
"Oh ya, apa kalian masih ingat dengan Abbey? dia ini Abbey.." Ucap Miranda mengalihkan tubuh Abbey untuk berdiri didepan nya.
"Hai.." Sapa Abbey dengan melambaikan tangan nya malu - malu.
"Astaga benarkah kamu Abbey? aku benar - benar tidak percaya dia beneran gadis ingusan yang sering ku bully.." Tatapan teguh tidak lepas dari Abbey ia memandang Abbey dari atas sampai bawah dengan rasa begitu kagum.
Sedangkan seseorang berada dikejauhan melihat nya dengan penuh membara saat tahu Abbey ditatap dengan terkagum - kagum.
"Apaan dia?" Geram gibran dalam hatinya.
"Itu kenapa mereka salam - salaman," Giginya benar - benar mengeretak dengan begitu kuat, ia tidak suka miliknya disentuh oleh orang lain apa lagi dilihat.
"Ayo duduk dulu," Ucap Kelly mempersilahkan mereka.
"Oh ya Abbey kamu masih ingat ngak saat kamu mengungkapkan perasaan mu pada Dika? saat itu--" teguh memotong pembicaraan karena kini Dika menatap nya dengan begitu tajam.
"Iya aku masih ingat," Jawab Abbey dengan begitu polos. Ia merasa begitu gelisah seakan - akan pengen melarikan diri dari teman alumninya itu.
"Tapi kamu masih mencintai nya bukan? seperti nya Dika sudah mulai tertarik padamu secara kan kamu sangat cantik.." Ucap Kelly yang ikut menyahuti dengan menyenggol bahu Dika yang duduk disampingnya.
"Ah, itu---"
"Sudahlah mengaku saja, bagaimana jika Dika kamu nyatakan saja cintamu padanya sekarang juga." Ucap teguh, yang ikut memanas - manasi Dika.
__ADS_1
Ekhem..
tiba - tiba saja seorang pria dengan ditutupi oleh masker mulut hitam dengan topi melekat pada kepalanya dan menggunakan kacamata hitam dengan menampakkan ketampanan nya begitu sangat nyata. Jika sosok perempuan yang melihat nya mereka akan tergoda dengan ketampanan nya.
"Siapa kamu?" tanya teguh yang tiba - tiba kini lelaki itu berdiri dihadapan mereka semua.
"Kenalkan saya gibran Baron Alexi, saya putra pewaris dari Zafano pemilik perusahaan ternama dibandung." gibran memperkenalkan diri nya dengan membuka kacamata hitam nya dan masker.
Abbey yang tadinya hanya terdiam dengan tatapan datar nya tidak peduli dengan kedatangan pria itu. Kini ia membulatkan matanya begitu terkaget - kaget sampai berdiri dari duduknya.
"Astaga dia! oh my good... ini tidak mimpi kan didatangi... rasanya aku pengen pingsan.." Ucap Kelly dengan begitu kegirangan. Biasanya ia selalu menatap wajah gibran dibalik ponselnya dan kini ia beneran bertemu dengan sosok gibran.
"Kamu mengenalnya?" Tanya teguh yang tidak tahu apa - apa.
"Ayo kita pulang,," Seru gibran pada Abbey ia menarik lengan sang istri yang masih berdiri mematung karena kedatangan nya.
"Ehh tunggu, ngapain kamu bawa - bawa temanku.. seenaknya saja" Ucap Miranda menarik lengan Abbey juga untuk kembali.
"Tidak, dia harus segera pulang.." sarkas gibran dengan begitu tatapan tajam nya.
"dia belum boleh pulang.."
"pulang,"
__ADS_1
"ngak boleh,,"
Mereka kini benar - benar saling tarik menarik lengan Abbey. Sedangkan yang ditarik merasa begitu sangat kesal dengan kedua nya.
"Hentikannnn!" teriak Abbey membuat semua orang yang berada disana melihat mereka.
Mereka pun melepaskan tangan Abbey, "Miranda biarkan aku pulang," lirih Abbey.
"dan kamu Gibran? sebagai suami seharusnya kamu jangan seperti anak kecil." Kesal Abbey dengan raut tatapan mata begitu tajam.
"Suami?!"
•
•
•
•
•
Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️🙏😘
__ADS_1