Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 172 Pembicaraan Di Rumah Pohon


__ADS_3

“Tentunya aku akan lebih berhati-hati Sistem. Aku akan menyusun rencana sematang mungkin sebelum memasuki dimensi itu. Aku yakin jika aku berhati-hati semuanya akan baik-baik saja.” Jelas Seno.


“Lalu, jika Kamu menanyakan mengenai alasanku meminta sesuatu yang bisa membuat seseorang menjaga rahasia, ini ada hubungannya dengan orang-orang di Bumi yang sedikit banyak mengetahui letak dari portal-portal itu. Pihak militer.”


“Aku berencana mengatakan kepada mereka mengenai aku yang bisa menaklukkan dimensi lain. Mungkin aku akan membawa salah satu Jenderal yang mereka punya untuk aku ajak dalam menjalankan misi.”


“Dengan begitu, mereka bisa tahu kekuatanku yang sebenarnya. Tentunya, Aku tidak mau rahasiaku ini tersebar bebas dan diketahui oleh semua orang yang ada di militer. Aku ingin mereka menjaga rahasia ini.”


“Dengan begitu, meski mereka berusaha semampu mereka mengungkapkan rahasiaku, mereka tidak akan bisa melakukannya. Aku juga bisa membebaskan tentara-tentara yang sedang aku tahan, tanpa takut mereka akan membeberkan rahasiaku.”


Sistem kembali terdiam mengdengar penjelasan dari Seno. Pada akhirnya Sistem memberikan jawaban yang Seno inginkan.


[Baiklah Host Sistem bisa menerima penjelasan yang Host berikan]


[Sistem menyimpulkan bahwa sesuatu yang bisa menahan rahasia agar tidak terucap, bisa membantu Host dalam menjadi petani terhebat yang ada di dunia ini, maka dari itu Sistem akan berusaha menyediakan apa yang Host inginkan ini]


[Ding]


[Sistem dalam proses update informasi]


[Host tidak akan bisa menghubungi Sistem dalam waktu dua belas jam]


Setelah pemberitahuan itu Seno teriima, Seno tidak bisa lagi menghubungi Sistem. Padahal, masih banyak hal yang ingin ia sampaikan.


“Bagaimana Ayah?” tanya Miranda yang sekarang melihat Seno menerjab-terjabkan matanya.


“Aku sudah meminta solusi kepada Sistem. Aku mengatakan permintaanku padanya. Tetapi, aku baru bisa mendapatkan solusi itu dua belas jam lagi.” Jelas Seno.


“Aku rasa tidak masalah untuk saat ini Bunda. Kita hanya bisa menunggu sekarang. Aku hitung-hitung, Sistem akan memberikan kita solusi yang kita inginkan sebelum kita melakukan pertemuan dengan para Jenderal itu." Jelas Seno.


...

__ADS_1


Sekarang ini Seno tengah berada di kebun miliknya. Ia akan memanen tanaman baru yang ia tanam tiga hari yang lalu, selada dan kemangi. Seno ingin tahu manfaat dari keduanya.


[Selada daun lebar]


[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Katanya jika dikonsumsi dapat mencegah kemandulan]


[EXP +44]


[Poin tanam +2000]


"Selada yang bisa mencegah kemandulan? Kombinasi selada ini dan nanas yang aku miliki jika dikonsumsi jelas bisa meningkatkan jumlah populasi penduduk. Mereka yang sebelumnya mandul, dan tidak bisa memiliki keturunan, pasti akan tertolong dengan dua produk ini." Gumam Seno.


"Mungkin ini bisa dipakai oleh Dina untuk penelitiannya. Ia bisa melihat berapa besar perubahan tingkat kesuburan yang dimiliki oleh orang mandul setelah mengkonsumsi ini."


Daripada mempublikasikan hasil penelitiannya yang mengatakan bahwa seseorang memiliki kemungkinan hidup abadi jika mengkonsumsi sayuran khusus miliknya, lebih baik Dina mempublikasikan mengenai manfaat kombinasi selada dan nanas.


[Kemangi daun wangi]


[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Katanya jika diseduh bisa mengurangi stress]


[EXP +44]


[Poin tanam +2000]


Mata Seno berbinar ketika membaca deskripsi dari kemangi tersebut. Ini adalah sayuran yang ia butuhkan. Sesuatu yang bisa meredakan stress.


