Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 101


__ADS_3

Abbey membaca semua pesan - pesan chating grup temannya itu. Ia begitu senang hati nya yang tadinya merasa gelisah kini kembali normal. Ia begitu merindukan sosok ketiga sahabatnya, padahal belum seminggu tidak bertemu ataupun berpisah.


Iya... iya aku kangen banget sama kalian semua. maaf aku sibuk belakangan ini, aku kangen banget sama kalian..


kalian bagaimana kabar nya? – Abbey


Astaga Abbey kita berkali - kali menghubungi mu dan sekarang kamu menghubungi kita..? – Citra


Jahat kamu sama kita! mentang kamu sudah punya teman baru,, kamu pergi dari kita.🥲 – Alya


ihhh Kalian kenapa berbicara seperti itu,, aku kan sudah bilang aku itu sedang sibuk... maaf kalau gitu🥲 –abbey


Kamu jangan masukin kehati kali Abbey..😅 kita itu cuma bercanda. –Indri


...•••••••••...


"Abbey!" Lisa melambaikan tangan dari kejauhan. Ia sendirian duduk di taman samping sekolah.


Abbey membalas lambaian nya dengan cepat ia berlari ketempat nya berada.


"Lis, tumben sendirian aja.. dimana Lea?" Clingak clinguk mencari keberadaan temannya yang super duper pendiam itu yang ia baru kenal teman barunya.


"Ohh, itu Lea katanya sih dia ngak masuk hari ini.."


"loh kok dia ngak bilang apa - apa? terus dia kenapa ngak masuk?"


Lisa menaikkan kedua bahunya, "Ngak tahu tuhh.." Ia membuka lembaran buku yang ia sedang baca itu satu persatu.

__ADS_1


"Lisa,, nanti bisakah kamu antar aku keruang kepala sekolah.?" Tanya nya ragu.


dahi Lisa mengerut., "Ngapain? ngak biasanya.."


Ia masih membaca bukunya.


"Aku mau meminta izin beberapa hari ini untuk tidak sekolah, soalnya aku pengen pulang ke Bandung selama beberapa hari.. rasanya bosan banget kalau ngak ada mama disini."


"Dong jadi nya kesepian aku tanpamu,?" Lisa mulai menutup bukunya memasukkan nya kedalam tasnya. Wajahnya mulai sedih.


"Kan masih ada Lea, kamu masih bisa main sama dia kan,,"


"kalau dia sekolah,," Abbey kembali berdiri dari tempat duduknya. "Udah ayok anter aku bentar.." Menarik lengan Lisa yang mulai males bangun.


Mereka menuju ruangan kepala sekolah, yang entah Abbey tidak tahu.


"Gue ngak tahu tempat ruang kepala sekolah... kamu tahu ngakk?" tanya Abbey balik.


Lisa mulai Cegegesan dan tampangnya aja Abbey sudah bisa menebak nya. "Sudahlah kita coba tanyakan ke siswa lainnya..." Ucap Abbey mulai pasrah.


Lisa aja yang sudah sekian lama sekolah disana aja ngak tahu tempat ruang kepala sekolah.


...•••••••••...


"Al gue mau ngomong sesuatu sama Lo boleh?" vita sigadis yang telah pernah deket dengan Al selama ia syuting bertahun - tahun.


Al yang sedang duduk di kursi melingkar itu dengan satu meja melingkar ditengahnya itu menoleh kearah nya.

__ADS_1


"Hm,, ngomong aja gue dengerin kok..." Ucapnya sambil ia masih mengotak - Atik ponselnya entah apa yang ia ketik.


"tapi ngak bisa disini gue maunya diluar aja... boleh kan?"


"Ya udah deh.. cepetan yah. soalnya sebentar lagi gue bakalan ada pemotretan lagi sekali." Ujarnya langsung saja ia berjalan mendahului Vita.


Setelah diluar mereka duduk ditaman samping dekat dengan parkir mobil. "Cepat katakan apa?"


Al mulai duduk di kursi taman dengan menyilangkan kakinya. diikuti oleh vita duduk disampingnya berjarak 1 cm.


"Gue.. gue mau bilang kalau... gue mau... ngungkapin perasaaan gue,," Ujarnya dengan nafas yang tertahan.


"Ah, perasaan Lo?" Al mulai kebingungan.


"Ishh, maksud nya gue suka sama Lo.."







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2