
tok.. tok...
Abbey menghapus air matanya dan beranjak akan membuka pintu kamar nya karena terdengar seseorang mengetuk pintu nya.
Ceklek.."Ada apa?" tanya Abbey. yang ternyata pelayan dirumah itu karena ia menggunakan atribut pakaian pelayan begitu lengkap.
"Tuan menunggu di ruang makan ia menunggu nona untuk ikut makan malam." Ucap pelayan itu.
"Baiklah sebentar lagi saya akan kebawah. saya ganti pakaian dulu." jawab Abbey setelah kepergian pelayan itu dari kamar nya ia menutup pintu kamar nya dan tak terasa air matanya kembali mengalir.
"Ya Tuhan, apakah ini jalannya agar aku bisa pergi dari keluarga ku. aku ngak mau sampai kehilangan bayi ini. hanya dia kehidupan ku sekarang ini." gumam Abbey dalam hati.
Ia mengelus perutnya yang hampir membucit dan kini beralih menghapus air matanya yang semakin membasahi pipinya.
"Aku harus kuat. lagian masih ada yang peduli sama aku dari pada tidak ada satupun." Ucap Abbey berusaha menegarkan dirinya sendiri berlalu beranjak mengganti pakaian nya malam ini ia malas untuk mandi.
__ADS_1
Setelah itu ia pergi menuju ruang makan, disana sudah tersaji beberapa makanan sederhana.
"Bagaimana istirahat nya.? sudah mendingan?" tanya Azka yang sibuk memakan makanannya.
Abbey mulai duduk dari tempat nya berhadapan dengan Azka. "Iya," Jawab abbey singkat ia memaksa untuk tersenyum.
"Hmm... apa kau sudah memutuskan nya?" Tanya Azka basa basi ia tidak sabar dengan jawaban Abbey berikan tetapi hatinya mengatakan semoga Jawaban iya.
"Iya aku menyetujui nya. aku akan ikut kamu tinggal di Amerika mungkin ini jalan satu - satunya aku pergi jauh darinya." Ucap Abbey dengan mulai memakan makanan nya mencoba karena sedari tadi pagi belum makan apapun. Apalagi makanan yang dipesankan oleh Lisa tadi belum ia makan sama sekali.
Azka merasa senang dengan jawaban Abbey, "baiklah kalau itu keputusan mu, tetapi aku ngak mau tahu jika keputusan mu akan membawa penyesalan terhadap hatimu." Ucap Azka mencoba meyakinkan Abbey.
"Bagus. berarti besok pagi kita akan berangkat ke Amerika secepatnya sebelum mereka menemukan kita. aku sudah memesan tiket dua tadi sore." Ucap Azka tanpa ia sadari makanan nya kini sudah habis tak tersisa.
"Apa? kenapa harus secepat itu. apa tidak bisa seminggu lagi berangkat nya?" tanya Abbey ia begitu kaget. Ia mengira beberapa bulan atau dua Minggu lagi ternyata...? Ya sudah lah lebih cepat lebih baik.
__ADS_1
••
Dikursi kebesaran nya ibu Merina tertawa senang dengan semua ini. Rencana yang telah disusun dengan baik - baik kini berhasil tidak seperti sebelumnya selalu gagal. Selain itu ia baru mendengar bahwa Abbey telah menepati janjinya untuk pergi dari kehidupan gibran.
"Maaf ya Abbey. Tante harus merusak kehidupan kalian, karena Tante ingin Zafano merasakan penderitaan setelah apa yang telah ia lakukan pada suamiku sendiri." Ucap ibu merina menatap ponselnya disana terlihat foto pernikahan Abbey dan gibran beberapa bulan yang lalu.
"Kak Merina dimana kau!! cepat keluarlah!!!" teriak tuan Zafano dari luar gerbang rumah mewah itu yang kini dicegat oleh beberapa penjaga rumah untuk tidak masuk kedalam rumah itu kecuali jika ia utusan dari ibu merina.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️