Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 125 Hipotesis Seno


__ADS_3

“Jadi sebenarnya apa misi yang Mas Seno terima?” Tanya Miranda.


Seno lalu menceritakan kepada keduanya mengenai misi yang ia kerjakan. Apa saja yang perlu ia kerjakan dan akan ia dapatkan nantinya, semua Seno ceritakan kepada kedua istrinya. Tidak ada yang ia tutupi sekarang.


“Jadi seperti itulah misi yang baru saja aku selesaikan.” Ucap Seno menutup penjelasannya.


“Dimensi baru yang begitu luas dan memiliki banyak pohon besar?” Tanya Dina.


“Ya di sana cukup asri danmemiliki udara yang segar. Besok pagi aku akan menunjukkan semua itu pada kalian. Pasti kalian akan percaya dengan ucapanku ini.” Jelas Seno.


“Tetapi, apakah nantinya Mas Seno akan menjalankan misi-misi seperti ini lagi? Apakah semua ini harus Mas Seno lakukan?” Tanya Miranda.


“Itu adalah konsekuensi yang harus aku terima jika aku ingin tetap memiliki Sistem Mir. Semua yang kita lakukan di dunia ini memiliki resiko. Dan ini adalah resiko atas apa yang aku pilih.” Jawab Seno.


Melihat raut wajah kedua istrinya yang berubah khawatir Seno langsung menarik mereka ke dalam dekapannya. Ia mengelus punggung mereka.


“Tenang saja, aku akan lebih berhati-hati lagi setelah ini. Misi ini membuatku sadar akan apa yang aku alami kedepannya. Memiliki Sistem ternyata tidak semudah yang aku bayangkan. Pasti ada alasan lain kenapa aku menerima sistem, dan kenapa pula sayuran yang aku tanam memiliki efek yang ajaib.” Jelas Seno.


Baik Dina dan Miranda tidak mengatakan apa pun setelah Seno memberikan penjelasan itu. Mereka ingin menikmati saat-saat dalam dekapan Seno seperti sekarang ini. Sampai pada akhirnya, mereka merasakan sesuatu yang berbeda.


“Sepertinya, kalian perlu bertanggung jawab karena sudah mengambil seluruh pakaianku. Sekarang, kalian harus menemaniku begadang sampai besok pagi.” Ucap Seno dengan sebuah seringai.


Sebelum menikah, adiknya tidak pernah seaktif sekarang. Dia akan bermalas-malasan dan memilih untuk tidur. Sekarang ini, adiknya ini malah bergerak aktif dan bangun.


Mendengar ucapan Seno barusan, baik Dina dan Miranda langsung menyesali pilihan mereka untuk menanggalkan pakaian suami mereka. Sekarang, mereka harus mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan.


….


Miranda baru saja tertidur kurang dari setengah jam, tetapi ponselnya yang sedari tadi berdering membuatnya tidak lagi memiliki keinginan untuk melanjutkan tidur.


Tanpa mepedulikan tubuhnya yang tidak memakai pakaian, Miranda bangkit dan mencari keberadaan ponsel miliknya. Ia menemukan ponsel miliknya itu tertutup pakaian yang semalam Dina pakai.


Ketika mengecek layar ponselnya, Miranda menemukan nama Johan yang sudah beberapa kali mencoba memanggilnya. Saat itu juga Miranda tahu bahwa ini adalah panggilan penting dari Pamannya. Tidak mungkin Johan menelpon dirinya sepagi ini jika ini tidak penting.


Oleh karena itu, Miranda berniat mengangkat telepon tersebut. Namun, panggilan itu sudah terlanjur teputus. Hal itu membuat Miranda buru-buru menghubungi Pamannya itu.

__ADS_1


“Hallo Pakde Johan, ada apa menelfonku sepagi ini?” Sapa Miranda kepada Johan.


“Hallo Mir, apakah Seno memiliki persedian susu sapi yang cukup banyak?” Tanya Johan tanpa basa basi.


“Susu sapi? Ah aku tidak tahu aku belum menanyakannya kepada Mas Seno Pakde.”


Seno belumlah memberikan jumlah keseluruhan stok yang mereka miliki saat ini. Jadi Miranda tidak mengetahui berapa banyak jumlah susu sapi yang bisa mereka jual. Apalagi Miranda tahu sebagian susu sapi itu akan dijadikan bahan baku untuk memproduksi produk lain.


Jadi, ia perlu mengkonfirmasi ulang semuanya dengan Seno. Miranda tikda mau jika dirinya mengatakan sebuah angka, lalu ternyata Seno tidak bisa menjual susu sebanyak itu. Maka itu akan menjadi permasalahan.


“Bisakah Kamu tanyakan itu pada suami sekarang juga? Aku sekarang dalam perjalanan menuju rumah kalian. Aku ingin membeli semua susu sapi yang dimiliki oleh suamimu sekarang juga.”


“Sekarang juga Pakde? Tapi sekarang kan masih jam empat? Memangnya Pakde pakai untuk apa susu sapi itu? Sepagi ini Pakde sudah ingin membeli susu sapi dalam jumlah banyak.” Tanya Miranda.


