Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 8


__ADS_3

Malam hari telah tiba...



Ryan dan ibu nya Merina tiba dirumah baru mereka yang akan dihuni.


Diruang tamu Ryan sedang membaca buku kesukaan nya, ia begitu hobi sekali membaca buku sama halnya dengan Alya. Tetapi perbedaan nya Ryan suka membaca buku sedangkan Alya hanya membaca novel.


"nak, apakah kamu ingin bertemu dengan saudara sepupu mu Gibran hari ini?" tanya ibu Merina yang berjalan ke arahnya.


Ryan yang membaca buku hanya mengeleng - ngelengkan kepalanya, "malas Bu, mending Ryan menghabiskan baca buku dirumah aja" jawabnya.


"ya, udah kalau gitu ibu... kedapur dulu mau masak makanan kesukaan mu" katanya berlalu meninggalkan ryan diruang tamu sendirian.



Ryan alveno Vallen adalah anak mendiang dari pewaris tunggal keluarga Zafano Pratama yang pertama yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Selain itu Ryan adalah sepupu dari Gibran Baron Alexi.


---_---


❤️❤️


Dikediaman keluarga tuan Bima Satria putra


Rumah yang begitu megah dan mewah terlihat mama Ratna dan ayah Zeen sedang berbicara dengan bibi Emily yang tinggal dirumah mewah itu.


"bagaimana apakah kakak sudah memberitahu tentang rahasia itu kepada abbey?" tanya bibi Emily.


"belum, aku belum siap untuk mengatakan kebenarannya kepada Abbey," jawab ayah Zeen.


"terus sampai kapan kakak akan menyembunyikan ini semua kepada Abbey? dia harus tahu siapa sebenarnya keluarga nya" ucap bibi Emily.


ayah hanya terdiam, "bagaimana kalau dihari ulang tahun Abbey saja kita umumkan?" saran mama Ratna.


"benar kata kak Ratna, itu hari yang pas buat mengungkapkan identitas nya," komentar bibi Emily.


ayah Zeen terdiam dan mencerna saran dari mama Ratna, "ada benarnya juga sih," batinnya.

__ADS_1


"baiklah aku akan mencobanya," ucap ayah Zeen.


ayah Zeen melihat jam tangannya menunjukkan pukul setengah delapan malam, "ya, udah kalau gitu seperti nya kami harus pulang..." pamitnya.


"ya udah, jangan lupa untuk balik lagi kesini besok" kata bibi Emily.


"pasti kami akan kembali kesini, oh ya kami titip Momo ya hari ini..." kata mama Ratna.


bibi Emily hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa jam kemudian Abbey duduk diruang tamu menunggu orang tuanya pulang dan disana masih ada pak Hamid. suara bell rumah nya berbunyi, "Ting tong"


Abbey yang mendengar suara bel rumah nya berbunyi langsung saja membuka pintu, "tunggu sebentar," ucapnya.


"oh, mama, ayah sudah pulang" ucapnya.


mama Ratna masuk kedalam diikuti ayah Zeen, mereka melihat seseorang paruh baya duduk disofa ruang tamu "Abbey, kamu ada tamu ya" ucap mama Ratna.


"ya, ma... maaf Abbey tidak meminta izin dulu, tapi Abbey bisa jelasin" ucap nya.


dalam beberapa menit mama Ratna dan ayah Zeen sudah duduk di ruang tamu bersama pak Hamid sedangkan Abbey sudah berada dalam kamarnya istirahat karena besok ia harus sekolah.


Mama Ratna dan ayah Zeen saling memandang satu sama lain, kaget "hah, menjodohkan putri kami?" ucap mereka bersamaan.


"bisa dijelaskan lebih detail lagi? kami belum mengerti?" tanya ayah Zeen.


"sebenarnya mendiang tuan harision putra dan mendiang dari ayah anda dulu adalah sahabat... mereka telah membuat janji untuk menjodohkan putra putrinya atau cucunya" jelasnya.


2 hari kemudian


ayah Zeen dan mama ratna harus menjelaskan tentang perjodohan itu kepada Abbey. Tetapi ia hanya takut jika Abbey sampai menolak perjodohan itu.


pagi harinya abbey akan berangkat sekolah, "nak, sini sebentar" panggil ayah Zeen dan mama ratna yang duduk di ruang tamu.


"ada apa yah?" sautnya. berjalan kearahnya.


"duduk dulu nak," ucap mama Ratna menepuk - nepuk sofa disampingnya.

__ADS_1


"apa kamu mau menikah?" tanya ayah Zeen dengan hati - hati.


"hah, menikah? ayah aku ini masih SMA loh, masa muda - muda menikah? boro - boro nikah punya pacar aja belum" Jawab Abbey dengan kesal dengan pertanyaan ayahnya.


ayah Zeen menghela nafasnya, "ayah akan menjodohkanmu," celetuk nya tanpa berpikir lama - lama.


Abbey kaget dengan perkataan ayahnya, "apa?!


menjodohkanku? ayah sudah gila ya? Abbey ngak mau!" ucap nya berdiri dari tempat duduknya.


mama Ratna menghela nafasnya dan mendekati Abbey, "nak, ayo duduk dulu"


"ma, Abbey ngak mau dinikahin" rengek Abbey.


"sebenarnya ini permintaan mendiang kakekmu, jadi kamu turuti saja ya? kamu sayang kan sama kakek?"


"tapi ma, Abe masih mau sekolah dan Abbey ingin meneruskan cita - cita Abe" jawabnya dengan wajah memelas.


ayah Zeen berdiri dari tempat duduknya, "pokoknya kamu harus menikah titik!" ucap ayah Zeen dengan tegas meninggalkan nya masuk kekamar nya.


Setelah perdebatan antara kedua orang tua dengan anaknya itu, Abbey masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur nya. Ia masih tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar dari Mulut ayahnya.


"hiksss...hiksss..."


Ia menangis disana, "aku berharap ini adalah mimpi... aku ngak mau dijodohkan, aku ngak mau! aku harap, bisa bangun dari mimpi buruk ini! hiksss..."







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak 🤍

__ADS_1


__ADS_2