Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 78 Mencabut Laporan


__ADS_3

Apa yang Rendi takutkan benar-benar terjadi. Kali ini ia perlu menghadapi beberapa orang yang menjadi penjamin penjual pepaya itu. Meskipun mereka tidak mendatangi Rendi langsung, tetapi perwakilan mereka datang.


Perwakilan mereka saja sudah cukup membuat Rendi berkeringat dingin, apalagi jika mereka datang langsung ke sini. Para perwakilan penjamin penjual pepaya itu kini menatap Rendi dengan tajam.


“Ada apa gerangan Anda semuanya datang kemari?” Tanya Rendi basa basi.


Meski dirinya sudah mengetahui maksud mereka, laki-laki itu masih ingin berbasa basi. Mungkin saja kedatangan mereka berbeda dengan dugaannya bukan? Jadi dirinya tidak mau langsung menyimpulkan semua itu.


“Pak Rendi jelas sudah paham bukan apa maksud kedatangan kami? Tidak usah bertanya lagi seperti itu.” Salah seorang di antara tamu Rendi.


“Sebaiknya Pak Rendi mencabut laporan itu sebelum semuanya bertambah runyam. Bosku tidak mau masalah ini bertambah lama lagi. Jika Pak Rendi tidak mencabutnya, maka Pak Rendi perlu bersiap-siap saja.” Imbuh yang lain.


Salah satu anak buah ini mendapatkan perintah dari Nyonya Besar bahwa mereka harus membuat Rendi mencabut laporannya. Alasan yang ia dengar cukup lucu. Mereka ingin masalah inis segera selesai dan akun lelang Seno tidak dibekukan lagi.


Sementara itu, Rendi semakin takut setelah mendengar ucapan orang-orang di depannya ini. Jika dirinya tidak mencabut laporannya, maka orang-orang ini akan menyerangnya, lebih tepatnya bisnisnya. Itu adalah hal yang Rendi tangkap dari ucapan orang-orang di depannya ini.


Jika begini, mau tidak mau dirinya harus mencabut laporannya. Jika tidak, bisnis miliknya yang sudah ia bangun dengan cukup lama, akan hancur jika mendapatkan serangan dari orang-orang ini.


Ini berarti dirinya harus memendam kekesalannya kepada seseorang yang membuat anaknya masuk rumah sakit. Ia tidak bisa menghukumnya dengan memenjarakannya seperti yang ia inginkan sebelumnya.


“Baiklah aku akan mencabut laporan milikku itu.” Jawab Rendi pada akhirnya.


*****


Seno tersenyum lebar. Siang ini dirinya baru saja mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian. Kasus yang menyangkut dirinya sudah selesai. Ini berarti Seno sudah bisa memasang beberapa sayuran untuk dilelang. Akun miliknya di The Auction pun sudah tidak lagi dibekukan.

__ADS_1


Meski begitu, Seno tidak langsung memasang sayur untuk dilelang. Ia akan memulai memasang lelang besok pagi. Lagi pula dirinya sudah menyelesaikan misi untuk mendapatkan satu miliar dari berjualan buncis.


Jadi sekarang dirinya tidak perlu tergopoh-gopoh dalam memasang buncis seperti sebelum-sebelumnya. Ia bisa dengan santai memasang buncis tanpa ada tuntutan sekarang.


Seno sekarang mengecek gudang yang akan menjadi miliknya. Setelah menyelesaikan misi berjualan buncis, Seno mengirim uang cukup banyak kepada pemborongnya menyelesaikan gudang itu secepatnya.


Ramzi, pemborongnya, sekarang sudah memanggil dua puluh pekerja lagi untuk membantunya menyelesaikan gudang milik Seno. Menurut Ramzi dengan uang yang sudah diberikan Seno, ia bisa menyelesaikan ini lebihs cepat lagi dari perkiraan.


Gudang miliknya itu sudah empat puluh persen dibangun. Dua hingga tiga minggu lagi Seno bisa menempati gudang ini. Ia sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba.


Setelah mengecek gudangnya, Seno pergi ke pusat kota. Hari ini Seno berencana membeli mobil box untuk ia pakai sebagai operasional penngantaran sayuran.


Seno berencana membeli mobil box yang memiliki chiller di dalamnya. Dengan begitu, sayur yang di dalam sana nantinya tetap terjaga kesegarannya dan tidak rusak.


Meski Seno memiliki ruang penyimpanan sistem dan bisa sewaktu-waktu mengeluarkan sayuran dari sana, tetapi Seno tidak berencana selalu menjadi pengirim sayuran-sayuran itu. Jadi jika orang lain yang mengantarnya, Seno membutuhkan mobil seperti ini demi menjaga kesegaran sayuran miliknya.


