Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 66


__ADS_3

Abbey melihat pemandangan gedung - gedung hotel yang begitu tinggi, besar dan mewah itu begitu terpesona. Ini pertama kalinya ia masuk ke hotel yang begitu mewah dan tempat itu pemilik perusahaan terbesar dan ternama tetapi masih ditutupi siapa pemilik hotel itu dan kini yang tidak diketahuinya pemilik hotel itu pun yang telah membantu Amira dengan biaya ulang tahun yang akan diselenggarakan nya.


"Ayo kita masuk..." Ucap gibran dengan mengandeng lengan Abbey menuntunnya untuk masuk kedalam hotel itu tepatnya di lantai 15.


Mereka naik lift menuju ke lantai 15 setelah mereka berada diatas semua tamu yang diundang sudah begitu ramai, begitu perusahaan ternama diundang begitu pun sebaliknya dari perusahaan tuan Bima juga.


"Amira selamat ulang tahun ya... ini kado untuk mu maaf hanya bisa memberikan kado kecil..." Ucap Abbey memberikan kado kotak kecil yang entah isinya apa? Amira menerimanya.


"Tidak apa - apa..."


"Oh ya gibran tidak membawakan ku kado juga nih..." Ucap Amira.


"Nih, kado dari ku..."


"Makasih..."


"sayang kita duduk disnaa aja yuk..." Gibran menarik lengan Abbey ingin cepat - cepat jauh dari Amira.


Amira menatap nya dengan begitu kesal, marah, cemburu, dan emosi.


"Kenapa harus begini sih? Seharusnya gibran menikah nya sama aku... andai dulu aku menerima lamaran nya mungkin aku kini yang bersanding dengan nya..." Batin Amira kesal.


...


Kini karena semua tamu undangan sudah berdatangan, acara pembukaan dilaksanakan oleh paman Amira.


"baiklah semua nya terima kasih banyak karena telah datang ke acara keponakan saya... dan sekarang acara pemotongan kue nya akan dimulai."

__ADS_1


Setelah acara pemotongan kue kini suapan pertama yang ia berikan kepada pamannya setelah itu.


"Sebelum penyuapan kedua apa boleh aku meminta izin kepada Abbey terlebih dahulu..."


Abbey begitu kaget ada apa meminta izin pada dirinya?


"Hah aku..." Tunjuk Abbey kepada dirinya sendiri.


"Hmm..."


"Aku mau minta izin apa boleh aku... menyuapi Gibran sebagai penyuapan kue kedua...?"


Abbey terkejut dengan permintaan Amira dan gibran dengan Abbey saling memandang antara satu sama lain.


Abbey pun tersenyum... "Baiklah... aku bolehkan.."


Setelah selesai acara pemotongan kue dan peniupan lilin suap menyuap kini semua bertepuk tangan.


Abbey yang kini ingin konser nyanyi dengan Ryan membuat gibran yang menonton nya hanya mengumpat kesal.


"Hari ini karena hari ulang tahun teman kita Amira maka saya Abbey dengan Ryan akan menyanyikan sebuah lagu untuk Amira beri tepuk tangan dulu..."


Prokk prokkk


Semua orang bertepuk tangan dengan memeriahkan acara itu.


Tetapi Amira yang berada tak dari kejauhan merasa ini kesempatan nya untuk mendekati gibran.

__ADS_1


"Gibran, ikut aku sebentar..." Amira menarik lengan gibran secara paksa.


"Kamu mau bawa aku kemana?" Ucap gibran.


"Nanti kamu akan tahu, cepatlah..."


Mereka menaiki lift itu menuju ke lantai 23 dimana letak nya atap hotel.


"Kamu ngapain ngajak aku kesini?"


"Aku hanya ingin berduaan sama kamu..." Ucap Amira yang tiba - tiba memeluk gibran.


"Amira lepaskan! kamu apa - apaan sih? aku kan sudah bilang aku itu sudah menikah... kamu lupakan aku.."


"Kamu kira dengan melepaskan mu begitu saja mudah apa? Aku sudah berusaha melupakan mu tapi kamu masih ada dibayang - bayang ku terus..."


"Kalau gitu kamu kembali ke Inggris kota asalmu itu..."


"Aku ngak bisa jauh dari mu.. aku hanya ingin selalu bersama mu gibran!" Amira kembali memeluknya.





__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2