Bukankah memiliki sejak memiliki Sistem, kedua istrinya, terutama Dina, mengalami tekanan besar. Ia ingin mereka merasa jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

__ADS_1


Apalagi saat ini keduanya tengah mengandung. Emosi mereka cukuplah labil dalam masa-masa ini. Sudah tepat jika Seno memberikan seduhan daun kemangi untuk mengurangi stress mereka.


Seno lalu memanen semua kemangi yang ia miliki. Stok ini tidak terlalu banyak. Namun jika ia fokus menghabiskan semua ini hanya untuk kedua istrinya, Seno rasa itu masih cukup sampai nanti dia sudah menaikkan level dan bisa menanam semuanya dalam jumlah banyak.


Langsung saja Seno bergegas menuju ke rumahnya. Ia lalu menyeduh kemangi yang baru ia panen ke dalam sebuah termos. Saat ini dua istrinya itu tengah belajar untuk ujian mereka di rumah pohon yang ada di dimensi yang ditinggali para Gylinox.


Sepertinya mereka sudah bisa melawan ketakutan mereka terhadap penampilan mengerikkan yang dimiliki oleh para Gylinox. Mereka sekarang sering menghabiskan waktu bersantai di rumah pohon yang ada di sana.


Rencananya, jika rumah kayu yang berada di dekat danau selesai dibangun, Seno dan kedua istrinya akan lebih sering menghabiskan waktu mereka di sana.


“Kalian beristirahatlah sebentar. Aku membawakan minuman untuk kalian.” ucap Seno ketka berada dekat dengan istrinya.


Di depan keduanya sekarang ada beberapa buku yang berserakan. Tidak hanya itu, Seno melihat adanya semangkuk kacang merah yang tinggal beberapa sendok lagi di dekat buku-buku mereka.


Sepertinya keduanya belajar sembari menjadikan kacang merah itu sebagai cemilan. Untuk orang yang ujiannya lebih ke arah pemahaman teori, kacang merah sangat bagus untuk membantu mereka memahami bahan ajar milik mereka sebagai persiapan ujian.


Seno yakin dalam ujian kali ini keduanya akan mendapatkan nilai yang sangat baik.


“Ayah, kacang merahmu ini sangat membantu. Ini bisa membantuku berpikir lebih jernih. Semua materi yang selama ini cukup sulit bagiku, sekarang bisa aku pahami dengan mudah.” ucap Miranda sembari membereskan buku-buku miliknya.


Buku-buku di sini berserakan karena tadi ia membaca satu buku dan berlanjut ke buku lainnya tanpa membereskan buku yang sudah ia baca. Dalam waktu singkat, ia sudah membaca cepat tiga buah buku dan memahami cukup banyak isinya.


“Aku juga merasa lebih cerdas sekarang. Banyak inspirasi yang aku dapatkan setelah membaca semua buku-buku ini. Aku rasa aku bisa membuat penelitian baru setelah ini. Tentunya aku akan melakukannya setelah ujianku selesai." Ucap Dina.


"Terakhir aku mengecek, penjualan kacang merah milik kita sangat baik. Bahkan menurutku, tanpa kita melakukan promosi pun hasil penjualan cukup banyak. Beberapa orang penggemar fanatik produkmu sudah membeli dan mencobanya. Mereka memberikan penilaian yang bagus."


"Permintaan untuk menambah jumlah kacang merah yang kita lelang pun semakin banyak. Mendekati ujian seperti ini, banyak yang berniat membeli produk kita yang satu ini. Sekarang saja kita sudah mendapatkan tiga ratus juta lebih dari kacang merah ini." Lapor Miranda.


"Jika memang banyak peminatnya, kita bisa menambahkan jumlah kacang merah yang kita jual. Lagi pula, stok milik kita sangat melimpah. Kita tidak akan kehabisan stok untuk dijual."


"Kamu juga bisa membuat promo Bun, selama seminggu kedepan stok kacang merah yang kita jual adalah seribu per harinya. Mereka bisa membeli dengan harga dasar. Dengan begitu, setelah seminggu ke depan penjualan kita akan naik lalu setelahnya harga kacang merah akan naik juga." Saran Seno.

__ADS_1


"Wah itu ide yang bagus Ayah."


__ADS_2