Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 54 Pesta Ulang Tahun (1)


__ADS_3

Di waktu bersamaan ketika para jendral berdebat, Seno sedang dalam dalam perjalanan menuju ke Kota Y tempatnya berkuliah. Ada seorang teman kampusnya yang tengah mengadakan pesta ulang tahun sekarang.


Seno yang tidak memiliki kesibukan lain memilih datang untuk memenuhi undangan temannya itu. Hitung-hitung dirinya menjaga hubungannya dengan teman-temannya. Karena nanti jika dirinya kembali berkuliah, kebanyakan temannya pasti sudah lulus.


Pesta teman Seno ini diadakan di sebuah kafe yang sengaja disewa untuk acara malam ini. Ketika Seno sampai, beberapa temannya sudah berkumpul di sana. Melihat kedatangan Seno, mereka langsung menghampiri dan menyapanya.


“Hai Seno sudah lama nggak ketemu kita.” Sapa Heru teman sekampusnya.


“Iya nih Sen. Kami nggak nyangka Kamu tiba-tiba ambil cuti seperti itu. Cukup mendadak sih menurutku. Aku juga turut berduka cita atas meninggalnya orang tuamu.” Sahut Rudi.


“Terima kasih.”


“Tetapi, cukup disayangkan sih Kamu ambil cuti kuliah. Sebentar lagi juga kamu bisa lulus. Kenapa harus menundanya?”


Seno menggeleng pelan. “Aku hanya ingin mencari uang tambahan untuk biaya adik-adikku. Jadi mau tidak mau aku harus cuti kuliah dan melanjutkan usaha orang tuaku.” Jelas Seno sigkat.


Lalu Seno mengobrol singkat dengan teman-temannya, saling bertukar kabar dan menanyakan informasi mengenai keadaan kampus sekarang.


“Eh di mana Paul? Dia yang punya hajat tetapi aku belums melihat keberadaannya.” Tanya Seno setelah lima menit mengobrol dengan teman-temannya.


“Oh, dia lagi di lantai atas. Pasti dia sedang ngobrol dengan cewek-cewek sekarang. Kayak kamu nggak tahu gimana Paul aja. Dia bikin pesta ulang tahun kayak gini juga karena pengen pamer ke cewek-cewek cantik di kampus. Jadi, cowok-cowok kayak kita meskipun datangke pestanya akan terabaikan.” Jelas Rudi.


“Oh seperti itu.”


Jika begitu, Seno yang awalnya berniat menyapa temannya yang berulang tahun itu, mengurungkan niatnya. Nanti juga dia akan melihat Paul ketika acara dimulai. Sekarang saja acara belum benar-benar di mulai. Kue ulang tahun itu masih belum tersentuh dan berada di lantai satu kafe.


Jadi, daripada Seno menganggu waktu Paul yang sedang merayu para perempuan, lebih baik dirinya melanjutkan mengobrol dengan teman-temannya ini.


Ketika Seno fokus mengobrol, tiba-tiba saja ada sebuah suara yang cukup mengusik baginya. Dari pintu masuk kafe, Seno melihat Raisa datang bersama dengan Kevin, pacar barunya. Mereka menghampiri Seno sekarang.

__ADS_1


Seno tahu dengan dirinya datang ke pesta ini, maka ia pasti akan bertemu dengan mereka. Setelah pertemuan terkhir mereka yang kurang mengenakkan itu, sebenarnya Seno enggan menemui mereka. Sayangnya Seno masih ingin menemui temannya yang lain, jadi dia datang.


“Aku kira kafe ini kurang bersih karena aku mencium bau tidak sedap ketika memasuki kafe. Tetapi ternyata aku salah. Bukan kafe ini yang kurang bersih, tetapi ada seorang petani yang masuk ke mari, mangkanya tercium bau busuk.” Ucap Kevin sarkas ketika sudah berada di dekat Seno.


“Kamu benar Beb. Orang seperti dia tidak pantas menghadiri pesta seperti ini.” Imbuh Raisa.


Ucapan keduanya membuat beberapa teman Seno yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya. Mereka tidak suka dengan apa yang keduanya ucapkan.


“Tanpa petani Kamu pun nggak akan bisa makan. Jadi jangan merendahkan petani. Kamu malah harus berterima kasih kepada petani karena mereka Kamu bisa makan tanpa bersusah payah.” Bantah Seno.


Sebelumnya Seno belum sempat membalas ucapan kedua orang ini. Itu karena ada orang lain yang berbicara mewakilinya. Sekarang, karena kedua orang ini bertingkah lagi, maka Seno perlu berbicara dan melindungi harga dirinya. Jika dia tetap mengandalkan orang lain, maka dirinya akan terus direndahkan.


