Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 218


__ADS_3

“Sial, keberadaan video itu justru membuat publik semakin curiga dengan apa yang terjadi. Dengan kita menghapus semua video itu pun tidak akan mengubah apa pun. Itu justru memperburuk semuanya,” ucap Agam yang saat ini tengah melakukan rapat dengan beberapa anggota kepolisian yang lain.


Saat ini mereka membahas dampak yang timbul akibat kejadian di jalan tol. Apalagi kerusakan yang terjadi di jalan tol tersebut menyebabkan jalur transportasi antar kota menjadi terhambat.


“Sebenarnya apa yang terjadi semalam. Kenapa pihak militer menyembunyikan mengenai hal itu kepada kita? Kita berhak tahu mengenai hal ini bukan? Kenapa mereka justru menutup-tutupi semua yang terjadi di jalan tol itu?” tanya Bandi, salah satu rekan Agam.


Agam menggelengkan kepalanya. Ia sendiri tidak memiliki jawaban mengenai pertanyaan Bandi tersebut.


“Aku tidak tahu detailnya, Bandi. Mereka hanya mengatakan bahwa itu adalah bantuan yang mereka berikan untuk mengatasi masalah buronan internasional yang menjadi momok kita. Tetapi, kenapa semua jadi terlihat berantakan seperti ini?”


“Aku mencoba menanyakan hal ini kepada Eko. Tetapi, dia tidak memberiku penjelasan. Dia bilang ini adalah rahasia milik pihak militer. Kita yang berasal dari kepolisian, tidak berhak mengetahuinya,” jelas Agam.


Ruang tersebut kembali terdiam. Baik Agam dan Bandi masih bingung dengan semua ini. Mereka melihat sendiri bekas pertempuran di jalan tol itu. Tetapi, mereka tidak bisa menemukan alasan kenapa jalan tol tersebut memiliki kerusakan sebesar itu.


“Apakah negara kita memiliki pasukan khusus sehebat itu? Mereka bisa menghancurkan musuh dengan cepat dan membuat efek kerusakan sebesar itu. Tetapi, bagaimana bisa mereka datang dengan cepat?” tanya Bandi heran.


“Aku sendiri juga tidak mengetahuinya. Ah pihak militer lepas tangan begitu saja setelah membuat kekacauan seperti ini. Mereka malah meminta kita membereskan semua ini,” ucap Bandi kesal.


“Sudahlah. Mau tidak mau kita harus membereskan semua ini. Bagaimanapun juga kita yangmeminta mereka sesegera mungkin untuk menyelesaikan hal ini bukan. Bagaimanapun publik mendesak, katakan saja ini semua memang bencana alam. Aku yakin lama-lama fokus mereka akan teralihkan. Atau kita buat saja sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian publik dari masalah ini,” ucap Agam yang mencoba menenangkan rekannya.



Beberapa hari berlalu begitu saja. Publik masih mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di jalan tol tersebut. Desakan tersebut membuat pihak kepolisian kebingungan. Mereka masih bingung memikirkan cara agar fokus publik tidak lagi mengarah ke mereka.

__ADS_1


“Agam, aku menemukan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian publik dari kita,” ucap Bandi yang datang ke ruangan Agam.


“Apa memangnya?” tanya Agam penasaran.


Selama beberapa hari terakhir, Agam sudah sibuk mencari cara untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah jalan tol. Namun, ia tidak bisa menemukannya. Sekarang, tiba-tiba saja Bandi datang dan mengatakan bahwa dia memiliki cara untuk mengalihkan perhatian publik?


“Lihatlah jurnal penelitian yang baru saja terbit ini. Jika kita membantu memperbesar publikasi jurnal penelitian ini, maka kemungkinan besar fokus publik akan beralih kepada jurnal ini,” jelas Bandi.


“Jurnal apa itu?” Agam langsung meraih ponsel milik Agam dan membaca jurnal yang ada di sana.


