
Johan memandangi beberapa botol susu dalam kemasan satu liter yang sedang Seno persiapkan. Ada sekitar seratus botol yang sekarang sedang Seno masukkan kedalam kardus. Johan masih memasang wajah yang cukup serius sekarang.
Johan sendiri tidak tahu berapa banyak susu yang dikonsumsi oleh seseorang agar bisa sembuh dari patah tulang. Yang jelas, ini akan membantu banyak para tentara yang kemarin terluka karena gempa yang terjadi di dekat portal.
Johan baru mengetahui informasi mengenai portal tidak lama setelah pihak militer mengkonsumsi wortel dari kebun Seno. Ia sendiri tidak menyangka bahwa di dunia ini ada portal seperti itu.
Sekarang ini jumlah portal yang bermunculan cukup banyak. Hal ini membuat pihak militer tidak bisa mendistribusikan prajurit mereka. Mereka tidak hanya menjaga portal-portal itu, tetapi juga perbatan antara negeri ini dan negara lain.
Jadi, keberadaan susu sapi milik Seno yang bisa menyembuhkan patah tulang memiliki peranan yang cukup penting. Dengan begini, mereka tidak perlu menunggu beberapa bulan agar para tentara yang terluka bisa sembuh.
Meskipun sekarang pihak militer juga mulai merekrut secara besar-besaran perajurit baru, tetapi mereka tidak bisa serta merta diterjunkan ke medan perang.
“Semuanya seratus liter Pakde. Harga per liternya dua ratus ribu rupiah.”
Ucapan Seno tersebut membuyarkan lamunan Johan. Dua ratus ribu per liter untuk susu sapi murni adalah angka sangat besar. Di pasaran sekarang, susu sapi murni dijual dikisaran harga tiga belas hingga tujuh belas ribu per liternya.
Tetapi, susu sapi milik Seno ini sebenarnya sangat murah. Pasalnya susu sapi ini bisa menyembuhkan patah tulang dengan cepat. Mereka tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk menunggu proses penyembuhan.
Tidak hanya itu, mereka tidak perlu melakukan operasi yang jelas membutuhkan biaya jutaan rupiah. Dibandingkan dengan semua itu, dua ratus ribu bukanlah apa-apa. Itu adalah harga yang sangat murah.
Tetapi, belum sempat Johan mengucapkan sesuatu, Miranda yang sedari tadi menemani Seno dan membantunya mempersiapkan semua ini, mengucapkan sesuatu.
“Itu terlalu murah. Jangan dijual di harga segitu Mas. Mas Seno sudah saatnya merubah semua harga dari produk milik Mas Seno. Banyak yang harganya bisa jauh lebih tinggi, Mas jual dengan harga yang sangat murah.”
__ADS_1
“Susu ini saja misalnya, ini bisa menyembuhkan patah tulang. Seingatku, aku dulu hanya meminum sekitar dua ratus lima puluh milliliter susu. Setelahnya, aku sudah pulih kembali seperti sebelumnya. Ini berarti satu liter susu bisa menyembuhkan empat orang.”
“Sekali operasi untuk patah tulang masih di atas lima juta rupiah. Meski pihak militer bisa menggunakan dokter militer untuk menjalankan operasi, tetapi itu akan membutuhkan waktu lama untuk mereka sembuh.”
“Ini jauh lebih efisien dan cepat. Aku rasa Mas Seno perlu menjualnya dengan harga empat juta per liternya. Itu sama dengan menghabiskan satu juta untuk menyembuhkan satu orang. Aku rasa pihak militer mampu menjalankan semua itu.” Jelas Miranda panjang.
Mendengar ucapan Miranda barusan, mulut Seno langsung terbuka cukup lebar. Ia tidak menyangka bahwa susu sapi miliknya ini bisa dihargai dengan harga segitu. Empat juta per liternya? Itu angka yang cukup besar.
Selama ini Seno menentukan harga cukup asal. Ini karena jumlah sayuran miliknya cukup banyak. Dalam sekali panen ia bisa mendapatkan ribuan hingga belasan ribu porsi sayuran per satu jenis sayur. Jadi, Seno pikir memberikan harga murah tidak terlalu menjadi masalah besar.
Seno khawatir jika dia tidak bisa menjual produknya itu dalam jumlah banyak, maka ia akan memiliki stok yang melimpah. Pada akhirnya kotak penyimpanannya tidak akan bisa menampungnya nanti.
