
"Aku diterima kok tapi--- " Abbey memutus ucapannya membuat Clarissa mengerutkan keningnya penuh tanya.
"tapi apa..?"
"tapi aku akan dites selama 1 bulan."
"Bagus dong. Selamat ya." Clarissa memeluk temannya itu.
"bukan itu saja. Masalah nya mereka akan mengetesku diperusahaan diindonesia, dipusatnya, lalu kembali lagi ke Inggris." Tutur Abbey penuh penekanan membuat nya binggung.
"Maksud mu kamu akan kerja diindonesia selama beberapa hari dan akan kembali kesini lagi!" seru Clarissa.
"Iya. tapi aku harus memberikan mereka keputusan. jika tidak aku akan kehilangan pekerjaan ku." Ucap Abbey ia terduduk disofa ruang tamu.
"Lalu bagaimana keputusan mu."
"Entahlah. aku tidak tahu, nanti aku akan pikirkan."
"Oh ya aku ingin menemui gibey dulu. kamu kembalilah kekamar. terima kasih sudah menemani gibey." Ucap Abbey dan Clarissa mengganggukan kepalanya setelah nya Abbey menaiki tangga menemui putranya.
••
Abbey tersenyum melihat putranya tertidur begitu sangat nyenyak dan ia mengelus wajah putranya itu dengan lembut.
__ADS_1
"Sayang mom. begitu sangat tampan jika tertidur, sama seperti dadmu." Tiba - tiba air mata Abbey menetes mengingat kenangan nya bersama gibran.
"Andai kamu tahu nak, dad mu masih hidup." Ucap Abbey masih mengelus wajah putranya itu dan ingin mengecup keningnya.
Tiba - tiba tangannya dipegang oleh seseorang dan tangan itu begitu lembut.
"Mom." itu gibey.
"Gi... Bey ka..mu udah bangun sayang?" tanya Abbey terbata - bata. Ia takut jika perkataan nya barusan akan terdengar ketelinga putranya.
"Gibey tau mom. dad masih hidup, tapi kenapa mom menyembunyikan ini dali gibey." Mata bocah laki - laki itu kini berkaca - kaca.
Mata Abbey begitu menatap wajah putranya sayu. Ia tidak tahan membendung tangisnya, seakan air mata itu ingin tumpah.
"Maafkan mom ya sayang. mom belum bisa memberitahukan yang sebenarnya." Ucap Abbey memeluk putranya itu dan air matanya sudah menetes membasahi pipinya.
"Iya mom ngerti sayang. mom gerti tapi ini bukan waktu nya, nanti jika kamu sudah besar mom akan cerita." Ucapnya kini tangannya menahan dada nya yang terasa nyeri.
"Mom kenapa? mom tidak apa - pa." gibey khawatir dengan keadaan momnya.
"ti...dak sayang. oh ya mom beliin es krim buatmu."
"tidak mom, gibey pengen tidur lagi tapi dipeluk sama mom. gibey kangen sama mom, tadi mom tinggalin gibey."
__ADS_1
"oh anak mom. ayo kita tidur." Ucap Abbey kini ia ikut membaringkan tubuhnya disamping putranya menyelimuti nya dan memeluknya penuh rasa cinta.
••
"Tuan kami sudah menerima beberapa interview kerja para calon karyawan dan ini data - datanya." Ucap seseorang pria seumur 40 tahunan.
Pria itu pun membuka berkas itu dan memperlihatkan beberapa foto - foto calon yang akan menjadi karyawan di perusahaan nya tetapi semuanya perempuan.
"Bagaimana tuan, apa pekerjaan saya tidak salah lagi kan tuan? jika iya saya akan mengulangi nya lagi." tanyanya ketakutan.
"Kerja bagus." Ucapnya menyunggingkan senyuman nya.
Ini yang ia cari - cari setelah sekian lama. Perempuan yang akan ia jadikan, pemuas hasrat nya setiap hari. Selain ia ingin memperkejakan karyawan ia ingin menjadikan salah satu karyawan nya yang ia anggap cantik dan seksi dimatanya akan ia jadikan wanita simpanan nya.
Tetapi ada satu wanita membuat nya tertarik, tetapi sayang foto nya sedikit memblur jadi susah ditebak.
"Saya mau yang ini. suruh dia menemui saya besok siang." titah gibran menunjuk kearah foto yang ada diberkas yang ia pegang itu. Ya lelaki itu gibran, siapa lagi suami dari Abbey Elizabeth Taylor.
"ba...ik tuan." Ucapnya.
"Saya permisi."
****visual gibran dewasa****.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️