
Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Suasana kampung tempat Seno tinggal sudah sangat sepi hanya lampu jalanan yang menjadi penerangan di sana. Banyak lampu yang ada di rumah penduduk sudah dimatikan.
Di malam yang laurt ini, banyak yang sudah terlelap dalam tidurnya. Seno dan kedua Istrinya pun juga sudah tidur sejak jam sembilan malam tadi. Esok hari banyak yang harus mereka lakukan. Jadi mereka tidur lebih awal.
Meski banyak yang sudah terlelap, nyatanya masih ada orang yang terjaga saat ini. Di antara gelapnya malam ini, ada beberapa bayangan hitam yang bergerak perlahan. Mereka bergerak secara terorganisir, sepertinya mereka sudah terlatih dalam melakukan hal ini.
“Alpha Satu kepada Garuda, Alpha Satu kepada Garuda, ganti.” ucap salah seorang laki-laki berpakaian serba hitam sembari menekan tombol pada earphone yang ia pakai.
“Garuda kepada Alpha Satu, semua aman, teruskan perjalanan kalian. Buruk Jalak sudah tidur sekarang, semua aman. Kamera pengawas yang ada pun sudah dimatikan. Laksanakan misi sesuai dengan rencana.” jawaban tersebut keluar dari earphone yang ada di telinga laki-laki tersebut.
“Siap laksanakan.”
Setelah berucap demikian, ketua Tim Alpha lalu memandang ke arah rekan satu timnya, memberikan kode untuk bergerak maju terus dengan tangannya. Tim Alpha yang merupakan sub tim dari Tim Garuda itu berisikan lima orang. Dibandingkan dengan yang lain, Tim Alpa lebih unggul.
Perlahan mereka bergerak menuju ke arah rumah Seno. Meski sudah mendapatkan kabar bahwa target mereka sudah tidur, Tim Alpha tidak serta merta mendekat langsung ke rumah Seno. Mereka ingin memastikan keadaan di sekitar rumah Seno.
Kelima orang tersebut langsung berpencar ke segala penjuru rumah Seno. Dengan kacamata sensor panas, mereka mengamati area sekitar rumah Seno. Setiap titik yang bisa saja dipakai utuk seseorang bersembunyi, mereka amati dengan baik. Semak-semak pun tidak luput dari pengamatan mereka.
Lima menit kemudian, kelima anggota Tim Alpha itu kembali berkumpul. Mereka membagikan apa yang mereka temukan dengan anggota Tim Alpha yang lain.
“Aku tidak menemukan satu orang pun di sekitar sini. Hanya hewan seperti kelinci atau burung di sekitaran sini.” Lapor salah satu anggota Tim Alpha dengan setengah berbisik.
“Aku juga sama. Aku tidak menemukan keberadaan seseorang di sekitaran sini. Hanya hewan saja.” Imbuh yang lain.
“Kalau begitu, kita bersiap masuk ke rumah target. Kita lewat pintu belakang.” bisik ketua Tim Alpha.
__ADS_1
Kelima orang itu pun bergerak menuju pintu belakang rumah Seno. Salah seorang di antara mereka sudah mengeluarkan kawat khusus yang mereka pakai untuk membuka kunci pintu rumah Seno.
Di dekat pintu rumah Seno, mereka menemukan adanya lima sepuluh kelinci yang terlihat tidur. Tidak jauh dari sana, mereka juga menemukan hewan yang mirip dengan anjing.
Hewan itu sepertinya sangat pemalas. Biasanya hewan yang selalu meningkatkan kewaspadaan mereka, pasti akan memberikan respon jika ada orang asing yang mendekat. Tetapi lihatlah hewan ini, diam saja dan memilih melanjutkan tidurnya.
Tetapi, apa yang dilakukan oleh hewan ini adalah berita bagus untuk Tim Alpha, itu berarti mereka tidak perlu menenangkan hewan yang tiba-tiba membuat suara dan merusak rencana mereka.
Ketiga anggota Tim Alpha yang bertugas membuka pintu akan melakukan tugasnya, tiba-tiba saja saja sebuah bayangan hitam bergerak cepat ke arah lima orang itu. Tidak lama kemudian, mereka merasakan sesuatu menutup mulut mereka dan juga mengikat tubuh mereka sehingga kelimanya tidak bisa bergerak.
