
Keesokan harinya.
Gibran dan Abbey telah selesai bersiap - siap mereka akan segera ke rumah sakit karena subuh - subuh tadi gibey menelpon ingin segera menemui momy and Dady nya karena alasan kangen.
Karena Abbey terlalu bersemangat ingin bertemu dengan putranya membuat nya tidak melihat suaminya yang hanya bergelut dengan bantal guling nya dengan kaki bersila di atas ranjang nya.
"Kamu kenapa gib..?" Tanya Abbey ia sedang mengikat rambutnya yang terlihat sedikit susah.
"Nanti siang aja ya, jenguk gibey ya..?"
"Ngak, pokoknya aku mau ketemu gibey.. kalau kamu ngak mau ya aku bisa naik taksi sendiri perginya gitu aja repot.." Ucap Abbey sudah selesai mengikat rambutnya.
"Jangan, ya udah aku ikut.." Ucap gibran ia terpaksa menuruni tempat tidur nya dan ikut kerumah sakit menemui gibey.
Sebetulnya hari ini ia masih belum puas romantis - romnatisan dengan Abbey. Tapi mau bagaimana lagi putranya gibey ingin bertemu dengan nya, dengan paksa ia pergi kerumah sakit demi putranya dan Abbey.
••
Kini mereka ada dibawah dan tidak sengaja berpapasan dengan mama Adelia dan tuan Zafano yang sedang akan sarapan bersama diruang makan yang terhubung dengan ruang tamu.
"Kalian mau kemana rapi banget..? pagi - pagi sekali.." Ucap mama Adelia yang kini duduk didepan suaminya.
"Ayo duduk dulu, kita sarapan bersama.." Ucap tuan Zafano yang telah mulai sarapan.
Gibran dan Abbey pun saling memandang, tanpa ada suara dari mereka berdua.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kita sarapan terlebih dahulu." Ucap gibran ia terlebih dahulu duduk dikursi dan dilanjutkan dengan Abbey duduk didepan nya sama halnya dengan mama adelia.
Mereka pun saling sama - sama sarapan bersama disana tanpa ada suara diantara mereka tetapi itu semua membuat mama Adelia menjadi sedikit kaku diantara mereka.
"Ekhem.." Mama adelia berdehem.
"bagaimana dengan proses pembuatan cucu nya tadi malam berjalan dengan lancar..?" tanya mama Adelia tiba - tiba.
Abbey yang mendengar nya tersedak dengan makanan nya. "Uhuk, uhuk.." Dan itu menarik perhatian gibran dan menyodorkan nya segelas air putih.
"Ini minumlah.." Ucap gibran. Setelah Abbey meneguknya dan ia merasa lega.
"Bagaimana sudah mendingan..?"
"Ma, sudah gibran katakan.. mama tenang saja cucu mama akan ada hari ini.. mama siap - siap aja malam ini." Ucap gibran membuat Abbey, mama Adelia dan tuan Zafano hanya saling menatap dengan binggung.
^
^
Setelah selesai sarapan Abbey dan gibran meminta izin pada tuan Zafano dan mama Adelia akan keluar kencan pagi ini sebetulnya ia berbohong kepada kedua orang tua nya.
"baiklah kalau begitu kami pamit dulu ma, pa.." Ucap Abbey ia menyalami kedua tangan orang tua nya.
"tunggu dulu.. papa ingin memberitahukan sesuatu pada kalian berdua .." Ucap tuan Zafano menghentikan langkah mereka yang kini akan beranjak keluar rumah.
__ADS_1
"apa pa..?"
"Dua hari lagi, acara ulang tahun perusahaan... dan kamu Gibran antar istri mu ke salon keluarga, papa ingin mengenalkan istri mu ini pada semua orang termasuk memberikan hadiah istimewa untuk menantu papa ini."
"Baiklah, papa tenang aja.. kalau gitu gibran sama Abbey pergi dulu." Ucap gibran menarik lengan Abbey.
"Hati - hati dijalan nak! jaga Abbey dengan baik!" teriak mama adelia menatap punggung putra dan menantunya sudah berada dikejauhan.
"Sudah ma, papa juga pamit ya.. ada meeting dikantor.." Ucap tuan Zafano.
"Iya pa, papa hati - hati dijalan juga." Mama Adelia menyalami tangan suaminya.
tuan Zafano hanya menganggukkan kepalanya dan memberikan ciuman di kening istrinya.
•
•
•
•
•
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1