Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 160 Naik Level


__ADS_3

[Level kebun : 7 (100.000/100.000)]


[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 100.000.000.000]


[Poin tanam : 1.008.512.699.100]


Seno memandangi jumlah poin yang ia miliki sekarang. Sudah saatnya untuknya menaikan level kebun miliknya. Seno tahu sebenarnya ia bisa menaikkan level kebun miliknya dua hari yang lalu.


Namun, ia menundurnya. Seno tidak ingin terlalu terburu-buru menaikkan level kebun miliknya. Jika level kebun naik, maka Seno juga perlu menjalankan misi.


Misi penaklukkan dimensi yang ditinggali oleh Molyap seharusnya ia dapatkan setelah naik level nanti. Tetapi ia menyelesaikannya lebih awal sebelum Sistem memberikannya misi.


Seno tidak tahu misi apa yang akan ia dapatkan setelah dirinya menaikkan level kebun miliknya. Apakah ia akan mendapatkan informasi mengenai dimensi yang lain, atau dirinya akan diliburkan oleh Sistem dari misi.


Apa pun itu, Seno rasa ia berhak menunda mendapatkan misi itu. Maka dari itu baru sekarang dirinya berencana menaikan level sistem miliknya.


"Sistem, tolong naikkan level kebun milikku." Pinta Seno.


[Tentu Host]


[Ding]


[100.000.000.000 poin tanam telah diambil]


[Ding]


[Selamat Host level kebunmu naik menjadi level 8]


[Selamat Host mendapatkan satu kotak petani menengah]


[Selamat Host mendapatkan tambahan kotak penyimpanan +10]


[Selamat Host mendapatkan perluasan kebun +1000m2]


[Selamat Host mendapatkan perluasan peternakan +1000m2]


[Selamat Host mendapatkan kotak peternak menengah]


[Bercocok tanamlah untuk menjadi petani terhebat]


“Lebih baik aku sekarang mempersiapkan lahanku dulu. Setelah itu, aku akan menanyakan mengenai misi lain kepada sistem.” gumam Seno.


Langsung saja Seno meminta yang lainnya membantunya menyiapkan lahan baru miliknya. Mereka mencabuti rumput liar yang ada di sana. Tidak hanya itu, Seno juga mulai menggemburkan tanah yang ada di sana.

__ADS_1


Dalam waktu singkat Seno berhasil menyelesaikan misi penyiapan lahannya. Yang membantunya sekarang cukup banyak. Bukan hanya dirinya, para buruh taninya, dan para kelincinya saja yang melakukan hal ini. Tetapi beberapa Gylinox dan Molyap juga ikut membantu.


[Ding]


[Selamat Host telah menjalankan misi pembersihan kebun]


[Selamat Host mendapatkan +2 stamina]


“Sistem, sekarang tolong buka kotak petani dan peternak milikku.”


[Tentu Host]


[Ding]


[Selamat Host telah membuka kotak petani menengah]


[Selamat Host mendapatkan 10 kantong pupuk luar biasa]


[Selamat Host mendapatkan 10 benih Selada daun lebar]


[Selamat Host mendapatkan 10 benih Kemangi daun wangi]


[Selamat Host mendapatkan +1.000 poin tanam]


[Ding]


[Selamat Host telah membuka kotak peternak pemula]


[Selamat Host mendapatkan tiga ekor ayam super besar]


[Selamat Host mendapatkan +1 slot hewan ternak]


[Selamat Host mendapatkan lima belas paket pakan ayam]


“Sekarang aku mendapatkan tanaman yang beruba dedaunan rupanya. Selada dan kemangi. Lalu untuk sektor peternakan, aku mendapatkan ayam super besar. Memangnya sebesar apa sih ayam ini hingga sistem menjulukinya sebagai ayam super besar?” gumam Seno.


Seno tidak terburu-buru untuk mengeluarkan ayam-ayam itu. Kemungkinan ayam-ayam ini memiliki sifat yang liar seperti hewan ternak yang sebelumnya ia miliki. Sapi yang ingin menyeruduknya, dan lebah yang ingin menyengatnya. Seno masih ingat akan semua pengalaman itu.


Jadi dia ingin mengeluarkan semua ayam itu ketika ada buruh taninya yang melindunginya. Meski tubuhnya sudah kebal serangan fisik dan mulai memiliki kekebalan serangan sihir, akan sangat memalukan jika Seno diserang oleh ayam dan tidak bisa menyerang balik.


