
"Jangan marah dulu Jenderal, kami sama sekali tidak mempermainkan kalian. Ada alasan mengapa kami berkata seperti ini. Kami bisa menurunkan harganya menjadi empat ratus ribu per porsinya. Itu adalah batasan terakhir untuk pihak militer."
"Syaratnya adalah, pihak militer memberikan kami informasi mengenai letak dari semua portal dimensi yang ada di negara ini," jelas Seno.
Mansyur mengernyitkan dahi mendengar ucapan Seno. Ia cukup heran dengan permintaan Seno ini.
"Untuk apa Kamu memintanya?"
"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa, aku ingin mengetahui di mana portal-portal itu berada agar aku bisa menaklukkan dunia dibalik portal itu?" tanya Seno.
"Menaklukannya? Dengan cara apa Kamu menaklukkan dimensi itu? Aku rasa sayuran milikmu tidak bisa menjadi senjata menaklukkan makhluk dunia bawah."
"Sayuran milikku memang tida bisa melalukannua Jenderal Eko. Tetapi, anak buahku bisa melakukannya."
Setelah berkata demikian, Seno memberikan akses kepada kedua jenderal di depannya untuk melihat dua portal miliknya, portal yang dihuni oleh para Gylinox dan portal yang dihuni oleh para Molyap.
Eko dan Mansyur cukup kaget melihat kemunculan dua portal secara bersamaan. Dua jenderal itu sampai jatuh terjungkal karena hal itu. Mereka hafal betul bahwa portal yang muncul ini memiliki karakteristik sama seperti portal dunia bawah.
"Ini tidak mungkin. Bagaimana mungkin ada portal ini di sini? Tidak hanya satu, tetapi dua portal sekaligus?" tanya Eko tidak percaya.
Seno tersenyum melihat respon dua jenderal di depannya.
"Tidak perlu merasa kaget seperti itu Jenderal. Dua portal itu adalah portal yang aku taklukkan. Aku yakin Jenderal kenala dengan mereka bukan?"
Seno menunjuk ke belakang kedua jenderal. Di belakang mereka sudah ada Thorbiorn, Tiarsus dan juga Azareia, yang kini memakai setelan jubah hitam. Itu adalah jubah hitam seragam dinas mereka, ketika bertugas menaklukkan dimensi lain.
Bagi Mansyur, orang berjubah hitam itu cukup asing. Namun, bagi Eko yang selama ini bertugas mengurus makhluk dunia bawah, penampilan tiga orang itu sangat ia kenali.
Bagaimana tidak, mereka adalah sosok yang selalu muncul di dekat portal dunia bawah. Jika mereka hadir, kemungkinannya ada dua, monster dunia bawah akan membuat ulah atau portal dunia bawah menghilang.
Eko tidak menyangka bahwa sosok berjubah hitam yang selama ini mereka cari-cari, merupakan anak buah Seno. Pantas saja mereka tidak mempan ditembak. Ini semua menjawab semuanya.
__ADS_1
"Jadi Kamu adalah pimpinan dari sosok berjubah hitam?" tanya Eko sembari mengarakan telunjuknya kepada Seno.
"Oh ... rupanya aku memiliki julukan. Aku tidak menyangka bahwa pihak militer memberikan julukan kepada tim kecilku ini. Sosok berjubah hitam, hem ... nama yang tidak buruk."
"Perkenalkan mereka adalah timku dalam menaklukan dimensi lain. Lalu, dua portal itu adalah portal yang sudah aku taklukkan. Mari Jendral ikut aku, aku akan memberi kalian sedikit tur untuk melihat dimensi miliku."
Seno dan Miranda pun bangkit dari tempat mereka duduk dan berjalan ke arah portal di mana para Molyap tinggal. