Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Ch 220


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Abbey dengan cepat melepaskan pelukan gibran dari balik punggung nya dan sedikit menjauh dari gibran dan kini ia tersenyum kikuk terhadap siapa yang datang.


"Maaf aku mengganggu kalian, aku permisi sebentar..." Ucap Clarissa yang ingin keluar kembali membalikkan punggung nya.


"Eh clar kamu diam disini saja.. ta..di itu, kamu jangan salah paham a..ku lagi--"


"Sudah Abbey bisa aja kali, namanya aja suami istri biasa.." Clarissa memotong pembicaraan Abbey dengan santai, ia mendudukkan dirinya dikursi tepat samping gibey.


Abbey pun juga berjalan memilih berdiri disamping Clarissa dan gibran berdiri disamping Abbey tidak lupa diam - diam ia menyentuh tangan Abbey tetapi selalu ditepis oleh Abbey.


Sehingga Abbey kewalahan dan ia mencubit pinggang gibran dengan begitu keras.


"Aw, shitt.. sakit!" seru gibran.


Abbey dan Clarissa menoleh ke arah gibran yang berteriak. "Ustttt gibran kamu bisa bangunin gibey.. tahu ngak." Ucap Clarissa lembut takut gibey terbangun dan ia mengelus - elus rambut gibey lagi.


"Ini semua salah Abbey dia mencubit pinggang aku kan sakit.." Cibir gibran.


"Siapa suruh lasingan pengang tangan aku.. dasar suami mesum.." Kesal Abbey membuat Clarissa mengelengkan kepalanya.


"lebih baik kalian pergi ke taman belakang rumah sakit sana, kalau pengen romantis - romantisan.. disana sepi." Ucap Clarissa.

__ADS_1


"Kamu mengusirku clar, masa kamu ingin mengusir temanmu sih.." Abbey memayunkan bibir nya dengan raut wajah sedih.


"Bukan gitu Abbey, siapa tahu kalian pengen berduaan.. biar aku jaga gibey, kalian keluar dulu.. kencan gitu kek. lagian gibey sudah tidak apa - apa dia hanya perlu istirahat." Ucap Clarissa panjang lebar.


"Baiklah kalau begitu aku keluar dulu, ayo sayang.." Gibran menarik lengan Abbey begitu saja dan keluar dari ruangan itu.


Sementara Clarissa hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan dua pasangan suami istri itu yang telah menjadi orang tua.


"Oh ya aku sampai lupa, telpon kakak..." Clarissa mencari nomor kontak Ryan kakak kandungnya dan tanpa selang beberapa detik pemilik suara terdengar dari balik ponsel.


"Kak bisa cepetan sini kak, rumah sakit harapan keluarga..."


"Iya, kakak akan kesana."


"Uhh memang ya, semua orang hari ini menyebalkan.." Gerutu Clarissa dan tanpa ia sadari, sedari tadi semenjak ia berbicara dengan kakaknya gibey sudah bangun dari tidur nya. Ia mencoba mendekati telinganya pada telpon Clarissa yang kini sudah dimatikan.


"Astaga gibey!" seru Clarissa dengan memengang dadanya begitu kaget keberadaan gibey disampingnya.


"Hehehe, maaf ibey sedikit pengen guping.." Gibey Cegegesan dan ia kini mengubah posisi nya menjadi duduk bersila.


"Emang ibey tahu arti guping Hem...?" Clarissa mencubit pipi chubby gibey gemas.


"Kan diajarin Tante Isa sendiri.." Jawab gibey imut dan menampakkan gigi susunya yang kini sudah tumbuh.

__ADS_1


"Wah - wah udah pinter bicara ya sekarang.. udah gede nih berarti." Ucap Clarissa.


"Hahaha," Gibey pun tertawa dengan senang bahwa dirinya dikatakan sudah besar.


"Tante Isa, gibey pengen pulang.. bolehkan..?" Ucap gibey mengoyangkan lengan Clarissa memohon.


"Ehmm.. no, besok aja ya..? ini masih malam lihat tuh jam berapa..? " Clarissa menunjuk jam dinding pukul 01.00


"Lagian dokter belum konfirmasi bahwa gibey diperbolehkan pulang.. "


"Yah, padahal gibey pengen main sama momy and Dady.." Cemberut gibey.







Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2