Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 16


__ADS_3

Hari semakin malam, ayah Zeen dan mama ratna pamit untuk pulang.


"zaf, Adel, kami pulang dulu ya..." pamit ayah Zeen.


"oh, ya hati - hati dijalan ya..." ucap tuan Zafano dan mereka saling berpelukan.


"nyonya ayse kami pulang dulu ya," ucap ayah Zeen kepada nenek Ayse.


"kalian tidak nginep disini dulu selama beberapa hari, jadi sepi nih rumah..." ucap nenek Ayse.


"lain kali pasti kami akan menginap," ucap mama Ratna.


"sayang... mama sama ayah pamit pulang," ucap mama Ratna mengecup kening Abe.


"gib, ayah titip Abe ya... jaga dia dengan baik, kalau dia nakal marahin saja dia... ayah tidak melarang mu untuk memarahinya" ucap ayah Zeen.


"pasti om, eh ayah... pasti Gibran menjaga nya dengan baik, ya kan Abe..." ucapnya dengan sedikit menyenggol lengan Abe.


"ya, yah" ucap Abe terpaksa.


setelah ayah Zeen dan mama ratna pergi,,,


"sayang kalian istirahat sana dikamar... kasihan Abe seperti nya dia capek..." jelas nyonya adelia.

__ADS_1


"ya, ma" jawab gibran.


"ayo, kita istirahat..." ucap gibran sambil menarik lengan Abe.


Gibran yang sudah berlalu keatas diikuti Abe dari belakang. seketika tatapan Ryan tertuju kepada Abe ia begitu masih merasa tidak percaya dengan semua ini. tiba - tiba seorang Abe menikah dengan gibran. padahal saat pertemuan pertama nya dengan Abe pandangan nya membuat nya jatuh cinta dan tertarik kepada Abe tetapi saat ia tahu bahwa Abe adalah gadis yang telah dijodohkan dengan gibran membuat nya tidak ada harapan untuk mendapatkan cinta seorang Abe.


"Abe, semoga Lo bisa mendapatkan kebahagiaan bersama Gibran," batinnya.


Gibran menutup pintu kamarnya, dia duduk di kursi panjang di samping kasurnya sedangkan Abe duduk diujung kursi tepat Gibran duduk berjauhan dengan Gibran. Mereka terdiam canggung tanpa berbicara sepatah katapun.


Dalam beberapa detik Gibran bangun dari tempat duduknya dan menuju kekamar mandi untuk mengganti pakaian nya. Saat itu Abe berusaha memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari kamarnya. Tetapi beberapa pelayan menghalangi Abe untuk keluar dari kamarnya.


"nona muda tidak bisa keluar kamar dulu selama semalam penuh, jadi untuk sementara saya akan mengunci pintunya" jelas kepala pelayan.


Abe melihat - lihat pintu kamar mandi terus - menerus dan ia begitu binggung.


"apa yang harus aku lakukan sekarang, jika dia keluar... aduh Abe cepat lakukan sesuatu dong" batinnya."


tiba - Tiba Abe memikirkan sesuatu, "hah, gue pura - pura tidur aja" ucapnya berlalu merebahkan tubuhnya di ranjang yang empuk itu tanpa melepaskan gaun nya.


Gibran yang baru selesai ganti baju dan kembali ketempat tidur, melihat Abe yang sudah tertidur pulas masih dengan gaunnya.


Gibran mencoba untuk menjailinya, ia naik keatas ranjang dan tidur disamping Abe... dengan Abe yang membelakanginya. Abe yang masih dalam keadaan pura - pura tertidur membalikkan badannya yang merasa sangat pegal. Ia membuka matanya perlahan dan terkejut tiba - tiba saja Gibran sudah ada didepan matanya dan mereka saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


"haaaaa...." teriak Abe dan berusaha bangun dari tempat tidurnya. Tetapi Gibran malahan mendekati Abe dan memeluk nya dengan erat tanpa memberikan nya celah untuk kabur.


"lepaskan, lepaskan gibran" ucap Abe


"tidak, sebelum kita malam pertama..." goda Gibran.


Abe menjadi takut dan berusaha turun dari tempat tidur tetapi pada akhirnya mereka terjatuh kebawah lantai. Abe berada di bawah sedangkan gibran diatas.


Abe makin panik dengan posisi nya, wajah mereka sangat dekat. mereka saling memandang sebentar, "awas gibran aku ngak bisa nafas nih," ucap Abe dengan polos nya.


Abe mendorong tubuh Gibran menjauh dan berusaha berdiri. Ia berlari menuju kamar mandi dan Gibran terduduk di kasur nya.


"dasar cewek aneh," ucapnya dengan mencium bau lengannya, menempel parfum Abe gunakan pada tubuhnya.






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2