
Kini Abbey telah sampai dikediaman nya dia memilih masuk kedalam kamar nya tanpa menemui mama Adelia terlebih dahulu.
Ia membaringkan tubuhnya ditempat tidur dan seperti biasanya ia menatap kearah langit - langit dikamar nya. Ia mengingat kejadian saat gibran membisikkan sesuatu pada perempuan yang ia begitu dengar dipanggil oleh suaminya gibran dengan sebutan Vita.
"Vita? namanya sangat bagus.. tapi aku merasa mereka ada hubungan, hah tapi untuk apa aku mengurusinya lagi pula aku tidak memiliki perasaan apapun padanya lagi." kesal Abbey ia memilih memainkan ponselnya.
tiba - tiba dretttt.. drett... ponsel miliknya bergetar menandakan ada seseorang yang menelpon dan itu ialah Clarissa.
Ia begitu bersemangat mendapatkan telepon dari seseorang yang ia tunggu.
"Halo clar? bagaimana dengan putraku apa dia sudah kau bujuk..?" tanya Abbey dengan semangat nya.
"Dia... dia.----"
"Ada apa? Apa ada yang terjadi pada gibey! cepat katakan Clarissa?" Abbey memotong pembicaraan Clarissa, karena dibalik ponsel nya terdengar suara Clarissa begitu gelisah dan kini Abbey menjadi ikutan merasa gelisah.
"Gibey... gibey jatuh dari tangga... dan sekarang perjalanan menuju rumah sakit.." Ucap Clarissa dengan tangisan dimatanya menatap gibey terbaring lemah tak berdaya dikepalanya banyak dengan darah.
"Apa!" mata Abbey membola sempurna dan kini tubuhnya semakin melemas mendengar kabar putranya jatuh dari tangga.
__ADS_1
"Iya... sekarang kita akan menuju rumah sakit harapan keluarga." Ucap Clarissa.
Abbey memijit pelipisnya dan ia begitu tidak mampu untuk melanjutkan perkataannya dan tanpa ia sadari ia telah menjatuhkan ponsel nya ke bawah dan ia memeluk dirinya sendiri.
"Hallo Abbey kau mendengar ku? Abbey...? Abbey..." Tut..Tut.. suara sambungan ponselnya terputus.
••
Sementara kini Abbey menuruni tangga itu dengan berlarian ia tidak peduli dengan panggilan mama Adelia, pelayan yang ingin menghentikan langkahnya dan kini dengan Gibran yang telah berjalan masuk kedalam kediaman itu hanya untuk menyusul istri nya yang tadinya meninggalkan nya dikantor.
"Heyyy tunggu dulu!" seru gibran menghentikan langkah istri nya dengan menahan kedua bahunya.
Gibran mengerutkan keningnya disaat ia melihat raut wajah istri nya itu penuh kegelisahan.
"Ada apa?" tanya gibran.
"Gibran tolong aku, tolong aku... aku mohon kali ini, tolong putraku... putraku kecelakaan dia sekarang ada dirumah sakit harapan keluarga...aku mohon Gibran... aku mohon.." Abbey kini air matanya semakin membasahi kedua pipinya dan ia begitu sangat gelisah kakinya tidak berhenti untuk ingin segera cepat - cepat sampai rumah sakit.
Gibran hanya membeku dan ia begitu sangat kaget... ia juga ikutan sedih.
__ADS_1
"Gibran ayo cepat tolong aku!!!" teriak Abbey dengan menarik - narik lengan gibran yang hanya masih terdiam ditempatnya.
"ayo gib! aku mohon kali ini..." ucap Abbey.
"Iya ayo ikut aku.." Gibran segera membawa Abbey masuk kedalam mobilnya dan kini mereka menuju ke rumah sakit harapan keluarga.
•••
Sementara dirumah sakit, Clarissa mengendong gibey berlari masuk keruang UGD meski darahnya berceceran dilantai ia tidak peduli yang hanya ia inginkan sekarang gibey selamat.
"Dokter! suster! cepat tolongin anak ini! dokter..." Teriak Clarissa ia membaringkan tubuh gibey pada brankar yang telah disiapkan oleh perawat - perawat yang mendengar teriakannya.
"Cepat sus, tolongin anak ini!" seru Clarissa ia begitu histeris.
"Baik kami akan segera menanganinya lebih baik nona tunggu diluar saja..." Ucap salah satu suster dan membawa gibey masuk kedalam ruangan UGD.
"Tuhan, tolong selamatkan gibey... dia harus selamat" Ucap Clarissa sembari menangis diluar ruangan UGD.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1