
Abbey sedari tadi masih saja menghindari gibran Tetapi untungnya gibran tidak menanyakan apapun kepada nya hanya sibuk terhadap leptopnya mengerjakan beberapa tugas sekolah yang perlu diselesaikan. Abbey pura - pura tertidur sebenarnya ia sedari tadi belum saja bisa tidur.
"Kenapa dia lama banget ngerjain tugasnya, menyebalkan."
"Tapi kalau dia sibuk aku bisa bebas dari nya, bagaimana jika nanti ia menanyakan tentang Ryan bisa ngawat. lebih baik aku cepat - cepat tidur" Batinnya.
Keesokan harinya dikediaman tuan Zafano, sepasang suami istri itu akan berangkat ke sekolah seperti biasanya. Gibran jalan terlebih dahulu menuruni tangga dan Abbey seperti biasa berjalan di belakang.
"Apa dia lupa dengan kejadian kemarin malam?" Batin Abbey.
Gibran tiba - tiba berhenti dan Abbey tak memperhatikan menabrak gibran. Abbey kesal sekali dan marah pada gibran yang tiba - tiba berhenti tanpa memberitahunya.
"Nak, mama mau berbicara sama Abbey boleh?" Tanya nyonya Adelia yang menghampiri nya.
Tanpa basa basi gibran pun mengiyakan nya dan berlanjut meninggalkan mereka disana.
Abbey menundukkan kepalanya merasa tidak nyaman berduaan dengan mama mertuanya.
Mama mulai pembicaraan nya dengan berkata. "Mulai sekarang Abbey harus mengikuti les private bahasa Inggris jadi hari ini kamu ngak usah dulu kesekolah." Abbey begitu kaget mendengar bahasa Inggris.
__ADS_1
"Bahasa Inggris?"
"Ya, sebentar lagi gurunya akan datang kamu persiapkan diri kamu ya." Ucap nyonya Adelia meninggalkan Abbey sendirian disnaa.
Abbey begitu tidak suka dengan bahasa Inggris karena baginya belajar bahasa Inggris itu tidak mudah. Memang sih ia tahu artinya tapi ia tidak mudah mengucapkan nya langsung. Benar - benar membosankan baginya.
"Yah Ngak dapat ketemu teman - teman dong." Gumam Abbey kesal dengan menghentakkan kakinya dengan begitu keras sampai kakinya kesakitan.
Abbey tidak jadi sekolah, ia belajar private dirumah. kali ini belajar bahasa Inggris dan gurunya juga sudah datang. Mereka belajar diruang keluarga yang menampakkan taman - taman bunga dari luar.
Abbey kini sudah duduk disofa sedangkan guru yang mengajarkan nya berdiri didepan nya dengan papan alat tulis kecil disana.
Abbey punya ide, ia mencoba mengerjai guru private nya itu agar kesal kepada nya.
"What is your name?"
Abbey sebenarnya bisa menjawabnya tetapi ia tidak mau mengatakan nya tetapi ia malah menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu dengan mengerutkan keningnya seakan - akan binggung dengan pertanyaan nya itu.
Sampai - sampai berkali - kali gurunya itu mengatakan pertanyaan yang sama, tetap aja tidak bisa dijawab sampai gurunya naik darah dibuat nya.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak bisa menjawab nya my name is nama kamu sendiri siapa?"
Abbey ikut mengatakan apa yang dikatakan oleh gurunya barusan tetapi ia tak menyebutkan namanya malah dia mengikuti semuanya. Membuat gurunya menjadi kesal dan berlalu pergi.
Abbey melihat kepergian gurunya itu dan berdiri dari tempat duduknya. "Hahaha, kasian deh lo... gitu aja marah." Abbey menertawakan gurunya dengan begitu senang.
"Ternyata ngerjain guru itu mudah ya, tapi itu perbuatan yang tidak baik. Ah ngak apa - apa cuma sekali, emang enak. Mama sih ngapain juga nyuruh aku belajar bahasa asing emangnya aku mau jadi istri presiden apa?" kesal Abbey ia berlalu pergi meninggalkan ruang keluarga itu menuju kekamar nya.
Sementara disekolah gibran tidak sengaja bertemu dengan Amira. Tatapan mata gibran tidak sengaja tertuju kepada tangan kiri Amira yang dibalut dengan perban.
"Ada apa dengan tanganmu, kamu terluka?" tanya gibran.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️