Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
part 32


__ADS_3

KEDIAMAN TUAN BIMA


PLAKK!!!


Begitu suara tamparan keras dari tuan Bima, setelah tuan Zafano menceritakan semuanya kepada nya. Dia begitu penuh emosi, dirinya benar - benar sudah tidak bisa harus berkata apa - apa lagi.


"kamu padahal sudah berjanji sama ayah akan menjaga Abe tapi apa yang kamu lakukan padanya?!!" teriak tuan Bima dengan penuh emosi.


Gibran hanya menundukkan kepalanya dan terdiam merasa bersalah, "Gibran jawab pertanyaan ayah?!!!!" teriaknya lagi.


Mama Ratna yang berada disana hanya menenangkan suaminya, "sabar yah, sabar" ucap mama Ratna dengan mengelus - elus bahu suaminya.


"maafkan gibran yah, gibran bersalah seharusnya gibran mengatakan sebenarnya dulu sebelum membuat keputusan..." ucapnya dengan bersimpuh di hadapan nya tanpa menatap tuan Bima.


"percuma kamu meminta maaf, semuanya sudah terlambat..." ucap tuan Bima dan terdiam sejenak.


"Untuk saat ini jangan pernah dulu menemui Abe, ayah akan membawa nya pulang kerumah dan merawat nya sampai sembuh" ucap tuan Bima.


Gibran yang mendengar nya tidak sanggup jauh dari Abe, "jangan bawa Abe pergi, kumohon jangan yah..." ucapnya dengan meneteskan air matanya.


"Itu hukuman buatmu karena kamu telah mengkhianati Abe selama ini!"


"aku bisa jelaskan yah,"

__ADS_1


"tidak perlu lagi, kamu mau menjelaskan nya lebih baik sekarang juga kamu pergi dari hadapan saya... jangan pernah datang kerumah ini lagi sebelum kamu saya panggil, mengerti!" ucap tuan Bima tegas.


Gibran benar - benar malu dan bersalah, ia tidak bisa menjaga janji nya dengan keluarga nya selama ini. Seandainya dulu dirinya tidak meminta untuk Amira mencoba bertunangan dengan nya mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Apalagi sekarang hidup nya semakin hampa tanpa Abe disampingnya.


Padahal dirinya baru saja memulai tertarik dengan Abe tapi kenapa dirinya begitu sakit banget ditinggalkan oleh Abe.


Dirumah sakit...


"Abe, bangun nak ini mama..." ucap nyonya Adelia mengenggam tangan Abe sambil meneteskan air matanya.


"bangun Abe, ayo bangun... mama ingin dengar suara kamu..." ucap nyonya Adelia.


"hiksss... hiksss... hiksss... Abe bangun" ucapnya.


"permisi, apa keluarga dari Abe bisa keluar sebentar kami mau memeriksanya?" ucap seorang dokter datang bersama satu perawat dibelakang nya.


Diluar sudah ada tuan Zafano, varrel yang tiba - tiba mendengar kabarnya, dan Ryan.


Varrel dan Ryan yang mengetahui semua ini benar - benar tidak habis pikir dengan sifat saudara nya dan sahabat nya itu.


3 hari kemudian...


Abe sudah siuman semua orang yang berada disana begitu senang bahwa Abe telah siuman.

__ADS_1


mama Ratna mendekati anaknya, ia mengelus - elus rambut Abe dengan lembut.


"Abe, mama senang melihat kamu sudah siuman..." ucap mama Ratna.


"ma, semuanya makasih ya sudah mau jagain Abe selama koma" ucap Abe dengan tersenyum.


"sama - sama," ucap nyonya Adelia.


Saat rumah sakit begitu sepi, tidak ada pengunjung yang datang menjenguk Abe ketiga temannya datang kesana membawa begitu banyak makanan dan buah - buahan mereka begitu bar - bar melihat Abe tiba - tiba siuman.


"Abe aku kangen banget sama kamu" ucap Indri dengan memeluk erat tubuh Abe sampai Abe menahan nafas nya.


"Indri cepat lepaskan pelukanmu dari Abe, itu Abe nya ngak bisa bernafas" ucap Alya yang melihat Abe menahan nafas nya dengan pelukan Indri begitu erat.


"maafkan aku Abe, aku benar - benar kangen banget sama kamu..." ucap Indri memengang tangan Abe.


Abe hanya tersenyum...


"oh, ya Abe kami membawakan buah - buahan sama makanan kesukaan mu nih, " ucap citra sembari memberikan kantong plastik besar kepada nya.


"kalian ini sampai bawa makanan segala, tapi makasih banyak ya..." ucap Abe tersenyum senang kepada ketiga sahabatnya.


"sekarang kita berpelukan," ucap Alya dengan tersenyum memperlihatkan gigi rapihnya itu.

__ADS_1


Mereka saling berpelukan, begitu sayangnya mereka kepada Abe.


jangan lupa like setelah membaca 🙏😘


__ADS_2