
“Lalu apa yang dilakukan sosok tersebut di dunia bawah? Kenapa setelah dia keluar dari dunia bawah, makluk dunia bawah banyak yang berhamburan keluar. Jumlahnya pun sangat banyak dari sebelum-sebelumnya.” Tanya Ardi.
Tidak hanya Ardi. Jendral yang lain yang ada di ruangan itu juga memiliki pertanyaan yang sama. Apa yang sosok berjubah hitam itu lakukan sehingga membuat mahkluk dunia bawah berubah menjadi ganas seperti itu. Mereka sepertinya sangat marah dengan sosok berjubah hitam dan berniat menghajarnya.
“Aku juga tidak tahu. Yang jelas apa yang dilakukan oleh sosok berjubah hitam itu sudah membuat makluk di dunia bawah marah. Jika tidak, maka yang menyebrang untuk mengejar sosok berjubah hitam itu tidak akan sebanyak ini.” Jelas Roy.
Dari laporan akhir para tentara yang berjaga di dekat portal, mahkluk dunia bawah yang menyebrang berjumlah lima puluh. Itu adalah angka yang sangat besar. Intensitas mahkluk dunia bawah yang menyebrang hanyalah dua puluh hingga tiga puluh dalam sebulan. Tetapi ini lima puluh sekaligus.
Para Jendral yang ada di rapat ini bersyukur tentara yang berjaga di dekat portal sudah diperkuat setelah mengkonsumsi wortel dari kebun Seno. Seandainya saja mereka tidak memakan sayur tersebut, maka akan banyak tentara yang gugur dalam kejadian semalam.
Bahkan, ada kemungkinan semua tentara yang berjaga di sana gugur. Sebagai tentara, sudah menjadi hal yang wajar bagi mereka jika memang harus gugur dalam medan perang.
Tetapi yang mereka khawatirkan adalah apa yang akan terjadi jika semua tentara gugur. Setelah semua tentara gugur, sudah pasti mahkluk tersebut tidak ada yang menghalangi. Mereka bisa bergerak bebas ke mana pun.
Mahkluk tersebut bisa saja pergi ke perkampungan penduduk dan melakukan pembantaian. Jika sampai hal itu terjadi, maka mereka sebagai tentara telah gagal melindungi rakyat negeri ini dari ancaman bahaya.
Sudah cukup kejadian pembantai beberapa tahun lalu. Itu adalah kegagalan mereka dalam menjalankan tugas. Mereka tidak mau hal yang sama kembali terjadi.
Roy kemudian memandang lekat kepada Eko. Ia terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya mengatakan apa yang ada dipikirannya kepada Eko.
“Apakah Kamu bisa meminta petani itu untuk menambah pasokan wortelnya? Aku ingin semua tentara kita mengkonsumsi itu. Kita mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Jika kemarin ada lima puluh mahkluk dunia bawah yang menyebrang, bisa jadi besok lebih banyak lagi.”
“Jadi aku ingin kita memiliki tentara yang memiliki kemampuan menembak jitu untuk bersiap melawan makluk dunia bawah.” Ucap Roy.
Eko mengangguk pelan. “Aku akan melakukannya. Aku akan meminta petani itu menambah pasokan wortelnya pada kita.” Jawab Eko.
__ADS_1
Selama ini Seno memang sudah menambah pasokan wortel kepada mereka. Tetapi wortel milik Seno itu tidak cukup untuk dibagikan kepada seluruh tentara. Masih saja ada kekurangan untuk tentara mereka.
“Bagaimana jika kita memaksa anak itu memberikan seluruh benih yang ia punya kepada kita? Dengan begitu kita tidak perlu lagi membeli wortel-wortel tersebut dari dia. Kita bisa menanam sebanyak mungkin yang kita mau dan membagikannya kepada tentara kita.” Ucap Ardi memberi saran.
“Yang dikatakan Ardi ada benarnya. Wortel seperti itu seharusnya hanya diberikan kepada kita pihak militer. Jadi, kenapa dia menjualnya kepada rakyat sipil? Itu sama saja dengan membuang sumber daya yang ada. Di tangan kita, wortel itu bisa menjadi penyelamat nyawa ribuan orang.” Imbuh Gio.
Mendengar hal itu Eko langsung menggelengkan kepalanya. Memang cara tersebut terdengar mudah dilakukan. Tetapi, pada kenyataanya itu tidak bisa mereka lakukan begitu saja.
“Itu sangat sulit.”
Eko buru-buru mengangkat sebelah tangannya meminta yang lain menahan dulu ucapan mereka dan membiarkannya menyelesaikan apa yang ingin ia ucapkan.
