
[Ding]
[Misi baru telah dibuat]
[Host buat inti dimensi di depanmu menjadi milikmu]
[Batas waktu 14 hari]
[Hadiah +100 kekuatan +80 stamina]
[Hukuman -200 kekuatan -190 stamina]
Sebuah pemberitahuan kembali Seno dengar. Ia memperhatikan lebih lanjut perintah dari misi yang Sistem berikan kepadanya.
“Menjadikan inti dimensi ini sebagai milikku? Itu hal yang cukup mudah,” gumam Seno.
Seno lalu menggigit ujung jarinya dengan keras. Alhasil, jari tersebut berdarah. Seno buruh-buru meneteskan darah miliknya ke kulit Anthony. Tetapi setelah ia melakukan hal tersebut, Seno belum mendengar pemberitahuan lain dari Sistem bahwa dirinya sudah menyelesaikan misi.
“Jadi inti dimensi ini sudah memiliki pemilik rupanya,” gumam Seno setelah melihat tindakan yang ia lakukan tidak menghasilkan apa pun.
Seno ingat cara mendapatkan inti dimensi yang sudah ada pemiliknya adalah dengan membuat pemilik inti dimensi itu menyerahkan dengan sukarela inti dimensi itu atau membunuh pemiliknya. Tetapi, untuk melakukan hal itu, Seno perlu mengetahui siapa pemilik inti dimensi ini.
“Siapa pemilikmu?” tanya Seno.
Ptuih.
Bukan jawaban yang Seno terima, Anthony justru meludahinya. Air liur Anthony tepat mengenai wajah Seno. Apa yang Anthony lakukan ini berhasil mematik kemarahan Seno. Seumur hidupnya, tidak ada seorang pun yang memperlakukan Seno serendah ini.
Memang beberapa kali ia mendapat perundungan, tetapi tidak ada yang meludahi Seno seperti yang Anthony lakukan. Ini sama saja sudah menginjak-injak harga diri Seno.
“Aku tidak akan pernah memberitahumu mengenai hal ini,” jawab Anthony.
__ADS_1
“Kau berani sekali meludahiku. Seumur hidupku, tidak ada yang pernah melakukan hal ini kepadaku,” ucap Seno dengan setengah menggeram.
Seno sekarang ini menampakkan wajah dinginnya. Ia sama sekali tidak terlihat bersahabat sekarang. Kedua tangan Seno kini sudah diselimuti api yang cukup besar. Dengan tangannya yang terbalut api itu, Seno mencengkeram kedua pipi Anthony.
Api dari tangan Seno itu rupanya berhasil membakar kulit Anthony. Namun, bukannya daging atau tulang yang terlihat pada bagian tubuh Anthony, yang ada di sana justru sesuatu seperti kristal berwana jingga.
Meski pipinya terbakar, Anthony terlihat biasa saja. Ia seolah tidak merasakan rasa sakit apa pun atas apa yang Seno lakukan pada dirinya. Anthony justru memandang tajam ke arah Seno.
“Jangan kira dengan Kau menutup mulutmu seperti itu, aku tidak bisa menebak siapa pemilikmu, aku tebak dia adalah Profesor Girogio bukan?” tanya Seno.
Ketika Seno mengucap nama Profesor Giorgio, terjadi perubahan pada ekspresi Anthony. Inti dimensi yang tadinya terlihat tenang, kini menampakkan kekhawatiran. Tebakan Seno ternyata tidak salah, inti dimensi ini memang dimiliki oleh Profesor Giorgio.
“Aku sudah mengetahui keberadaan pulau di mana Profesor Giorgio berada. Dalam waktu dekat, aku akan mencari keberadaannya dan membunuh Profesor Giorgio di depan matamu.”
“Kau tidak akan bisa melakukannya. Ketika Kau datang ke sana, aku yakin Master sudah pergi dari sana. Kau tidak akan bisa menemukan dia,” teriak Anthony.
“Heh …,” Seno mendengus pelan.
…
“Wow Bos, Kamu hebat bisa menghentikan orang ini dengan sangat mudah. Kami bahkan kesulitan dalam menangani orang ini,” ucap Azkareia ketika ia sudah berada di dekat Seno.
