
Pukul 10.00 malam.
Kini Abbey berjaga - jaga di ruangan nya sendirian. Ia hampir mengantuk, tubuhnya seakan terasa remuk sedari selesai makan siang tadi ia tidak juga bangun - bangun dari tempat duduknya hanya sibuk mengetik lembar demi lembar tulisan.
Lampu sudah mati diruangan itu hanya ada lampu khusus di meja nya saja.
tiba - tiba
brugh
ada sesuatu yang jatuh yang terdengar sangat begitu jelas ditelinga Abbey. Ia menoleh kearah sumber suara.
"Siapa itu!" seru Abbey. Ia mulai ketakutan tetapi ia tidak berani menampakkan ketakutan nya ia terpaksa memberanikan diri nya dan mengerakkan kakinya mencari apa itu.
"Hey siapa disana! Jangan Berani menakutiku, kau kira aku akan takut!" seru Abbey dengan melangkahkan kakinya pelan - pelan.
Dan tiba - tiba ada yang mendekap mulutnya dan membuat nya membulatkan matanya kaget. Ia hampir saja jantungan tetapi kini ia kehabisan nafas akibat dirinya didekap oleh seseorang dan akhirnya pingsan.
Seseorang itu mengendong Abbey dan membawanya turun kebawah menggunakan lift.
Setelah dibawah ia membawa perempuan itu masuk kedalam mobilnya. "Kita kembali ke apartemen." titah gibran kepada sopir nya.
"Baiklah tuan." jawab sopir pribadi nya.
__ADS_1
Disela - sela perjalanan nya menuju ke apartemen nya. Ia menidurkan kepala perempuan itu di pangkuan nya sembari mengelus rambut nya.
"Abbey kau tidak akan bisa kemana - mana lagi? aku tidak akan membiarkan mu pergi dari ku." Gumam gibran dalam hati.
Sesampainya di apartemen nya ia menidurkan Abbey dikamar nya dan menyelimuti tubuh nya. Matanya tidak sengaja menatap kearah bibir tipis Abbey dan ia mendekat kan bibirnya pada bibir Abbey.
Ting.. tong suara bell pintu mengurungkan nya.
"Shitttt.. menganggu saja." Umpatnya.
Ia dengan langkah cepat membuka pintu apartemen nya melihat siapa tamu datang malam - malam begini.
"Siapa?" Gibran membuka pintunya dan terlihat lah pengawal papanya. siapa lagi tuan Zafano.
"maaf tuan, saya kesini diminta tuan Zafano untuk memberitahukan bahwa tuan diperintahkan pulang kerumah kediaman."
"Kerumah pak tua itu lagi?" seru gibran.
"iya tuan."
"baiklah besok saya akan kesana,"
"tapi tuan, tuan besar ingin sekarang, jika tidak dia ada mengambil alih perusahaan itu lagi."
__ADS_1
"Ck. dasar menyebalkan. apa tidak ada ancaman lain nya lagi selain itu. baiklah aku akan kesana kau tunggulah diluar jangan masuk awas saja." Titah gibran dengan suara dinginnya.
"Baik tuan"
Entahlah beberapa tahun ini gibran dan papanya hubungan nya sedang tidak baik - baik saja.
Dan itu sebabnya gibran memutuskan tidak tinggal dirumah itu lagi dan tinggal diapartemen yang ada ditengah - tengah kota Bandung.
••
Dikediaman Zafano.
Gibran telah sampai dirumah papanya. Ia terpaksa datang ke kediaman itu lagi dan meninggalkan Abbey sendirian diapartemen itu.
"Silahkan kedalam tuan. tuan Zafano telah menunggu." Ucap salah satu pengawal.
Dengan langkah angkuhnya ia masuk kedalam kediaman itu dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
"Hay anak papa, gimana kabarnya. papa dengar perusahaan kini semakin berkembang." Ucap tuan Zafano ingin memeluk putranya. Setelah beberapa bulan tidak pernah bertemu karena kesibukan dengan bisnisnya yang ada diluar negeri.
"Ada apa papa menyuruhku kesini? jika hanya sekedar ingin bertanya kabar mending aku pulang." Gibran menjauhkan tubuhnya dari papanya. tidak ingin dipeluk oleh papanya.
"
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️