
Inggris.
gibey sedang asyik bermain dengan mainan robot - robotannya.
"membosankan mom tidak ada dilumah." membuang mainannya kesembarang tempat.
sedangkan Clarissa baru pulang dari supermarket ia tidak sengaja meninggalkan gibey dirumah sendirian karena ia pergi saat subuh tadi dan ia tidak mungkin membangunkan gibey dari tidurnya. dengan terpaksa ia menuju ke supermarket terdekat sendirian dan kini ia mendapati gibey sedang bermain diruang tamu.
"gibeyyy sayang... Kamu sudah bangun ya." Clarissa menghampiri nya.
"ante Isa kemana aja sih? Ibey dari tadi caliiin ante."
"maaf ya sayang, Tante tadi pergi beliin ibey sayur kesukaan ibey. ibey suka kan sama sayur sup. Makanan indo."
"ibey sukaaa banget. Tapi ante..." Ibey menundukkan kepalanya.
"ada apa? Hum... Kenapa tiba - tiba murung gitu?" Clarissa mengelus rambut rambut gibey dengan lembut.
"Ibey pengen ketemu mom. Ibey pengen ketemu mom. Ibey kangen mom." ia meneteskan air matanya begitu deras.
"tapi sayang, mom lagi kerja cari uang. Pasti sebentar lagi mom pulang." Bujuk Clarissa.
"tapi kapan? Pokoknya ibey mau ketemu mom titik." ia berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
"gibey tunggu nanti kamu jatuh!" Teriak Clarissa mengejarnya.
••
Sementara Indonesia bagian barat.
Bandung.
__ADS_1
Kini Abbey berada didalam mobil bersama Amira. Mereka tidak ada yang bersuara, hanya mesin mobil.
"Ekhem.." Amira berdehem mencoba menghilangkan suasana yang mencekam itu.
"ehm.. apa aku boleh bertanya sesuatu kepada mu?" Tanya Amira basa basi matanya tetap fokus kearah jalanan.
"iya boleh." Jawab Abbey memberikan senyuman.
"selama ini kamu tinggal dimana? Kenapa susah sekali ditemukan."
Pertanyaan Amira membuat Abbey terdiam sejenak. berpikir menceritakan nya dari mana.
"hmm... Ak..u sebenarnya tinggal di Inggris tetapi karena aku melamar pekerjaan disebuah perusahaan aku ditugaskan kerja disini selama beberapa bulan dan kembali lagi ke Inggris."
"jadi... Artinya kamu akan kembali lagi ke Inggris dalam waktu dekat ini?"
Abbey menganggukkan kepalanya.
Kini tanpa mereka sadari, mobil Amira telah sampai disebuah mansion mewah tetapi terlihat begitu sangat tersusun rapi.
Memiliki taman bunga berjejer yang indah dengan patung ikan lumba - lumba didepannya sebagai candinya.
"Ini rumahmu?" Tanya Abbey. Ia tidak hentinya menatap taman mansion itu dari kaca mobil yang kini telah terbuka.
"Tidak. Kamu akan tahu nanti, lebih baik kita turun." Amira terlebih dahulu turun dari mobil sedangkan Abbey masih berpikir.
"Heyyy turun, ayok kita masuk. Kamu pingin kan gibran memaafkan mu?" Tiba - tiba pertanyaan itu membuat Amira mengerutkan keningnya.
"Maksudmu? Aku tidak mengerti."
"Nanti kamu akan tahu. Ayo cepat turunlah kita bertemu dengan papa mertuamu." Ucap Amira tersenyum membukakan Abbey pintu mobil.
__ADS_1
Ting tong..
Amira membunyikan bell mansion itu sembari ia menunggu seseorang membuka pintu untuknya. Ia menggenggam tangan Abbey begitu erat memberikan perempuan itu kenyamaan. karena ia melihat dari raut wajah Abbey ada rasa gugup.
CEKLEK. PINTU ITU TERBUKA.
Seorang bibi paruh baya membuka pintu itu.
"Selamat sore, dengan siapa ya?"
"Maaf bi mengganggu, apa ada tuan pemilik rumah ini. saya ingin bertemu." Ucap Amira sopan.
"oh baiklah, silahkan masuk." Bibi mempersilahkan kedua perempuan itu masuk kedalam mansion.
"siapa bi?" Teriak seorang wanita paruh baya didalam mansion itu. Ia sedang sibuk memasak makanan untuk makan malam nanti.
"Ada tamu nyonya, kata nya dia ingin ketemu nyonya."
"Ya sudah kamu siapkan lah mereka minuman dan saya akan menemuinya." Mama Adelia mencuci tangannya itu diwastafel dan membuka apronnya yang melekat ditubuhnya. Beranjak menemui siapa yang datang.
"Siapa ya?" Suara mama Adelia terdengar dari ruang tamu itu dan Amira, Abbey duduk memunggunginya.
ia berjalan kearah dua perempuan itu dan Amira bangun dari duduknya.
"Selamat sore Tante." Sapa Amira.
"Sore." Jawab nya dengan tersenyum dan tiba - tiba ia menatap kearah perempuan yang satu nya lagi yang hanya menundukkan kepalanya sedari tadi. Ia menatap perempuan itu dengan seksama.
"Abbey!" Serunya.
Abbey yang dipanggil langsung memberanikan diri nya menatap kearah wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"mama..?" Lirihnya. Ia begitu sangat kaget juga.