
"waduh gibran ngapain kesini segala?" Gumam Abe.
"Abe," panggil Alya yang tiba - tiba ngelamun ngak jelas.
"Eh, iya Alya aku lupa harus beres - beres pakaian ku jadi kamu pulang saja dulu ya... nanti malam aku telpon lagi ya.." Ucap Abe berjalan kearah lemari pakaian nya sambil melirik sekilas ke arah pintu yang terlihat gibran sembunyi - sembunyi didekat dengan tangga.
"tapi, Abe -"
"baiklah kalau begitu jangan lupa nanti malam telpon aku ya, oh ya mending di grup aja ya biar teman yang lain pada tau" ucap Alya keluar dari bilik pintu.
"oke,"
Setelah beberapa menit kemudian Alya sudah pergi dari kediaman tuan Bima, Abe dengan cepat mencari keberadaan gibran. Saat ia menuruni tangga, ia melihat sekeliling nya tidak ada gibran dan sampai di ujung dapur ia melihat gibran disana sedang mengintip - intip sedikit dekat dengan tembok. Abe mendekati nya tetapi gibran tidak sadar bahwa Abe tahu dengan keberadaan nya.
Dalam hitungan beberapa detik Abe sudah dibelakang gibran.
"Gibran," ucapnya.
Gibran kaget dan langsung saja menatap Abe, ia mencoba untuk mengatur nafasnya terlebih dahulu saking kagetnya. Ia benar - benar takut banget jika sampai ketahuan oleh Ayah mertuanya yang galak itu.
__ADS_1
"Abe kamu ini aku kira siapa," ucap gibran dengan kesal.
"kamu ngapain pakai sembunyi-sembunyi segala kesini?" tanya Abe.
"aku kesini kangen sama kamu, makanya aku kesini dengan cara seperti ini... kalau ketahuan sama ayah bagaimana bisa - bisa ayah ngamuk lagi, kan tahu kita ngak dibolehkan ketemu" ucap gibran panjang.
"Abe!" panggil Varrel dari lantai atas, berjalan ke arah kamar nya terlihat dari dapur tetapi Abe menarik lengan gibran membawanya keluar dari sana lewat pintu belakang dapur ada taman disana jadi mereka bisa sembunyi di sana untuk sementara.
Setelah mereka duduk disana, mereka terdiam sebentar tidak ada pembicaraan sepatah katapun antara mereka. Abe baru pertama kalinya merasa kikuk untuk berbicara dengan gibran dan mencoba untuk menghancurkan keheningan itu dengan memulai pembicaraan nya. Ap mungkin ini sudah waktunya ia memberitahukan kepada gibran bahwa dirinya akan pergi? ataukah jangan?
"suasana disini ternyata sejuk juga ya," celetuk Abe memecahkan keheningan.
"kenapa kamu tahu?" tanya Abe balik.
"ya, aku kan cuma menebak..." ucap gibran.
"Bagaimana hari ini kita kepantai, kita jalan - jalan?" tanya gibran.
"hmm, boleh juga aku sudah lama ngak kepantai" jawab Abe dengan tersenyum.
__ADS_1
Saat Abe dan gibran kembali sembunyi - sembunyi keluar dari sana. Saat itu mereka melihat Varrel sedang duduk di ruang tamu yang bertepatan dengan pintu masuk rumah tanpa varrel sadari Abe dan gibran berjalan dengan perlahan - lahan keluar dari sana.
Dan saat sudah berada didepan pintu,
prakk!
Suara pot depan pintu pecah kesandung akibat kaki gibran dan varrel kaget menoleh kearah sumber suara.
"Abe, gibran! Apa yang sedang kalian lakukan!" ucap Varrel menyadari keberadaan gibran.
Abe kaget membulatkan matanya sama halnya dengan gibran mereka bergandengan tangan dan dengan cepat mereka kabur melarikan diri keluar dari kediaman tuan Bima.
"Kabur!" ucap Abe dengan menarik lengan Gibran.
"Abe! Kamu mau kemana itu?! Abe jika sampai kamu pergi ayah akan marah! Abe!" teriak Varrel dengan berlari mengejar Abe keluar sampai gerbang.
waduh! Abe dan gibran sudah berlari jauh, entah mereka sembunyi Dimana.
"waduh Abe, gimana nih jika ayah tanya Dimana Abe bisa ngawat! jika gue bilang Abe kabur sama gibran nanti pasti ayah akan tetap memarahi gue, secara gue lihat mereka tadi" Gumam Varrel.
__ADS_1
Jangan lupa like setelah membaca 🙏🥺