“Seno sudah memberikan harga kenapa Kamu mengubahnya sekarang. Itu jauh lebih mahal lagi.” Ucap Johan yang tidak mau harga susu yang ia beli dinaikkan.
Ketika Johan datang dan ingin melakukan transaksi Miranda tiba-tiba mendapatkan sebuah misi dari sub sistem miliknya. Ia harus bisa menjual sapi ini dengan harga tinggi. Jika dia berhasil, maka sistem akan memberinya beberapa pengetahuan bisnis.
Siapa yang tidak mau ilmu tambahan. Apalagi ilmu menghasilkan uang. Tentu saja Miranda ingin mendapatkan hadiah itu. Ia ingin membantu Seno mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi. Toh nanti dirinya juga akan menikmati hasilnya.
“Aku ini Pakdemu loh Mir, masak Kamu ngasih aku harga yang tinggi.” Ucap Johan.
“Oh Pakde mau pake harga keluarga?” Tanya Miranda sembari menyeringai.
Melihat hal itu Johan tidak mau lagi tawar menawar dengan Miranda. Keponakannya itu pasti akan meninggikan lagi harga dari susu ini. Itu karena Miranda berprinsip bahwa keluarga dan teman adalah orang yang akan mendukung kita, dalam apa pun yang kita lakukan.
__ADS_1
Jadi, harga keluarga atau pun harga teman akan jauh lebih tinggi lagi dari harga normal. Ini Miranda katakan sebagai bentuk dukungan kepada teman atau keluarga yang lainnya.
Johan lalu menoleh ke arah Seno, berharap laki-laki itu mau memberinya harga yang lebih murah lagi. Namun belum sempat Johan mengatakan sesuatu, Seno sudah mengangkat kedua tangannya dan mundur selangkah.
“Sekarang semua pemasaran Mira yang atur Pakde. Aku melupakan hal itu. Jadi, untuk pemesanan dan masalah harga semua menjadi tanggung jawab Mira Pakde. Aku hanya tinggal menyiapkan semua barangnya saja. Jadi, Pakde nggak bisa minta penurunan harga padaku.” Jawab Seno.
“Hah.” Johan mengela nafas panjang mendengar ucapan Seno. Sepertinya ia sudah harus menerima harga yang ditentukan oleh Miranda.
Untung saja susu ini untuk pihak militer hanya produk yang mereka konsumsi ketika terluka, dan bukan produk yang mereka konsumsi sehari-hari. Jika ini adalah produk sehari-hari seperti wortel, sudah jelas itu akan memberatkan pihak militer.
Baru saja Johan mensyukuri hal itu, Miranda sudah menjatuhkan sebuah ucapan baru yang membuatnya tidak berkutik.
“Oh ya satu lagi Pakde, sekarang ini harga wortel naik menjadi dua ratus ribu per buah dan harga kentang yang selama ini pihak militer naik menjadi seratus ribu per buahnya.” Jawab Miranda dengan santainya.
“Eh, kenapa yang lain juga ikut naik?”
“Ya karena memang sudah seharusnya kita memberikan harga segitu untuk pihak militer. Meski pihak militer membeli dalam jumlah banyak, aku tidak bisa menurunkannya lagi. Cukup sulit untuk mendapatkan wortel dengan kemampuan seperti ini bukan?”
“Jadi, jika pihak militer tidak lagi mau membeli dari jalur belakang, kalian bisa berlomba dengan rakyat sipil untuk mendapatkan sayuran dari kami. Itu akan lebih menyulitkan pihak militer lagi bukan?”
“Baiklah-baiklah. Aku akan mengatakan ini kepada para Jendral. Biarkan mereka saja yang menentukan semuanya. Aku juga akan membayar empat juta untuk setiap liter susu ini. Lagi pula mereka belum tahu harga dari susu ini. Jadi tidak terlalu masalah jika aku membelinya dengan harga yang cukup besar.”
Seratus liter susu ini bisa untuk menyembuhkan empat ratus orang. Itu adalah angka yang cukup besar. Jumlah tentara yang mengalami patah tulang sebenarnya tidak sampai sebanyak itu. Tetapi tidak ada salahnya Johan membeli dalam jumlah banyak.
__ADS_1
“Pakde, kalau nggak segera dikonsumsi, lebih baik simpan semua susunya di freezer supaya lebih awet lagi.” Ucap Seno mengingatkan sebelum Johan pergi dengan ditemani Effendi, ajudannya.