
Senyum puas tercetak jelas di bibir ketiganya setelah beberapa jam bermain bersama. Bahkan, kegiatan membersihkan diri di kamar mandi menjadi lebih lama karena mereka kembali mengulang apa yang sebelumnya mereka lakukan di atas ranjang.
“Tadi itu sangat menyenangkan. Aku tidak menyangka kalian berdua mempelajari teknik seperti itu. Jika aku tahu kalian bisa memiliki teknik yang luar biasa ketika aku membiarkan kalian berada di atas, maka aku akan melakukannya dari dulu,” ucap Seno ketika mereka kembali berbaring di atas ranjang yang sudah diganti spreinya.
“Ya, itu harus. Semenyenangkan itu ternyata berada di atas. Pantas saja beberapa temanku sering mengatakan berada di atas bisa membantu kita mencapai kepuasan lebih cepat,” ucap Dina.
“Kita nanti bisa menemukan teknik baru yang bisa membantu menguras Ayah. Tetapi, Ayah tidak boleh memakan nanas sebelum kita bermain. Jika Ayah melakukan itu, jelas saja kami kalah dan tidak akan berdaya,” imbuh Miranda.
“Bicara soal nanas, bagaimana dengan bisnis kita? Apakah semua baik-baik saja?”
Sekarang Seno memiliki kesempatan untuk menanyakan hal ini kepada kedua istrinya. Tiga tahun delapan bulan bukan waktu yang singkat. Seno yakin bisnis miliknya sudah berkembang sangat pesat dalam tiga tahun delapan bulan ini. Level kebunnya pun pasti sudah semakin tinggi sekarang.
Mendengar pertanyaan Seno mengenai bisnis mereka, Miranda langsung bangkit dari posisi berbaringnya. Ia lalu menatap ke arah Seno sembari memukul pelan dadanya. Wajahnya pun menunjukkan ekspresi bangga.
“Aku sudah berhasil membawa bisnis kita ke tahap yang lebih tinggi. Delapan puluh persen pasar sayuran dan beberapa makanan pokok sudah menjadi milik kita. Semua keuntungan yang kita dapatkan, aku belikan beberapa lahan pertanian baru, atau pun untuk membeli saham perusahaan makanan,” jelas Miranda.
“Sekarang, pengaruh kita sudah cukup besar sekarang. Kita bahkan bisa melakukan monopoli harga makanan tertentu. Kebanyakan produk kita yang menguasai pasar adalah produk biasa yang tidak memiliki efek luar biasa. Sedangkan sayuran ajaib yang aku tetap menjualnya melalui lelang sebagai sayuran premium,” jelas Miranda.
Seno langsung bangkit dan memberikan ciuman panjang di bibir Miranda. “Terima kasih sudah membantu mengurus bisnis ini sampai sebesar itu,” ucap Seno.
“Lalu, bagaimana denganku? Apa aku juga tidak mendapatkan sebuah ciuman? Aku sudah mengurus kebun milik Ayah hingga sekarang tanamannya sudah lebih beragam. Kebun milik Ayah sudah mencapai level tertinggi sekarang, level dua puluh. Jadi, apakah aku juga mendapatkan hadiah?” tanya Dina yang sepertinya juga mengharapkan ciuman dari Seno.
“Hahaha,” tawa Seno terdengar di kamar mereka. “Tentu saja. Aku akan memberikan Bunda hadiah juga.”
Seno lalu melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan kepada Miranda, mencium Dina di bibir cukup panjang.
“Kalian adalah istri terbaik yang aku punya. Terima kasih sudah membantuku hingga sudah sejauh ini.”
Tiba-tiba sebuah jari telunjuk mendarat tepat di bibir Seno. Itu adalah jari telunjuk milik Dina. Dina melakukan hal ini untuk menghentikan perkataan Seno.
“Sudah cukup banyak kata maaf dan terima kasih yang sudah Ayah ucapkan hari ini. Jadi, aku tidak mau mendengarnya lagi. Kita ini keluarga, suami istri, jadi sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu Ayah, selagi kami mampu. Lagi pula, hasil dari semua ini, kami juga yang menikmatinya. Jadi, ayah tidak perlu lagi mengatakan terima kasih kepada kami,” jelas Dina.
