Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 197 - kambuh lagi


__ADS_3

"Abbey!"


"mama?"


Mereka saling menatap sejenak. Begitu tidak menyangka apa yang telah mereka lihat sekarang. Bertahun - tahun lamanya, abbey menghilang tanpa kabar. Mama Adelia kini menatap Abbey didepan mata nya sendiri.


"Tante," panggil Amira. Memecahkan lamunan diantaranya.


"Maa...f.." ucapnya kepalanya benar - benar pusing dan kaki nya bergetar tidak mampu untuk menopang dirinya. Rasanya ia ingin pingsan.


"Tante tidak apa - apa?"


"Ti...dak" ucapnya tanpa berapa detik ia terjatuh dan pingsan.


"Mama!"


"Tante!"


Teriak mereka bersamaan mendekati mama Adelia.


"Ma, bangun ma!" Teriak Abbey menepuk pipi wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Amira gimana nih?"


"kamu diam disini dulu, aku panggilkan bibi yang tadi." Amira berlari mencari bantuan ia pergi menuju dapur siapa tahu ada seseorang disana. Dan benar saja disana ada bibi yang membuka pintu untuknya tadi.


"Bi tolong saya sebentar bi, Tante Adelia pingsan!" Teriak Amira histeris.


"Apa! Baiklah non." Seru bibi.


"bi tolongin mama!" Teriak Abbey ia menangis memangku kepala mama mertuanya di pangkuan nya.


"Baik non."


Akhirnya mereka memapah mama Adelia menuju kamar nya tepat nya dilantai dua. Mereka menidurkan mama Adelia disana dan bibi segera berlari menelpon dokter khusus keluarga majikannya setelah itu menelpon tuannya Zafano agar segera secepatnya pulang.


Diapartemen.


Gibran merasa bimbang. Kepalanya begitu pusing entah apa yang terjadi padanya. Pikiran nya selalu terbayang - bayang wajah Abbey. Ia tidak hentinya memijit kepala nya.


"Sayang kau tidak apa - apa? Wajahmu begitu pucat? Apa kita kerumah sakit?" Pertanyaan itu tiba - tiba terlontar dari bibir Vita dan itu membuat gibran semakin pusing.


"Vita! Hentikan! Jangan kau banyak bertanya! Lebih baik sekarang kau keluarlah dari apartemen ku!" Seru gibran dengan emosi. Ia bangkit dari tempat duduknya berlalu menuju kamarnya.

__ADS_1


Sedangkan Vita yang merasa dibentak begitu terkejut. Ini pertama kalinya gibran membentaknya selama ia berhubungan dengan tuannya, gibran baru kali ini membentaknya.


"Baiklah jika itu maumu aku akan pergi," ucap Vita dengan menghentakkan kakinya kesal keluar dari apartemen itu.


x


X


X


"Arghhhhhhhhhh!" Teriak gibran tiba - tiba dari kamar nya. Ia membuang semua bantal dikamarnya itu dan selimut itu berceceran dikamar nya.


"Pergi kamu Abbey! Dasar perempuan penghianat! Pergi!!!" Teriaknya kepalanya terasa meledak - ledak.


Ceklek. Pintu itu tiba - tiba terbuka.


"Astaga tuan!" Seru asisten pribadi nya Lucas. Ya dia yang kemarin malam ia tugaskan untuk mencari identitas diri Abbey.


Ia memapah tuannya, "tuan, tenanglah. Aku akan membawa tuan kerumah sakit." Ucapnya memapah tuannya keluar dari apartemen menuju mobilnya yang berada diluar gedung apartemen itu.


"Seperti nya tuan kumat lagi, setelah dua tahun ini dia baik - baik saja. Apa yang terjadi kepada nya?" Gumam Lucas dalam hatinya.

__ADS_1


Ya, gibran selama beberapa tahun yang lalu gibran sering mengalami sakit kepala pada otaknya jika ia memikirkan sesuatu yang tentunya menyakiti hatinya. Dan saat itu Lucas ingat, kata dokter menyarankan agar gibran melupakan masalalunya atau orang - orang dimasa lalunya, mungkin itu yang menyebabkan kepalanya sering sakit. Oleh saat itu, ia sengaja membuat gibran dan papanya saling bertengkar setiap harinya karena ia hanya ingin membantu tuannya itu keluar dari masalalu. Itu lah penyebab gibran meninggalkan kediaman tuan Zafano dan memilih pindah ke kota Bandung tinggal disebuah apartemen. Dan tidak pernah berhubungan terlalu lama dengan kedua orang tuanya hanya setiap 1 tahun sekali gibran kembali ke kediaman tuan Zafano atau ada berita penting. Tetapi untuk sekarang ia tidak tahu penyebab masalah nya kenapa tuan nya kambuh lagi penyakit nya?


__ADS_2