
Dikediaman tuan Zafano
Dikediaman tuan Zafano semua para pengawal - pengawal disana berderet di depan gerbang rumah tuan Zafano mereka menunggu kedatangan mobil untuk menjemput keluarga tuan Zeen. Keluarga tuan Zafano sudah berkumpul diruang keluarga, mereka berbincang - bincang. Makanan sudah tersaji begitu banyaknya di meja makan.
Tidak berapa lama terdengar suara rombongan mobil jemputan tuan Zeen.
"permisi tuan, rombongan tuan Zeen telah sampai," ucap salah satu pengawal.
tuan Zafano yang duduk disofanya langsung saja berdiri merapikan dasinya, "baiklah, kalau begitu kita bersiap - siap untuk menyambut nya..." ucap tuan Zafano.
"oh ya, Gibran mana? kok ngak kelihatan dari tadi sih..." ucap mama Adelia mencari - cari keberadaan nya.
""tuh anak Gilang terus, udah tau hari ini dia tunangan masih ngilang terus kebiasaan tuh anak," omel tuan Zafano.
"biar ryan aja yang cari... mungkin dia dikamarnya," ucap Ryan.
ayah zeen turun dari mobilnya dengan mama Ratna dan dilanjutkan dengan Abe. penampilan pakaian mereka begitu berwibawa, seperti dari kalangan orang kaya.
Tuan Zafano dan nyonya adelia sudah berada diluar berdiri diambang pintu menyambut kedatangan keluarga ayah zeen sedangkan yang lainnya dan nenek ayse berada didalam menunggu mereka.
"selamat malam tuan Zafano, nyonya adelia..." ucap tuan Zeen dengan saling menjabat tangannya.
"jangan panggil saya tuan, panggil saja saya Zafano... sebentar lagi jugaan kita bakalan jadi besan," ucap tuan Zafano ramah.
"ayo masuk," ucap mama Adelia.
"wah, besar banget rumahnya... seperti nya mereka keluarga dari kalangan paling kaya sedunia deh, andai saja keluarga ku seperti ini pasti ayah dan mama tidak kesusahan terus..." batinnya.
"ayo silahkan duduk," ucap nenek Ayse yang berada disana dan tersenyum kepada nya.
"oh, ya ini pengantin wanita nya ya? cantik banget seperti bidadari," puji nenek Ayse mengangumi kecantikan nya.
Abbey hanya tersenyum dipuji kecantikan nya, "makasih, nek" ucapnya.
Abbey yang duduk disamping mama Ratna dan ayah Zeen masih binggung, "yah, ma emang nya ada acara apa sih nih?" bisik Abbey.
"kamu beneran ingin tahu," ucap mama Ratna.
__ADS_1
"ini acara pertunangan mu dengan orang yang mau dijodohkan sama kamu," bisik ayah zeen.
Abbey membulatkan matanya, terkejut "whatt? Abbey kan, belum menyetujui nya bagaimana sih ayah..." bisik Abbey kesal.
"sudah kamu diam saja... ngak usah protes" ucap ayah Zeen.
Didalam kamar Gibran
Gibran yang sedari tadi gugup dan bercermin terus melihat pantulannya dikamarnya.
"keluar, ngak ya?" batin gibran.
tok -tok seseorang mengetuk pintu kamarnya, "gib Lo didalam ngak?" panggil Ryan.
"masuk aja! gue didalam nih," teriak gibran
gibran kenal betul suara siapa itu? siapa lagi kalau bukan Rayn.
"Lo, di cariin sama bokap Lo dari tadi... cepetan keluar semua orang sudah menunggu Lo dibawah," ucap Ryan.
"ya," ucap gibran singkat.
Abbey yang ikut melihat keberadaan nya terkejut, "itu, kan gibran... ngapain dia disini?" batin Abbey.
saat gibran dan Ryan sudah berada dibawah, "kenalkan ini gibran anak saya dan ini rayn sepupu Gibran" ucap tuan Zafano.
"halo om, Tante" sapa gibran dengan sopan. Pandangan nya tertuju kearah Abbey yang berdiri disamping Ryan hanya menyunggingkan senyum nya.
"jadi dia yang akan dijodohkan dengan aku! oh my good," batin Abbey.
"selain itu Ryan itu sepupu gibran?" batin Abbey.
Ia benar benar terkejut dengan ini semua dan membuat nya ingin melemparkan beberapa pertanyaan tetapi ia urungkan.
pandangan Ryan tiba - tiba tertuju kepada gadis yang disamping nya berdiri.
"astaga Abbey," ucap nya dengan kaget.
__ADS_1
semua orang hanya terkejut dengan Ryan tiba - tiba mengetahui nama Abe.
"kamu sudah kenal dengan anak saya??" tanya ayah Zeen.
"iya om, kami satu sekolah" jawab Ryan sopan.
"jadi kalian berdua sekolah yang sama dengan gibran juga," tebak ayah Zeen.
Ryan hanya menganggukkan kepalanya.
beberapa menit suara begitu hening mereka terdiam sebentar, tuan Zafano memulai pembicaraan.
"gib... dia adalah calon istri kamu,," jelas tuan Zafano.
"ya, pa... aku tahu" ucap gibran.
Abbey yang mendengar nya membulatkan matanya "hah, dia sudah tahu?" batin Abe.
"baiklah kalau begitu, apakah abe menyetujui perjodohan ini?" tanya tuan Zafano serius.
"tentu anak saya setuju banget, ya.. kan sayang?" melirik Abbey sekilas dengan mengeretakkan giginya.
"ya, tuan" ucap Abbey terpaksa.
"ya sudah... kalau begitu jangan menunggu lama -lama, Sekarang saatnya kalian tukar cincin..." jelas tuan Zafano dengan mengembangkan senyumnya.
tukar cincin antara Gibran dan Abbey pun selesai, semua yang berada disana saling berpelukan dengan kedua orang tua Gibran dan Abe.
"akhirnya impian mu mas terwujud juga" batin nenek Ayse.
nyonya Adelia tersenyum, "seperti nya mereka dari keluarga baik - baik" batin nyonya Adelia.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🤍