“Aku membayar semua makanan yang aku makan. Aku pun tidak memintanya. Jadi untuk apa aku harus merasa hutang budi seperti itu kepada seorang petani rendahan?” Cibir Kevin.


Ketika Seno akan membalas ucapan Kevin ini, dirinya sedikit terkejut dengan pemberitahuan yang sistem berikan kepadanya.


[Ding]


[Host sebagai calon petani terhebat, Host perlu menjaga harkat dan martabat seorang petani agar tidak terus menerus di rendahkan]


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Host berikan tamparan keras kepada Kevin agar dia tahu bahwa petani tidak serendah yang dia pikirkan]


[Hadiah : Benih misterius]


[Hukuman : Kehilangan sistem]

__ADS_1


[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]


Seno cukup kaget dengan misi pemberian sistem ini. Yang membuat Seno kaget adalah hukuman yang akan diberikan oleh sistem jika dirinya gagal dalam melaksanakan misi ini. Apalagi misi ini memiliki banyak makna menurut Seno.


Menampar Kevin? Apakah Seno perlu benar-benar menggunakan tangannya untuk menampar Kevin, ataukah dirinya hanya perlu menampar laki-laki itu dengan sebuah fakta saja? Seno sendiri tidak tahu apa yang dimaksud di sini.


Maka dari itu ia langsung menanyakan hal itu kepada Sistem. Untungnya sistem bisa berkomunikasi dengannya dan bisa menjawab semua kebingungannya. Jika tidak ia pasti akan bingung menyelesaikan misi dadakan ini.


“Sistem, apakah aku harus menamparnya dengan tangannya atau yang lainnya?” Tanya Seno dalam hati.


[Tentu saja beri dia pembuktian bahwa seorang petani tidak serendah itu]


[Jika Host benar-benar menamparnya dengan tangan, aku yakin setelah Host akan dibawa ke kantor polisi dan perlu menginap di sana]


Seno tidak mempedulikan ucapan sarkas yang diberikan oleh sistem kepadanya. Sekarang dia sudah mendapatkan sebuah konfirmasi dari sitem. Jika begini, dirinya tinggal menampar Kevin dengan kehebatannya sehingga laki-laki itu tidak lagi bisa merendahkan seorang petani.


“Memang Kamu membeli makananmu sendiri, dan kamu memang juga tidak perlu merasa hutang budi kepada seorang petani. Aku tidak akan membantah, ucapanmu itu memang benar. Tetapi, apa kamu lupa bahwa ada petani yang hebat yang bisa menghasilkan sayuran bernilai tinggi.” Jelas Seno.


“Petani seperti itu bukanlah orang rendahan. Mereka memiliki kemampuan hebat untuk memunculkan varietas tanaman baru. Sayuran yang mereka jual pun, harganya akan bernilai jutaan. Lebih tinggi dibandingkan gaji tertinggi yang mungkin bisa kamu capai nantinya.” Imbuh Seno.


Mendengar ucapan Seno itu, Kevin tertawa keras. Ia tertawa hingga membuat perutnya terasa kram. Laki-laki itu juga mengarahkan jari telunjuknya ke arah Seno.


“Hahaha. Mimpi apa Kau ini. Seorang petani menjual sesuatu yang harganya lebih tinggi dari gaji tertinggiku? Gila. Mana ada orang yang mau membeli sesuatu belasan juta dari seorang petani. Ucapanmu itu sangat kacau.” Ucap Kevin dengan tetap tertawa sembari memegangi perutnya.


Di sebelahnya, Raisa ikut mencibir Seno. Ia tidak menyangka laki-laki yang dulu pernah dipacarinya ternyata seseorang yang menghayal halyangtidak masuk akal.


Seorang petani bisa menjual sesuatu yang hasilnya melebihi gaji tertinggi Kevin? Apa dia waras? Meski nanti Kevin tidak bekerja dalam bidang desain nantinya, tetapi laki-laki itu masih memiliki bisnis keluarga.


Sebulan Kevin nantinya masih mendapatkan jatah seratus juta lebih dari pembagian keuntungan bisnis yang dimiliki keluarganya. Mana mungkin Seno bisa mengunggulinya. Hanya pembual saja yang berani mengatakan hal itu.

__ADS_1


Untung dirinya sudah putus dari Seno dan sekarang berpacaran dengan Kevin. Jika begini, ia terbebas dari rasa malu karena menjadi pacar Seno.


__ADS_2