Tidak mungkin bukan Seno menyerang ayam-ayamnya dengan napas api miliknya. Bukannya menenangkan ayam-ayam itu yang ada Seno malah akan membuat mereka marah, bahkan ada kemungkinan tanpa sengaja Seno akan membunuh ayam-ayam tersebut.


Selesai menanam selada daun lebar dan kemangi daun wangi, sebuah pemberitahuan lain Seno terima. Itu adalah pemberitahuan mengenai misi rutin miliknya.

__ADS_1


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Host jual sepuluh ribu kacang hijau super hijau dan sepuluh ribu kacang merah super merah]


[Waktu : 14 hari]


[Hadiah : +5000 benih kacang hijau super hijau, +5000 benih kacang merah super merah]


[Hukuman : -50.000.000 poin tanam]


[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]


“Eh misi penjualan produk kacang-kacangan rupanya. Jumlahnya cukup banyak. Sepertinya aku perlu membicarakan ini dengan Miranda mengenai rencana penjualan produk ini.”


“Kacang hijau super hijau memiliki kasiat mencegah penyakit kanker. Ada kemungkinan pengidap kanker juga bisa sembuh setelah mengkonsumsi ini. Tetapi aku yakin mereka butuh mengkonsumsi cukup banyak kacang hijau ini untuk mengobati penyakit mereka.”


“Itu berarti, aku perlu mencari seseorang yang cukup terkenal yang sedang mengidap penyakit kanker untuk aku jadikan model iklan. Sementara itu aku juga akan mencoba menjualnya.”


“Lalu untuk kacang merah super merah, ini bisa meningkatkan fungsi otak. Hem… apakah itu bisa membantu orang yang memiliki penyakit alzeimer jauh lebih baik lagi?” pikir Seno.


Seseorang yang memiliki penyakit alzeimer biasanya mengalami penurunan daya ingat, perubahan sikap, kemampuan berpikir dan bicara yang juga menurun. Ini biasa terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Tentu cukup mudah pula mencari orang dengan ciri-ciri seperti ini.


Tetapi, untuk meningkatkan publisitas, Seno membutuhkan seseorang yang cukup dikenal masyarakat dan masyarakat juga tahu bahwa dia memiliki penyakit ini. Ini semua untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk mereka.


Meski produk-produk petani hebat sudah cukup dikenal dan dipercaya masyarakat, bukankah memberikan sesuatu yang bisa meningkatkan kepercayaan mereka itu jauh lebih baik lagi?


Seno langsung menemui Miranda yang kini sedang menemani Dina dengan penelitiannya. Penelitian yang Dina lakukan saat ini sudah masuk ke tahapan yang krusial. Jadi, beberapa hari terakhir Dina sering menghabiskan waktunya di laboratorium yang ada di kebun miliknya.


Melihat kedatangan Seno, Miranda langsung menaruh telunjuknya di bibir, ia meminta Seno untuk tidak membuat suara. Seno hanya bisa mengangguk paham.


Ini adalah pertama kalinya Seno masuk ke dalam laboratorium milik Dina, dan melihat langsung istrinya bekerja. Dina yang terlihat serius terlihat semakin cantik menurut Seno.


Saat ini Dina sedang serius menatap cawan petri yang berada di bawah mikroskop. Karena sangat serius dan berkonsentrasi dengan apa yang ia lakukan, Dina sampai tidak menyadari kedatangan Seno.


Pembicaraan yang ingin ia lakukan bersama Miranda, bisa ia tunda dulu sekarang. Ia ingin menikmati pemandangan indah ini terlebih dahulu. Oleh karena itu, Seno hanya memilih duduk di samping Miranda dan memandangi Dina.


Ternyata memandangi istri yang sibuk bekerja seperti ini tidak buruk juga. Mungkin ini akan Seno jadikan hobi barunya jika dirinya sedang tidak sibuk. Ia tidak akan bosan melihat wajah cantik istrinya, meski itu berjam-jam sekali pun.


Seno melihat Dina menuangkan beberapa cairan di cawan petri tersebut. Ia kembali mengamati perubahan yang terjadi di sana. Beberapa kali Dina juga mengganti cawan petri yang ia teliti.


Sudah setengah jam lebih Seno memandangi Dina yang sibuk dengan cawan petrinya. Akhirnya, hobi baru Seno ini harus ia hentikan ketika Dina berhenti mengamati cawan petri miliknya. Ia mengangkat kedua tanganya ke atas dan berteriak dengan keras.

__ADS_1


“Aku berhasil.”


__ADS_2