Saat ini di rekeningnya, Seno memiliki dana yang bisa ia pakai sebesar satu koma tiga miliar lebih. Jadi, jika dirinya membeli mobil dengan harga enam ratus dua puluh lima juta sekali pun, ia masih memiliki sisa uang sebesar tujug ratus juta lebih.


Seno ingin sekali membeli mobil lain dengan uang tersebut, tetapi ia urungkan. Hal ini karena Seno ingin langsung membeli mobil dengan kualitas bagus. Jadi, daripada sekarang membeli dan nanti membeli lagi, lebih baik Seno menundanya.


Laki-laki itu ingin mobil pertamanya ini adalah mobil yang memberikan kesan bagus, mobil impiannya jika bisa. Mobil impian Seno sendiri saat ini dibandrol dengan harga satu setengah milyar rupiah. Jadi ia akan mengumpulkan uang terlebih dahulu sebelum membeli mobil tersebut.


Lagi pula Seno masih bisa bersabar menunggu, ia tidak terburu-buru memiliki mobil untuk saat ini. Ia masih puas dengan motor yang ia miliki.


*****

__ADS_1


Esok paginya, Seno langsung memasang seratus paket buncis untuk di lelang. Biasanya dirinya hanya melelang seratus lima puluh paket buncis dalam tiga periode. Tapi kali ini dirinya akan melelang tiga ratus buncis dalam tiga periode.


Ini Seno lakukan sebagai ganti karena kemarin dirinya sama sekali tidak melakukan lelang buncis sama sekali. Tidak hanya buncis, Seno juga kembali melelang wortel, kentang dan juga keju.


Seno membuat sebuah pengumuman baru bahwa dirinya kedepannya tidak akan melelang pepaya secara terbuka seperti sebelumnya. Ia akan memelang pepayannya dalam kondisi tertentu saja. Hal ini karena Seno tidak mau kejadian yang sama terulang kembali.


Meski Seno melanjutkan kasusnya kemarin pun dia tetap akan bebas. Hanya saja Seno tidak mau menglami kejadian serupa. Yang kemarin lawannya bukanlah orang yang memiliki kekuasaan besar. Hal itu membuat penanganan kasusnya tidak diperberat. Tidak hanya itu, banyak yang bisa membantunya.


Tetapi jika suatu saat nanti Seno mengalami kejadian yang serupa dengan sekarang, dan yang menjadi lawanya adalah orang yang meiliki kekuasaan tinggi, sudah pasti dirinya akan kalah meski dirinya tidak salah.


Tidak hanya itu, meski orang-orang yang sebelumnya menjaminnya, belum tentu juga mereka bisa kembali menjamin Seno dan membuatnya keluar dari tahanan. Jadi, sebisa mungkin dirinya menghindari mendapatkan masalah yang sama.


[Kakak Tampan : Bos @Petani Hebat kenapa kemarin Kamu tidak melelang buncis sama sekali? Padahal kami sudah membuat sebuah taruhan mengenai berapa lama buncismu akan terlelang habis.]


[Monta : Iya benar aku sangat menunggu hal itu.]


[Merpati Putih : Guys, apa kalian tidak sadar, bahwa @Petani Hebat sekarang tidak melalang satu pun pepaya. Apakah dia mendapatkan masalah dari pepaya yang dia lelang waktu itu?]


[Panggil Saja Bujang : @Merpati Putih, lihat saja pengumuman baru yang dibuat oleh @Petani Hebat, kemungkinan besar yang Kamu katakan itu benar. Dia terkena masalah karena pepaya itu.]


[Merah Delima : Bujang, yang Kamu katakan itu benar. Aku dengar ada seseorang yang mealporkan @Petani Hebat ke polisi karena pepaya itu. Salah seorang anaknya membeli pepaya di sini, dan dia memberikannya kepada saudaranya untuk balas dendam. Apa kalian tahu apa yang terjadi pada saudaranya?]


Ucapan Merah Delima ini berhasil menarik perhatian banyak pengunjung laman lelang Seno. Mereka semua meminta Merah Delima segera menceritakan kepada mereka mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Ketika Merah Delima akan menjawab, ternyata ada yang sudah mendahuluinya.


[Marmut : Dia masuk rumah sakit. Dia mengalami diare yang tidak bisa berhenti hingga dia masuk ke rumah sakit.]

__ADS_1


[Pemanah Hati : Wah itu parah sekali. Sekarangaku jadi takut jika ada yang memberiku pepaya. Mulai sekarang, jika ada yang memberiku pepaya, aku akan meminta orang itu memakan sebagian pepayanya. Jika dia tidak berani, itu berarti itu adalah pepaya yang dibeli dari @Petani Hebat.]


[Pecinta Kucing : @Pemanah Hati, idemu ini bagus juga. Kamu cerdas sekali memikirkan solusinya. Aku akan memakai saranmu ini kedepanya.]


__ADS_2