Apa yang terjadi kepada mereka itu terlalu cepat sehingga mereka tidak bisa memberikan perlawanan. Yang mereka rasakan, tubuh mereka yang diikat ini, tiba-tiba terangkat ke atas. Kaki mereka sudah tidak lagi memijak tanah.
Tidak lama kemudian, pintu rumah yang sebelumnya akan mereka buka, kini sudah terbuka dari dalam. Di dalam sana keluar target mereka, Seno, penjual sayuran ajaib yang selama ini pihak militer konsumsi.
“Bawa mereka ke tempat para Gylinox tinggal. Tahan mereka di sana. Beri mereka makanan agar mereka tetap bisa bertahan. Tetapi, jangan lukai mereka.” pinta Seno.
Meski mereka ada niatan buruk kepada Seno, tetapi mereka hanya melaksanakan perintah. Tentara di tingkat bawah seperti mereka ini sudah pasti tidak memiliki kekuasaan untuk membuat keputusan menyerangnya.
Maka dari itu, Seno hanya akan mengurung mereka, hingga nanti pihak militer mau memperbaiki kesalahan mereka. Meski mereka sudah melewati batas, tetapi Seno masih ingin memberi pihak militer kesempatan.
Bagaimana pun juga, Paman dari istrinya, adalah anggota militer. Seno tidak mau membuat Johan berada di posisi canggung.
“Baiklah Bos.” Jawab Azkareia yang rupanya menjadi dalang kelima orang dari Tim Alpha tidak bisa bergerak.
Setelah kepergian Azkareia yang membawa kelima orang Tim Alpha itu, Seno mengalihkan pandanganya kepada para kelinci yang masih ada di sana. Ia lalu memberikan perintah kepada mereka.
__ADS_1
“Jasmine, perintahkan yang lain untuk menyisir daerah sekitar rumah kita. Aku yakin ada lebih dari lima orang yang datang mengusik waktu istirahatku. Aku mau Kamu melacak keberadaan mereka. Setelah itu, minta Azkareia meringkus mereka dan tahan mereka bersama yang lainnya.” Jelas Seno.
“Tentu Bos. Aku akan melaksankannya. Sekarang aku akan menyebarkan perintahmu ini.” jawab Jasmine.
Sekarang barulah Seno benar-benar menyadari keuntungan memiliki para hewan sebagai pasukan rahasianya. Ia bisa memantau musuh dengan mudah tanpa mereka ketahui.
Seperti dugaannya, orang-orang yang melihat keberadaan hewan di sekitar rumahnya pasti tidak akan mengaitkan mereka dengan sesuatu yang berbahaya. Jika sampai ada orang yang sensitif pun, akan membiarkan mereka karena yang mengawasi adalah hewan.
Kamera pengawas yang ada disekitaran rumahnya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka.
…
Di tempat lain, beberapa orang tentara terlihat berada di dalam sebuah truk besar. Truk ini diparkir satu kilometer dari rumah Seno. Beberapa tentara terlihat sibuk dengan laptop yang ada di depan mereka.
Tentara-tentara ini sedang mencoba menghubungi rekan mereka Tim Alpha yang sebelumnya sudah berangkat menuju ke rumah target. Tetapi, tidak ada lagi komunikasi yang terjalin di antara mereka.
“Bagaimana? Apakah sudah ada respon dari mereka?” tanya Roy.
Jendral yang satu ini ikut turun langsung dalam misi kali ini. Rencananya, Tim Alpha akan memasuki rumah Seno. Lalu, mereka akan menyandra kedua istrinya. Roy yakin dengan ancaman seperti ini Seno akan tunduk pada mereka.
Roy tidak hanya ingin Seno menjual murah produk yang selama ini dia jual, tetapi juga membagikan rahasia yang dimiliki oleh Seno sehingga dia bisa memiliki sayuran ajaib seperti itu.
Jika Seno memang mendapatkan benih sayuran itu dari orang lain, ia ingin Seno mengatakan nama orang itu, agar dirinya bisa menemui langsung orang itu dan memintanya bekerja dibawahnya. Jika Seno sendiri yang menanam semua sayuran itu, maka ia akan memaksa Seno menyerahkan semua benih yang ia miliki dan cara budidaya semua sayuran sehingga memiliki efek yang luar biasa.
Jika semua sayuran ajaib itu bisa ia monopoli, maka Roy yakin dirinya bisa menjadi penguasa negeri ini. Kudeta militer bukanlah hal yang asing, militer di beberapa negara pernah melakukannya. Sekarang dirinya juga ingin melakukan yang sama.
__ADS_1