Pernikahan Pewaris Tunggal

Pernikahan Pewaris Tunggal
Part 98


__ADS_3

Abbey berjalan kearah meja makan dimana tempat semua orang tertuju menatap nya dengan memukai. Apa mungkin karena ia memakai pakaian yang membuat orang terpana dan menampakkan kecantikan dirinya?


"Selamat malam semua nya,," sapa Abbey dengan raut wajah yang menggembung dipipinya dengan senyuman nya yang begitu manis.


"Malam juga Abbey,," Ucap ayah Bima.


"Abbey kamu sungguh cantik hari ini, iya kan pa?" Bu (Alden) menyenggol bahu suaminya itu dengan tertawa kecil.


"Iya ma,, kamu sangat - sangat cantik..." balas pak Hendra.


Abbey tersipu malu kini tatapan nya tertuju kearah Alden yang tak berhenti memandangi nya dengan tatapan memukai.


Abbey tertawa kecil dan duduk disamping ayah nya Bima. ibu (Alden) Menyadari akan tatapan sang anak Alden.


"Al? Hey Al.."


Beberapa kali ibu (Alden) memanggil nya membuat nya tak bergeming.


"Eh, iya ma... ada apa?" Tanya nya Cegegesan.


"Mama tahu kamu terlalu sibuk menatap nya kan?" Tanya ibu (Alden) masih sangat terdengar dari Abbey termasuk kakek Tama dan ayah.


"Enggak kok ma,, mama ini ada ada aja.." Ucap Alden dengan raut wajah memerah.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu apa kita bisa mulai makan malamnya...?" Kakek Tama memecahkan perbincangan itu.


"tentu.. apasih yang ngak.." balas pak Hendra.


...••••••••••••••...


tok... tok... suara ketukan pintu dari kamar nenek berbunyi...


Setelah dibukanya nenek kebingungan dengan sosok gadis manis dan tinggi disamping gibran berdiri. Dan gadis itu tersenyum senang mendapati nenek kesayangan nya yang ia rindukan selama bertahun-tahun lamanya tak bertemu.


"Nenek!" ia begitu kegirangan dan memeluk neneknya dengan begitu sangat rindu berat.


Nenek tak kalah terkejut mendapati gadis yang ia lupa itu adalah cucunya perempuan nya mendapatkan Serangan pelukan mendadak.


gadis itu memberikan raut sedih saat nenek tak mengenalinya. bagaimana tak mengenalinya? dia aja ngak pulang - pulang.


"Nenek lupa dengan lea?" Mengingatkan nya.


"lea? aku lupa.." sarkas nya.


"lea cucu nenek... cucu nenek yang pertama sebelum Gibran.." Mengingat kan kembali.


Nenek mengingat ingatnya, "Astaga lea! Kamu? ini kah kamu... kamu sudah besar sekarang nak... nenek sampai lupa ini kamu nak..." Nenek ayse menangkup wajah cucunya dengan kedua tangannya itu dengan berurai air mata.

__ADS_1


"Nenek lea kangen,, nek.. lea kangen sama nenek..." balasnya dengan memeluk neneknya.


"Lea kamu kemana aja selama ini...? apa kamu tahu nenek selalu menanti kepulangan mu sampai nenek berkeriput begini" nenek ayse menunjukkan wajah nya yang sudah berkerut.


sudah hampir 14 tahun mereka bertemu,, sampai - sampai mereka saling merindukan antara satu sama lain.


Ekhem..


"Sampai kalian lupa ada siapa disini? apakah ini hanyalah milik kalian berdua? sampai aku dilupakan nasib begitu malang padaku.." Gibran menyedihkan.


Mereka begitu tertawa, melihat gibran dan langsung sang kakak mendekati nya dan menarik lengan nya itu mendekat ke arah nenek ayse. Mereka saling berpelukan dengan begitu erat.


"lea memutuskan akan tinggal bareng sama kalian lagi... lea ngak akan pernah ninggalin kalian lagi terutama kalau lea udah nikah.." Mereka tertawa bersama lagi. Padahal tadinya nenek ayse begitu tidak tahan berdiri dan berjalan kini kembali bertahan seperti ada keajaiban yang membuat nya kembali sehat. apa mungkin karena ia begitu senang nya dengan kehadiran sang cucunya lea?






__ADS_1


Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2