Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 97 Tiarsus Ularalei


__ADS_3

Seno menyerahkan segala urusan mencari rumah dan keperluan yang lain kepada kedua pacarnya. Nanti, ketika giliran pembayaran tiba, itu akan menjadi giliran Seno yang mengurusi. Untul saat ini sampai mereka menikah nanti, Dina sementara akan tinggal di rumah Miranda.


Meski mereka sudah memutuskan untuk menikah, tetapi Seno tidak mau menimbulkan fitnah. Ia masih ingin menjaga kehormatan Dina sampai mereka menikah nanti. Tiga minggu bukan waktu yang lama, juga bukan waktu yang singkat.


Esok paginya Seno bergegas menuju ke kebun miliknya. Hari ini ia akan memanen anggur yang bibitnya ia dapatkan dari dimensi lain. Laki-laki itu ingin sekali mengetahui manfaat dari anggur yang ia miliki ini. Mendapatkan benihnya saja sangat susah. Jadi Seno harap anggur ini memiliki manfaat yang bagus.


Dalam satu pohon anggur, Seno menghitung ada sekitar delapan puluhan tangkai buah anggur. Setiap tangkainya, Seno memperkirakan itu memiliki berat satu kilogram. Itu berarti dalam sekali panen ini, Seno memiliki empat ribu kilogram buah anggur.


[Anggur super dimensi lain]


[Ditanam penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Katanya sangat enak jika dibuat minuman fermentasi]


[EXP +32]


[Poin tanam +1400]


“Minuman beralkohol? Jadi jika ini dimakan langsung tidaks akan memberikan efek yang signifikan?” Gumam Seno.


Laki-laki itu pun mencoba memakan satu anggurnya. Rasanya manis dan enak. Anggur ini memiliki ukuran yang seragam. Bulatnya pun sempurna seperti bola pimpong. Seno pernah mendengar bahwa ada anggur yang tampilannya memiliki kemiripan dengan anggur yang ia coba ini di Jepang.


Jika tidak salah, anggur seperti itu pernah di lelang dan terjual dengan harga seratus enam puluh juta untuk satu tangkai. Itu adalah harga yang fantastis menurut Seno.


Sebenarnya, semua sayuran yang ia miliki, bisa saja ia lelang dan akan terjual dengan harga jutaan hingga puluhan juta per buah. Tetapi Seno harus benar-benar membatasi jumlah sayuran yang ia lelang. Buah dan sayur bisa di lelang dengan harga mahal karena itu memiliki jumlah produksi yang kecil.


Sedangnkan Seno, setiap tiga hari atau lima hari sekali, dirinya sudah memiliki sayuran dan buah baru panen. Jika dia tidak segera menjualnya, maka stoknya akan menumpuk. Harga yang Seno terima saat ini sudah cukup memuskan.


Pendapatan sehari rata-rata tiga ratus juta lebih dan bulanan rata-rata enam belas milyar adalah sudah cukup memuaskan bagi Seno. Para petani itu yang menjual buah dengan harga ratusan juta itu hanya bisa mendapatkan penghasilan tinggi jika dalam musim panen saja.


Jika dibandingkan dengan Seno, dalam setahun pendapatan Seno masih jauh lebih besar daripada pendapatan para petani itu.

__ADS_1


Ketika Seno memikirkan harga yang bisa ia tetapkan untuk melelang anggur ini, sebuah pemberitahuan Seno dengar.


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Host buatlah minuman fermentasi dari anggur yang sudah Host panen]


[Waktu : 20 hari]


[Hadiah : Resep minuman fermentasi anggur]


[Hukuman : Kehilangan hak menanam anggur]


[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]


Membuat minuman fermentasi? Seno sama sekali tidak memiliki pengalaman membuat minuman seperti ini. Hadiah dari sistem pun cukup bagus. Resep baru untuk sektor produksi hasil kebun dan ternak miliknya.


Memanen buah yang berasal dari benih misterius yang ia dapatkan. Saat ini buah tersebut bisa ia panen. Seno mendatangi buah tersebut. Sama seperti buah yang menghasilkan Thorbiorn, buah yang dihasilkan oleh pohon misterius itu memiliki buah berbentuk seperti action figure.