“Tentu saja Bos Seno mudah mengalahkan orang ini. Bos Seno memiliki inti dimensi yang lebih kuat dari pada dia. Apalagi Bos Seno memiliki tiga inti dimensi yang seperti itu. Tentu saja Bos Seno bisa dengan mudah mengalahkan dia. Itu seperti melawan batu dengan telur, semua akan sia-sia saja,” potong Momoy.
“Jadi seperti itu rupanya.”
Jika seperti ini, tidak mengherankan Seno bisa dengan mudah mengalahkan inti dimensi ini sementara yang lainnya tidak bisa melakukannya. Ini karena Seno memiliki inti dimensi yang lebih kuat daripada kekuatan inti dimensi yang mengacau ini.
“Sekarang, kita bawa orang ini pergi dari sini. Kita masih memiliki urusan lain. Pertarungan masih belum berakhir,” jelas Seno.
“Eh … kita masih akan bertarung setelah ini? Wah aku ingin ikut lagi. Aku tadi sama sekali tidak menyerang, jadi aku kurang merasa puas. Sekarang kita akan melakukan pertarungan lagi. Ini berarti, aku memiliki kesempatan untuk menunjukkan kebolehanku,” ucap Momoy dengan penuh semangat.
__ADS_1
“Tentu Kamu bisa bertarung sesukamu nanti,” jawab Seno.
Sebelum pergi ke sana, Seno menatap ke arah tempat pertarungan anak buahnya. Di sana terlihat sangat kacau. Ada kerusakan jalan lebih dari dua ratus meter di jalan tol ini. Lalu, kerusakan itu berada di kedua sisi jalan.
Ini berarti, akan ada kendala dalam pendistribusian logistik selama beberapa bulan ke depan untuk memperbaiki jalan tol ini. Belum lagi alasan yang pas untuk diberikan kepada publik karena rusaknya jalan tol ini yang terjadi secara mendadak.
Tetapi itu bukanlah urusan Seno. Biarkan pemerintah yang mengurusi hal itu. Ia hanya akan memberitahu Miranda untuk memberikan beberapa uang untuk ganti rugi kerusakan jalan tol ini. Bagaimana pun juga, jalan ini rusak karena dirinya.
“Hem, apakah kalian bisa membantuku sejenak?” tanya Seno.
“Apa itu Bos?” tanya Thorbiorn.
“Buat tanah di jalanan yang rusak ini turun beberapa meter. Dengan begitu, yang lain akan mengira ada pergerakan tanah yang membuat jalanan di sini rusak,” pinta Seno.
Sepertinya, batuan kecil ini bisa Seno berikan kepada pemerintah. Dengan begini mereka pasti akan lebih mudah memberikan penjelasan kepada publik mengenai rusaknya jalan tol ini.
“Baik Bos. Kami akan segera melakukan apa yang Kamu minta.”
“Baguslah. Azka, bawa inti dimensi ini denganmu. Lalu Doemind, bawa aku pulang dari sini. Kamu bisa bukan berlari cepat dan pergi dari sini?”
“Tentu Bos aku akan melakukannya.”
Ini adalah cara yang bisa lakukan untuk kembali. Dirinya tadi datang dengan menggunakan teleportasi dimensi miliknya. Namun, teleportasi itu hanya bisa dilakukan satu kali dalam dua puluh empat jam. Karena Seno sedikit terburu-buru dan ingin segera membunuh Profesor Giorgio, maka ini adalah cara tercepat untuk kembali pulang dan menggunakan dimensinya yang lain untuk berteleportasi.
“Yang lain kerjakan tugas dariku dengan baik.”
“Baik Bos.”
Doemind langsung menggendong Seno di punggungnya. Sementara itu, Azkareia membalut Anthony dengan ekornya dan berlari mengejar Seno. Tentu saja Seno menggunakan peta digital yang ada diponselnya untuk membantu mencari jalan pulang.
Mereka yang membawa Anthony, tidak bisa melwati jalan umum. Apalagi di pintu keluar tol sudah ada pasukan yang berjaga. Jika ia tidak melihat peta, maka Seno akan dengan mudah tersesat.
__ADS_1
Sebenarnya, ada cara yang lebih cepat untuk bisa segera pulang. Seno tinggal meminta Momoy berubah wujud menjadi burung dan duduk di punggungnya untuk membawa mereka pulang. Tetapi, dengan tubuh besar milik Momoy, dan api yang selalu menyala di tubuh monster itu, keberadaan mereka akan lebih mudah diketahui oleh masyarakat umum.