Miranda sendiri sedikit heran. Kebutuhan mendesak apa yang mengharuskan Pamannya itu mencari susu sapi sepagi ini. Lalu Miranda ingat mengenai kasiat susu sapi itu yang bisa menyembuhkan patah tulang dengan cepat.


Apakah Johan ingin membeli susu itu untuk mengobati seseorang yang mengalami patah tulang? Tetapi kenapa harus banyak?


“Beberapa tentara tereluka dalam gempa semalam. Jadi, aku membutuhkan susu itu untuk menangani mereka.” Jawab Johan.


Miranda buru-buru mencari keberadaan bajunya. Di atas ranjang, Dina yang terbangun karena kegaduhan yang Miranda buat, memandangi madunya yang kini sibuk mengobrak abrik isi lemari.


“Kenapa memangnya Mir?” Tanya Dina.


“Pakde Johan mau ke sini. Dia mau beli susu katanya. Aku mau nyari Mas Seno buat minta dia mempersiapkan segalanya.” Jawab Miranda.


Mendengar hal itu, Dina langsung bangun dan mencari bajunya. Tidak mungkin bukan dirinya bersantai di atas ranjang ketika akan ada tamu di rumah mereka. Apalagi dirinya tidak memakai busana sekarang. Jelas itu tidak bagus.



Miranda menemukan keberadaan Seno yang saat ini sedang berlatih kelincahan dengan menggunakan beberapa karung pasir yang sedang digantung. Jasmine dan beberapa temannya terlihat membantu menggerakkan karung-karung itu.


Sepertinya Seno bersungguh-sungguh ingin meperkuat dirinya agar bisa melindungi diri ketika menjalankan misi dan tidak lagi membuat Dina dan Miranda khawatir. Lihat saja Seno lebih memilih berolahraga daripada beristirahat.


Sejak kemarin Seno belum beristirahat sama sekali. Kemarin dia sudah menjalankan misi yang cukup berat. Lalu sepulang dari sana, Seno malah berolahraga dengan kedua istrinya.  Sekarang, dia malah melakukan olahraga yang lainnya.

__ADS_1


“Eh ada apa Mir? Kenapa Kamu kemari? Kenapa nggak istirahat aja? Kamu kan hari ini Cuma kuliah sore. Jadi Kamu bisa tidur selama yang Kamu inginkan pagi ini.” Ucap Seno memberikan rentetan pertanyaan kepada istrinya.


Miranda lalu menceritakan telepon yang ia dapatkan dari Johan dan apa yang diinginkan oleh Pamannya itu. Ia juga mengatakan tujuan penggunaan susu tersebut kepada Seno.


Seno mengangguk-anggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Mirana.


“Jadi seperti itu ya. Beberapa tentara banyak yang terluka dalam gempa kemarin.” Ucap Senos lirih.


Setelah berucap demikian, tiba-tiba saja di benak Seno terlitas sebuah pemikiran baru. Gempa yang semalam terjadi cukup keras terasa di rumahnya. Itu berarti jaraknya tidak terlalu jauh.


Di kota tempat tinggalnya maupun kota sekitar, tidak ada markas militer. Sependek pengetahuan Seno, tentara yang berkumpul dalam jumlah banyak di  kota sebelah di mana portal ke dimensi lain berada.


Ini membuat seno berpikir bahwa para tentara yang terluka itu adalah tentara yang berjaga di portal itu. Mendengar perkataan Miranda, Seno tahu bahwa tentara yang terluka cukup banyak jumlahnya.  Jika bukan mereka, siapa lagi?


Hal itu membuat Sneo berhipotesis bahwa gempa yang terjadi ada hubungannya dengan dirinya yang memindahkan letak portal. Lalu ia juga membuat spekulasi yang lebih besar lagi. Bahwa gempa yang akhir-akhir ini terjadi ada hubungannya dengan kemunculan portal.


Wajah Seno berubah sangat serius ketika memikirkan hal ini. Selain misinya yang pasti akan bertambah, ada ketakutan dalam diri Seno. Makhluk di dimensi yang muncul itu sangat kuat hingga tidak ada yang bisa menghadapi mereka.


Jika mereka sampai menyebrang dan menyerang manusia, itu akan membuat masalah baru yang begitu menakutkan. Kekacauan pasti akan terjadi di mana-mana. Hukum yang ada bisa saja disepelehkan dan semua orang akan memakai hukum rimba.


Apakah ini tujuan asli dirinya memiliki sistem? Mengubah takdir penduduk Planet Bumi. Jika dirinya gagal, maka penghuni dimensi itu akan menjajah Bumi. Jika dirinya behasil menaklukkan semua dimensi, maka Bumi tidak akan masuk ke dalam masa kekacauan.


Apa pun itu alasan dirinya memiliki sistem, satu hal yang benar-benar ingin Seno capai sekarang, yait memperkuat dirinya agar bisa melindungi orang


tekasihnya.


“Hem… apakah sekarang saat yang tepat bagiku memberi tahu pihak militer mengenai brokoli yang aku miliki?” Gumam Seno dalam hati.


...


autkr note :


Karena aku ada kesibukan lain yang nggak bisa ditinggal, hari ini dan besok up cuma sekali,


makasih buat dukungan kalian selama ini

__ADS_1


__ADS_2