“Mbak Dina benar, Ayah. Kalo Ayah memang merasa bersalah dan mau berterima kasih kepada kami, maka Ayah harus sering-sering menghabiskan waktu bersama kami. Ayah juga perlu membiarkan kami sering berada di atas. Dengan begitu, kami akan memaafkan Ayah dan mau menerima rasa terima kasih dari Ayah,” imbuh Miranda.
“Kalau begitu, apakah kalian berada di atas lagi? Aku masih sanggup bermain bersama dengan kalian beberapa ronde lagi. Jadi, apakah kalian mau?” tanya Seno sembari menunjukkan sebuah seringai.
“Mira, kamu salah bicara. Kenapa kamu malah membangkitkan singa yang sudah tertidur? Jika begini, kita harus kembali menidurkan singa ini,” protes Dina.
….
“Sistem, sekarang, apa lagi yang harus aku lakukan?” tanya Seno ketika ia sudah memiliki waktu sendiri.
Sekarang ini, bisa dibilang semua misinya sudah tercapai. Dimensi yang ada di Asia Tenggara sudah ia kuasai. Lalu, dimensi di daerah lain juga sudah ada yang mengamankan. Jadi, tidak ada lagi dimensi yang perlu ia taklukkan.
Lalu, mengenai kebun miliknya, Dina sudah mengurusnya hingga sekarang kebunnya itu sudah berada di level dua puluh, level tertinggi yang bisa ia capa. Sekarang, meski ia menanam tanaman lagi, Seno tidak akan bisa lagi meningkatkan level kebunnya.
Lalu, untuk penguasaan pasar dari sektor sayuran dan makanan, Seno juga sudah mencapainya. Penguasaan delapan puluh persen pasar bukanlah angka yang sedikit. Seno rasa itu adalah angka tertinggi yang bisa dicapai. Jika ia melebihi hal itu, yang ada Seno akan menjadi musuh orang banyak.
__ADS_1
Jelas akan ada beberapa orang yang masih ingin memiliki usaha di bidang pertanian dan makanan. Seno masih perlu memberikan mereka kesempatan. Delapan puluh persen penguasaan pasar sudah cukup untuk memberikan pengaruh besar.
Jadi, sekarang tidak ada lagi yang bisa Seno lakukan. Tidak ada lagi target yang perlu ia capai. Maka dari itu, Seno bertanya kepada Sistem mengenai apa yang harus ia lakukan setelah ini.
[Host, semua target yang diberikan kepada Host, sudah tercapai dengan baik]
[Sekarang, Host bisa melepaskan Sistem]
“Melepaskanmu? Lalu apa yang akan terjadi padaku setelah ini? Bagaimana dengan semua anak buahku itu? Aku sudah memiliki dimensi mereka. Apakah mereka akan pergi setelah aku melepasmu? Juga dengan kebun milikku ini. Apakah aku akan kehilangan kebun milikku jika aku melepasmu sekarang?” tanya Seno.
[Tentu saja tidak Host]
[Dimensi ini berikut mereka yang tinggal di dalamnya, selamanya akan menjadi milik Host]
[Apakah Host lupa bahwa Host bisa memiliki umur panjang dengan mengkonsumsi semua sayuran-sayuran ajaib itu?]
[Jadi, Host masih bisa mengurus semua ini sampai waktu yang tidak ditentukan]
[Mungkin jika petinggi Ras Hujole memiliki rencana lain untuk mereka yang tinggal di dimensi, Host akan mendapatkan pemberitahuan lebih lanjut]
[Lalu, mengenai kebun ajaib milik Host, Host masih bisa menanam tanaman ajaib di sana]
[Hanya saja, waktu tanam yang Host perlukan untuk memanen tanaman akan lebih lama dari biasanya]
[Jika sebelumnya Host perlu tiga hari untuk memanen sayuran ajaib, sekarang itu akan berubah menjadi sembilan hari]
“Aku sangat ingin tahu apakah dalam waktu dekat Ras Mogoley menargetkan Galaksi Bimasakti terutama tata surya? Apa yang harus aku lakukan untuk membantu semua itu?”
Ancaman perang besar masih menghantui Seno. Perang itu tidak akan pernah bisa penduduk Planet Bumi menangkan dengan apa yang mereka miliki sekarang. Sebagai salah satu penduduk Planet Bumi, Seno jelas tidak ingin planet tempatnya tinggal dijajah atau bahkan menjadi hancur karena serangan orang lain.