“Sebelumnya anak buahku sudah menyusup ke sana dan mencari benih yang ada. Tetapi, benih yang dibawa oleh anak buahku hanyalah benih sayuran biasa. Tidak hanya itu, aku sudah menyuruh seseorang untuk menanam kembali wortel yang aku dapat dari petani itu.”
“Jika kita memaksa petani itu untuk memberikan semua benih wortel miliknya, mungkin dia akan memberikannya. Tetapi, selama kita menanam itu dan menunggu benih tersebut tumbuh, kita tidak akan mendapatkan pasokan wortel.”
“Apa kalian tidak berpikir, bahwa pengiriman wortel dari petani tersebut terhitung cepat. Seminggu kita menerima dua kali pengiriman. Itu adalah jumlah yang banyak bukan? Apakah kalian tidak penasaran kenapa bisa dia menghasilkan sayuran dalam jumlah besar dalam waktu singkat?” Jelas Eko.
Penjelasan Eko tersebut membuat semua yang ada di sana terdiam. Mereka terlihat mencerna penjelasan yang diberikan oleh Eko tersebut.
“Jadi Kamu mau mengatakan bahwa petani itu mampu memperpendek masa tanam sebuah tanaman begitu?” Tanya Roy memecah keheningan.
“Itu bisa saja terjadi. Wortel tersebut sangat ajaib sekali bukan? Jadi bisa jadi memang seperti itu. Lagi pula, dengan kita memiliki benih itu, tidak ada jaminan benih tersebut akan tumbuh dan memiliki kasiat yang sama bukan?”
“Aku sendiri belum sepenuhnya menyimpulkan apakah petani itu menanam sendiri semuanya, ataukah ada yang mengirimnya sayuran itu. Yang jelas semua itu masih menjadi misteri. Sama halnya dengan kemunculan portal-portal itu.”
__ADS_1
“Jadi, aku minta kalian jangan bertindak gegabah dengan mendatangi petani itu dan meminta dia memberikan bibitnya. Aku punya firasat buruk jika kita melakukan hal itu.” Jelas Eko.
Mereka semua kembali terdiam. Apa yang dikatakan oleh Eko ada benarnya. Petani itu dipenuhi oleh misteri. Asal usul wortel itu juga misteri.
Jika petani yang menjual wortel kepada mereka memang menanam sendiri wortel tersebut, darimana dia mendapatkan benihnya? Lalu jika orang lain yang menanam dan petani itu hanya perantara, siapa sebenarnya yang menanamnya.
Misteri itu belum bisa mereka pecahkan. Sepertinya ucapan Eko yang meminta mereka untuk tidak gegabah memang benar.
“Baiklah kita akan mengikuti ucapanmu untuk tidak mendatangi petani itu untuk memintanya memberikan kita bibit tersebut.” Jawab Ardi pada akhirnya.
“Selagi petani itu masih menjual wortel-wortel itu kepada kita, tidak masalah menurutku. Lagi pula dia memberikan kita harga yang sangat murah. Aku melihat sendiri laman lelang dari petani itu. Tiga buah wortel dihargai dengan delapan ratus ribu lebih.”
“Dengan uang sebanyak itu, kita bisa mendapatkan sepuluh wortel sekaligus. Jadi kita tidak bisa meminta lebih.” Imbuh Gio.
“Kamu benar Gio. Lagi pula, jika kita benar-benar menanam sendiri wortel itu, kita tidak tahu berapa banyak uang yang harus kita keluarkan untuk menghasilkan wortel dengan kasiat yang seperti itu. Bisa jadi itu akan lebih banyak lagi dari harga yang kita keluarkan.”
“Lalu bagaimana dengan penelitian mengenai kentang itu Eko? Apakah sudah ada perkembangan lagi?” tanya Ardi.
“Belum. Hasilnya masih kurang memuaskan. Kita hanya mendapatkan dua puluh persen dari efek asli kentang tersebut. Meski dua puluh persen sudah setara dengan satu kali makan, tetapi aku masih ingin memperoleh efek lebih dari enam puluh persen.” Jawab Eko.
“Setidaknya sudah ada perkembangan yang bagus. Teruskan saja penelitian mengenai hal itu.”
Para Jendral tersebut kembali mendiskusikan rencana mereka yang akan secara bertahap mengganti mereka yang menjaga portal dengan mereka yang sama sekali belum pernah menjaga portal. Dengan begitu, semua tentara akan memiliki pengalaman melawan para mahkluk dunia bawah.
Jika nanti ada portal-portal lain yang muncul, maka tentara mereka akan jauh lebih siap menghadapi mahkluk dunia bawah.
__ADS_1