Jurnal tersebut membicarakan mengenai obat yang dimungkinkan untuk mengatasi kemandulan. Ini bukan hanya kemandulan pada wanita tetapi juga pada laki-laki. Dari jurnal ini, mereka menemukan sesuatu yang bisa membantu mengatasi kemandulan itu dalam sayuran yang dijual dalam situs Petani Hebat.


“Petani Hebat? Bukankah ini petani yang katanya memiliki sayuran dengan efek hebat itu? Jadi Kamu ingin memperbesar publikasi jurnal ini? Bukankah itu sama saja dengan kita membantu promosi barang oleh seseorang?”


“Tidak ada cara lain. Lagi pula, barang milik Petani Hebat memang semanjur itu. Anakku sudah mencobanya, nanas milik mereka sehebat itu. Apa Kamu tahu menantuku sekarang berbadan dua sekarang. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mentuku bisa hamil. Aku akan menjadi seorang kakek.”


“Benarkah itu?”


“Sungguh. Buat apa aku berbohong padamu? Tidak ada untungnya untukku bukan?”


“Hem ... baiklah kita akan membantu memperbesar publikasi jurnal ini.”


__ADS_1


“Eh jurnal milikku ternyata cukup banyak yang membacanya? Bahkan sekarang banyak artikel yang membahas mengenai hasil penelitianku ini. Padahal, ini baru beberapa jam saja sejak aku menerbitkan jurnal ini bukan?”


Dina yang sekarang berada di gazebo tertegun melihat banyak artikel mengenai penelitiannya. Tentu saja Dina tidak menemukan artikel itu sendiri, tetapi beberapa saudara serta temannya yang mengabarkan ini padanya.


“Ada apa Bun?” tanya Seno.


“Lihatlah ini, banyak artikel yang membahas mengenai penelitianku. Tidak hanya itu, beberapa senior yang berada di bidang yang sama denganku, mereka juga membicarakan mengenai hal ini. Tiba-tiba saja semua membicarakannya.”


“Meski pun hal ini cukup wajar, tetapi ini terlalu cepat menurutku. Biasanya beberapa hari atau beberapa minggu baru akan ada yang membahasnya. Tetapi ini terlalu cepat,” jelas Dina.


“Mungkin ada yang membantu kita dari belakang sekarang. Tetapi bukankah ini bagus, Bunda? Dengan publikasi seperti ini, akan banyak orang yang membaca hasil penelitianmu bukan? Itu juga akan membantu kita memperbanyak penjualan produk bukan?”


Tepat setelah Seno mengatakan hal ini, Miranda yang sedari tadi fokus dengan laptop miliknya tiba-tiba menyerukan sesuatu yang cukup mengagetkan Seno dan Dina.


“Eh penjualan selada kita yang baru dipasarkan naik derastis. Permintaan pasar juga naik sekarang. Mereka banyak yang ingin memesan selada itu dan meminta kita untuk tidak membatasi jumlah yang dijual.”


“Tidak hanya itu saja, nanas milik kita juga habis terjual. Orang-orang yang sebelumnya belum mengetahui nanas milik kita, sekarang banyak yang ingin membelinya. Dari grafik yang ada, pengunjung laman kita yang memuat nanas meningkat dua ratus kali lipat.”


“Banyak juga ternyata yang memesannya. Kalau begitu, selama beberapa hari ke depan, kita akan meningkatkan jumlah nanas dan selada yang akan kita jual. Mungkin selama satu minggu kita bisa melakukan hal itu,” jelas Seno.


“Baiklah kita akan melakukannya,” jawab Miranda.


“Lalu, bagaimana dengan lipstik yang dipasarkan? Apakah sudah banyak terjual?”

__ADS_1


“Aku masih memasarkannya melalui beberapa orang saja. Secara online memang sudah aku lakukan tetapi penjualannya belum seberapa. Mungkin karena belum banyak percaya dengan produk kosmetik milik kita. Yang mereka kenal selama ini hanya produk pertanian saja. Jadi penjualannya tidak seberapa banyak.”


“Aku sekarang masih memikirkan cara untuk bisa menjual lipstik ini. Tunggu saja kabar baik dariku."


__ADS_2