
Flashback [pertemuan Amira dengan ibu Merina]
Disebuah restoran ibu Merina sedang menunggu kedatangan seseorang sambil menyeruput kopi panasnya yang telah ia pesan.
"Tante Merina!" panggil Amira dari balik pintu masuk restoran sambil melambaikan tangannya.
ibu Merina menoleh ke sumber suara itu, "akhirnya kamu datang juga Amira, lelah Tante menunggu" ucap ibu merina.
"bagaimana apa kamu sudah menemukan rencana itu?" tanya ibu Merina.
"sudah dong, rencana ini sangat lah membuat Tante dan aku beruntung" jawab amira.
"seperti apa? bisa dijelaskan secara detail?" tanya ibu Merina balik.
"ini ada hubungannya dengan gibran dengan istrinya itu, aku akan membuat ayah nya gibran mengetahui bahwa anak nya selingkuh dan gibran bisa kembali ke pelukan ku, nantinya gibran tidak bisa mendapatkan alih perusahaan dan digantikan oleh Ryan, bagaimana rencana ku bagus kan?" jelas Amira dengan wajah begitu licik.
"itu ide yang sangat menarik, tapi kita lihat saja nanti" ucapnya datar.
"oh ya, Tante juga ada kabar gembira untuk mu... dua hari lagi adalah acara ulang tahun hotel Puri, jadi kamu harus bisa membuat agar gibran tidak bisa datang ke acara itu dan hanya ada istrinya itu" jelas ibu Merina.
"tenang saja aku yang akan mengatur semuanya," ucap Amira dengan senyuman liciknya.
Abe dan gibran yang baru sampai hotel Puri langsung saja masuk ke dalam. Nyonya Adelia yang melihat kedatangan nya dengan istrinya begitu tersenyum kepada nya dan memeluk mereka berdua.
"oh ya, ma dimana papa?" tanya abe.
"papa lagi gobrol sama temen - temennya," ucap nyonya Adelia.
"ma, seperti nya hari ini perut gibran sering mules... Gibran ke toilet sebentar ya" ucap gibran dengan memengang perutnya.
"ya udah sana kamu ketoilet," ucap Nyonya adelia.
"Abe aku ke toilet sebentar," ucapnya dilanjutkan dengan anggukan dari Abe.
__ADS_1
"kamu sebenarnya tidak mules tapi hanya sebagai alasan untuk kabur dari acara ini, kan" batin Abe dengan menatap punggung suaminya berjalan menuju ke toilet.
"mama kesana sebentar ya," ucap nyonya Adelia yang berjalan pergi.
Ryan yang melihat Abe juga berada disana berdiri sendirian ia langsung saja mendekati Abe.
"Abe," bisik ryan.
Abe menjadi terkejut "astaga Ryan kamu ini bikin jantung aku copot deh," ucap Abe sambil memengang dadanya.
"tetapi kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Abe penasaran.
"tunggu sebentar aku ambilkan minum dulu,"ucap Ryan berjalan menuju ketempat meja yang dipenuhi begitu banyak minuman.
"nih," ucap nya dengan memberikan segelas minuman.
"apa ini?" ucap Abe dengan meminum nya langsung sampai benar - benar habis. Rasanya begitu pahit, ia belum tahu aja itu makanan bersoda.
"pahit banget," ucapnya.
Abe sehabis minum itu rasanya ia tidak bisa menopang tubuhnya, sampai dia ingin terjatuh.
"Abe kamu ngak apa - apa?" ucap ryan menangkap tubuh nya kepelukannya. Untung saja disana tidak ada kedua mertuanya.
"seperti nya kepala ku pusing, aku ingin pulang" ucap Abe dengan tubuh begitu sempoyongan.
Ibu Merina yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum, sebenarnya itu adalah bagian dari rencana ibu Merina agar Ryan bisa mendekati Abe dan membuat kesalah pahaman antara mertuanya dan menantunya, tetapi sayangnya mereka sedang membicarakan masalah hotelnya itu dengan tamu nya.
gibran yang masih dalam toilet berusaha mencari jalan keluar dari sana tetapi tempat itu begitu tertutup karena ruangan itu tepat berada ditengah - tengah hotel.
"bagaimana ini? apa gue ngak usah kesana ya?" batinnya.
"tapi gue begitu kasihan padanya, pasti Amira sedang menunggu gue disana," batinnya.
Seseorang tiba - Tiba masuk kedalam toilet ia berdiri didepan cermin dan memperbaiki dasinya. Ia berpura - pura tidak menatap seseorang disampingnya, tetapi gibran menyadari seseorang disampingnya itu.
__ADS_1
"Axel, Lo Axel kan?" tunjuk gibran kepada pria yang seumuran dengan nya.
seseorang itu menatap gibran tak asing baginya dan mengingat - ingat "eh, gibran? astaga ini beneran Lo," ucap axel memberikan pelukan kepada nya.
"dari mana aja Lo ngak pernah menampakkan wajah selama 3 tahun?" ucap axel.
"gue sekolah diluar negeri," ucap gibran.
"ngomong - ngomong selamat ya atas pernikahan Lo, gue tadi denger dari bokap Lo" ucap axel.
"makasih,"
"gibran!" teriak seseorang yang tiba - tiba masuk kedalam dan berteriak memanggil namanya.
"ada apa?"
"cepetan cari istri Lo, seperti nya istri lo gue lihat pingsan tadi di bawa pergi oleh Ryan sama Tante merina" ucapnya dengan panik.
Gibran membulatkan matanya "apa?"
"kalau gitu gue susul dulu, makasih sudah memberitahu gue" ucapnya berlalu pergi meninggalkan nya.
gibran benar - benar ia tidak suka jika Abe disentuh oleh lelaki lain meskipun itu sepupunya hanya dirinya dan papanya saja yang boleh menyentuhnya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️
__ADS_1