Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 212


__ADS_3

Abbey kini baru sampai di perusahaan Zafano group. Ia memasuki kantor itu dengan pelan - pelan ia begitu malas harus kembali ke kantor itu lagi.


"Selamat pagi nona, ada keperluan apa ya?" tanya resepsionis mengatupkan kedua tangannya sebagai atas sambutan para tamu yang datang.


"Apa ada tuan gibran dan Zafano nya saya ingin bertemu dengan mereka berdua." Jawab Abbey dengan sedikit malas.


"Ehm.. apa nona sudah membuat janji dengan tuan?" tanya resepsionis.


"Belum."


"Maaf nona anda tidak bisa bertemu dengan tuan jika belum ada janji." Ucap resepsionis itu dengan sopan.


"Yah gimana dong." gumam Abbey dalam hati. "Padahal mama sudah capek - capek masak malah ngak bisa masuk sih." Gerutu Abbey dengan kesal.


Seseorang tiba - tiba muncul dari balik pintu lift, Ia tidak sengaja melihat keberadaan seseorang yang begitu ia kenal, "loh kau bukannya kemarin diapartemen gibran kan?" tanya seseorang yang tiba - tiba muncul dan kini berdiri dihadapan Abbey.


Abbey menatap sekilas pada perempuan yang berada dihadapannya itu dengan mengerucutkan keningnya binggung. "Dia kok mengenalku. tunggu... kayak nya aku kenal deh tapi dimana ya? ah ya.. sekarang aku ingat dia kan perempuan yang pernah berada diapartemen gibran..." Pikir Abbey.


"Heyyy nona kau kenapa bisa ada disini?" tanya Vita ia masih disana karena ia baru datang ke kantor Beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


"Maaf, aku kesini ingin bertemu dengan tuan gibran dan tuan Zafano." Ucap Abbey sopan.


Kini Vita menatap penampilan perempuan didepannya itu, ia melihat tampilan nya lumayan tapi ia tetap menyunggingkan senyuman nya.


"Tapi meskipun pakaian nya ngak norak, tapi body nya tidak sebagus diriku." gumamnya dalam hati.


"Gibran tidak akan tergoda oleh nya. tapi kenapa ia mencari Gibran? apa dia memiliki hubungan dengan wanita ini?" gumam Vita.


"Hey nona, sekarang kau yang malah bengong... apa boleh saya bertemu dengan tuan Zafano dan tuan gibran."


"Hmm... baiklah, silahkan ikuti saya." Ucap Vita ia melangkah terlebih dahulu dan diikuti oleh Abbey masuk kedalam lift menuju ke ruangan gibran terlebih dahulu.


Kini mereka telah sampai diruangan itu dan gibran tahu akan keberadaan itu karena ia melihat dari CCTV yang ia telah pasang diluar ruangan nya.


"Masuk," Titah gibran.


Tanpa mengetuk pintu, dan terdengar suara Gibran dari luar Vita segera membuka pintu itu.


"Permisi tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda." Terpaksa bersikap sopan.

__ADS_1


"Kenapa dia masih disini bukannya aku menyuruh Lucas untuk memecatnya." Gumam gibran dalam hati.


"Hmmm... tapi baguslah, aku punya ide bagaimana membuat nya tidak mendekati ku lagi meski ia tidak dipecat juga tidak apa - apa." Gumam gibran dalam hati.


"Saya permisi dulu tuan,"


"Tunggu sebentar kau diamlah disana. saya ingin berbicara sesuatu terlebih dahulu dengan perempuan itu." Ucapnya ia menatap kearah abbey yang hanya cemberut dan terdiam sembari memegang tantangnya yang begitu berat.


"baiklah tuan."


"Hmmm... sebetulnya aku ingin tahu juga, sebenar nya wanita ini siapa nya tuan gibran?"


"Jika dia pacarnya, ngak mungkin deh... aku tahu betul bagaimana tipe tuan gibran." gumam Vita dalam hati.


"Sini Abbey ada sesuatu yang ingin ku katakan." Gibran melangkahkan kakinya mendekati perempuan itu yang kini menaruh rantang makanan itu dimeja terpaksa mengikuti perintah lelaki itu.


"Cepat katakan lah!" ketus Abbey.


"Sayang jangan cemberut gitu, apa kamu tahu jika cemberut seperti itu aku ingin segera memangsamu." Gibran membesarkan suara nya agar terdengar oleh Vita. ia ingin melihat bagaimana reaksi perempuan itu.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2