Dari bentuknya, Seno bisa menebak bahwa action figure itu adalah laki-laki. Tubuhnya cukup ramping tetapi tidak terlihat kurus. Tidak hanya itu, action figure tersebut cukup tinggi.


Jika memakai skala asli, ketika berubah menjadi makluk hidup, buah dari action figure ini akan memiliki tinggi tiga meter. Itu lebih tinggi dari manusia tertinggi di bumi yang hanya memiliki tinggi badan dua koma tujuh dua meter.


Action figure itu tidak memiliki keunikan tubuh lain seperti halnya Thorbiorn yang memiliki kulit berwana hijau kebiruan dan tubuh penuh tato. Kulitnya sama seperti kulit yang dimiliki oleh ras kaukasoid di Bumi, hanya saja ia memiliki rambut berwarna perak dan telinga yang runcing.


“Eh, seorang Elf? Aku mendapatkan seorang Elf untuk buruh taniku selanjutnya?” Teriak Seno keras setelah mengetahui ciri-ciri dari calon buruh tani yang ia miliki.


“Sayangnya Elf ini adalah laki-laki, bukan perempuan. Jika dia perempuan, pasti dia bisa menjadi model ternama.” Gumam Seno.


Seno bisa melihat ketampanan yang dimiliki oleh buruh taninya ini. Ia memiliki wajah yang tampan. Para perempuan di luar sana pasti menyukai buruh taninya ini jika dia menampakkan diri.

__ADS_1


Tiba-tiba saja sebuah pemikiran terlintas di benak Seno. Elf ini memiliki sembilan puluh persen kemiripan dengan manusia bumi. Itu berarti, Elf ini bisa membaur di dunia manusia. Elf ini juga bisa membantu Seno dalam mengurusi urusan yang berkaitan dengan manusia.


Seperti membungkusi semua pesanan lelang dan mengirimkannya ke tempat kurir misalnya. Jika ada buruh tani yang satu ini, Seno bisa bebas melakukan hal yang lainnya dan tidak terganggu dengan harus mengirimkan pesanan itu.


Langsung saja Seno memetik action figure tersebut. Belajar dari pengalaman sebelumnya, setelah memetiknya Seno langsung meletakkan action figure tersebut di tanah. Tidak lama kemudian, cahaya putih meyelimuti action figure yang Seno taruh tadi.


Dari cahaya tersebut munculnya Elf yang sama persis seperti action figure yang ia panen. Sama halnya seperti Thorbiorn, Elf tersebut langsung menghadap ke arah Seno dan berlutut dengan menggunakan satu kaki.


“Tiarsus Ularalei memberikan hormat kepada Master. Sebagai bawahanmu, aku siap melakukan tugas apa pun yang Master berikan. Bahkan jika itu harus mengorbankan nyawaku sekali pun.” Ucap Elf tersebut.


Apa yang Elf dengan nama Tiarsus Ularalei ucapkan sama persis seperti yang Thorbiorn ucapkan ketika pertama kali bertemu dengan Seno. Sekarang Seno tidak terlalu kaget ketika mendapatkan respon seperti ini.


“Bangunlah Kamu tidak perlu bersikap begitu padaku. Aku lebih suka Kamu memanggilku dengan panggilan Bos daripada Master.” Ucap Seno.


“Baiklah Master.”


Sepertinya ia akan susah mengubah panggilan yang ia terima dari para buruh taninya. Tetapi untuk sekarang Sneo sudah memiliki Thorbiorn. Seno yakin buruh taninya yang satu ini akan membantunya menjelaskan kemauannya kepada yang lainnya.


“Siapa tadi namamu?” Tanya Seno sekali lagi.


“Tiarsus Ularalei.”


“Kalau begitu, mulai sekarang Kamu akan aku panggil dengan nama Tiar.” Ucap Seno.


Seno lalu memandang ke arah Thorbiorn yang masih sibuk memanen anggur di kebunnya. “Thor kemarilah sebentar.”


“Ada apa memanggilku Bos?” Tanya Thorbiorn kepada Seno.


“Bantu Tiar untuk menyesuaikan diri dengan kebun kita. Beritahu dia tentang bagaimana cara bersikap di sini.”


“Tentu Bos, aku akan melakukannya. Kemarilah.” Ucap Thorbiorn.

__ADS_1


__ADS_2