Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 86


__ADS_3

Dimansion mewah milik tuan produser kakek Abbey ayah yang sedang duduk diruang tamu dengan sibuk membaca koran dan tidak lupa kopi hangat dimeja. Ia menyadari bawahannya masuk kedalam berdiri didepannya.


"Permisi tuan," Ucapnya menunjukkan kepalanya dengan hormat.


"Ada apa?" Jawabnya matanya tetap membaca koran itu.


"Maaf tuan, tadi saat saya menjemput nona muda kesekolah... saya tidak menemukan nya" Jawabnya dengan menundukkan kepalanya tanpa melihat kearah tuannya.


Ayah Bima langsung saja bangun dari tempat duduknya terlonjak kaget. "Kenapa bisa?!" Tanya ayah Bima dengan nada tinggi.


"Maaf tuan, tadi saya sudah tanyakan pada satpam penjaga sekolah semua para murid sudah pulang dan saya mencoba menunggu nona muda digerbang selama 1 jam lebih tapi tidak ada kemunculan nya" Jelas nya.


"Apa?!"


"Baiklah sekarang kamu panggil pengawal yang lainnya, tugaskan mereka mencari nona muda secepatnya!" Perintah ayah Bima dengan begitu tegas.


"Baiklah tuan, saya permisi..." Ucap nya dengan menundukkan kepalanya langsung pergi dengan cepat.


Ayah Bima memijat pelipisnya dan tiba - tiba suara ponsel nya berbunyi.


"Halo Mas,"

__ADS_1


Dari seberang ponsel suara mama Ratna terdengar.


"Halo mah,"


"Ada apa mas? Kenapa suara nya seperti orang kecapean, Apakah ada sesuatu? dimana Abbey?" Mama Ratna melemparkan beberapa pertanyaan membuat ayah Bima tidak berani mengatakan sejujurnya bahwa anaknya hilang. Terdengar begitu jelas bahwa mama Ratna begitu sangat khawatir.


"Ya, ma... aku kecapean saja, Abbey sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah sebentar lagi dia sampai kok ma" Ucap ayah Bima berbohong menampakkan raut dari wajahnya.


"Mama, tidak sabar ingin mendengar suaranya sudah beberapa hari ini aku ngak denger suaranya... rasanya dunia mama berbeda banget"


"Ya, ma... nanti lagi aku telpon setelah Abbey dirumah akan aku telpon balik."


"Baiklah... kalau begitu," Ucap mama Ratna menutup panggilan itu.


•••••••••


"Kenapa kita harus pakai ini?" Tanya Abbey kepada gibran.


Mereka sekarang berada disebuah taman yang jarang sekali didatangi orang - orang kecuali hari Minggu. Gibran sengaja menyuruh Abbey menggunakan topeng mainan yang sangat cantik dan tampan sepasang dibuatnya tadi untuk menutupi wajah mereka agar tidak ada yang melihat mereka. Karena kemungkinan semenjak ia membawa Abbey kabur pasti ayah mertua nya akan tahu bahwa Abbey dikira menghilang dan menyuruh pengawalnya untuk mencari keberadaan nya.


"Pakai saja, topeng ini akan melindungi kita dari orang jahat..." Canda Gibran.

__ADS_1


Abbey memijat pinggang gibran, "Alasan, bilang aja mau berduaan sama aku...?" Ucap Abbey dengan mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, terserah kamu mau bilang apa? yang terpenting kamu senang deh..."


Gibran merekatkan jemarinya ke tangan Abbey dan beranjak berdiri dari kursi taman itu. "Mau kemana?" Ucap Abbey.


"Aku mau ngajak kamu kesuatu tempat bikin perut kita kenyang..." Ucap gibran menarik lengan Abbey tanpa berlama - lama.


"Eh, tapi..."


Tidak berapa menit mereka telah sampai disebuah kafe yang bercorak berwarna serba ping dan biru tempat makan kecil yang manis - manis seperti sepotong kue, es krim, permen, dan lainnya. Mereka berdiri sebentar didepan kafe itu, sangat terlihat sepi jarang sekali pengunjung yang datang karena itu tempat khusus bagi yang memiliki pasangan saja.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2