden dan menggeser kursi itu untuk ia duduki. "Al? Kamu kesini juga?" Tanya Abbey tiba - tiba.


"Iya, aku disuruh sama kakek.."


Kini tatapan Abbey tertuju kearah Gibran, "Oh ya Kek kenalkan ini gibran su–"

__ADS_1


Ayah menghentikan kata - kata Abbey, "Dia itu Sahabat Abbey dari Bandung, dia kesini cuma mau liburan sambil bertemu Abbey..."


Gibran dan Abbey saling memandang dengan diam, pikiran nya tiba - tiba kebingungan dengan perkataan ayahnya.


"Kenapa ayah berbicara seperti itu?" batin Gibran.


"Oh, teman sekolahnya cucu saya.?"


"Ya kek... " Ucap Gibran menunduk.


Abbey memndangi ayah nya dan menautkan kedua alisnya. dan ayah juga mengerti dengan raut wajah anaknya itu. lalu tersenyum.


Mereka makan bersama setelah selesai makan malam. "Abbey ikut ayah sebentar," Ujar ayah Bima berdiri dari tempat duduknya.


"Baik yah, kalau begitu Abbey permisi sebentar..."


"Gibran kamu juga ikut." Ucap ayah.


Mereka mengikuti langkah ayahnya menuju keruang kerja.


"Abbey, Gibran... Kalian ingat jangan dulu mengatakan kepada kakek bahwa kalian itu sudah menikah..."


"Memangnya kenapa yah?"


"Kamu tahukan kakek mu itu tidak tahu bahwa kalian sudah menikah... jika kalian mengatakan bahwa kalian sudah menikah kakekmu akan syok. kamu tahukan kakek sakit jantungnya sering kumat."


"Tapi yah–"


"Pliss Abbey ini Hanya untuk sementara waktu saja, biar ayah yang akan menjelaskan semuanya jika sudah waktunya mengerti." Tegas Ayah Bima.


"Baiklah terserah ayah..."


•••••••


* Bandung.

__ADS_1


Dikafetaria


"Benar - benar membosankan meskipun kita selalu keluar rumah dimalam hari tetap saja rasanya sepi kalau tidak ada Abbey..." Ucap Alya sedih dengan meminum - minumannya.


"Ya kamu benar, itu anak kemana ya... kenapa sampai sekarang belum sama sekali mengabari kita..?" sambung Citra.


"Cieeeee yang lagi galau..." Suara seseorang dari belakang.


Mereka menoleh kearah sumber suara itu dan terdapat Ryan dengan memasukkan sebelah tangannya dibalik kantong celananya.


Ia berjalan kearah ketiga gadis itu, "Kamu ngapain kesini?" Tanya Alya.


"Lagi malas dirumah aja... Sedang mencari angin." Jawab Ryan mengambil kursi untuk diduduki.


"Ah cari angin?" Mata Indri menatap kearah langit - langit atap kafetaria. "Iya, cari angin..."


"Kamu gila ya, masa cari angin di cafetaria yang ada ACC doang ngak ada angin disini!" Ucap Indri dengan polosnya.


"Iya nih, kalau mau cari angin toh sana kepantai... banyak angin segar." Sambung Citra dengan menertawakan Ryan.


"Bilang aja kamu sedang merindukan seseorang...? iyakan, ngaku aja kali." Alya menyenggol bahu Ryan dengan genitnya.


"Ah ngak..." Ryan tertawa renyah.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2