[Host tidak perlu mengkhawatirkan hal itu]
[Setidaknya, dalam beberapa dekade ke depan, tidak akan ada serangan dari Ras Mogoley]
[Perang itu belum sampai di Planet Bumi]
[Jika Host ingin membantu, maka pastikan tidak ada yang mengganggu pasar makanan penduduk Bumi]
[Beberapa dekade lagi, akan ada pemilik Sistem baru yang akan membatu penduduk Planet Bumi menjadi lebih kuat untuk bisa berhadapan dengan Ras Mogoley]
[Jadi, jika suatu saat nanti ada yang mendatangi Host untuk meminta bantuan, Host harus mengerahkan semua yang Host punya untuk membantunya]
[Terutama mereka yang tinggal di dalam dimensi]
[Mereka bisa menjadi pasukan tambahan dalam peperangan mendatang]
“Jadi seperti itu rupanya.”
__ADS_1
[Apakah Host akan melepaskan Sistem sekarang?]
Seno tidak langsung menjawab pertanyaan Sistem. Cukup berat bagi Seno melepaskannya. Ini bukan karena Seno tidak rela kehilangan kemampuan hebat lain yang Sistem berikan. Namun, Seno merasa enggan karena ia akan kehilangan sosok teman yang selama ini mengobrol dengannya. Jika Sistem pergi, tidak akan ada lagi yang bisa setiap waktu mengobrol dengannya.
Seno lalu menarik nafas panjang. Ia lalu melompat dan membuat tubuhnya terbang cukup tinggi. Dimensi miliknya sekarang sangat luas. Seno sekarang tidak bisa melihat batasan dari dimensi miliknya. Semua ini adalah gabungan dari seluruh dimensi yang ada di Asia Tenggara.
“Sebelum Kamu pergi, bisakah Kamu memberitahuku namamu Sistem?” tanya Seno.
Selama ini Seno hanya memanggil Sistem dengan panggilan Sistem. Tidak ada niatan baginya untuk memberikan nama atau sekadar bertanya nama panggilan lain dari Sistem. Sekarang, setelah mereka akan berpisah, setidaknya Seno perlu tahu nama dari teman yang sudah lama menemaninya bukan?
[Sistem tidak memiliki nama apa pun Host]
[Yang Sistem miliki hanyalah nomor seri yang sudah melekat dengan Sistem]
“Bagaimana jika aku memanggilmu dengan nama Erza. Nama itu memiliki arti penolong. Kamu sudah cukup banyak menolongku, memberiku banyak nasihat, aku rasa nama itu sangat cocok untukmu. Apakah Kamu tidak keberatan dengan nama itu?”
[Tentu saja tidak Host]
[Itu adalah nama yang sangat bagus]
[Erza menyukainya]
“Kalau begitu Erza, selamat tinggal. Aku akan melepaskanmu sekarang. Jadilah Sistem yang baik. Bimbing Host barumu agar dia bisa membantu penduduk Bumi dari ancaman Ras Mogoley. Jangan lagi bersikap ceroboh atau melupakan informasi yang harus diterima oleh Host barumu. Selamat tinggal Erza.”
[Ding]
[Pemutusan tautan Sistem dimulai]
[0%]
[25%]
….
[100%]
[Selamat tinggal Host]
[Selamat tinggal Seno]
“Selamat tinggal Erza,” ucap Seno lirih.
Tidak ada jawaban lain yang Seno terima. Air matanya sekarang sudah tidak lagi bisa terbendung. Yang bisa Seno lakukan hanyalah menengadahkan kepalanya ke atas. Berharap air matanya berhenti mengalir.
Ada alasan kenapa tadi Seno memilih terbang di atas dimensinya. Ia tidak mau terlihat sedih di depan keluarganya. Ini adalah sisi terlemah Seno yang baru saja kehilangan sosok temannya. Mulai sekarang, tidak akanada lagi sosok Sistemyang memberinya petunjuk. Ia akan berjalan sendiri.
“Aku akan menjaga tugasku dengan baik. Tidak akan ada yang bisa mengganggu penduduk Bumi. Jika suatu saat nanti ada pemilik Sistem yang memihak kepada Ras Mogoley, maka aku akan menghancurkannya.”
__ADS_1
“Demi memberikan tempat tinggal yang damai dan nyaman bagi keluargaku, aku akan melakukan semua itu.”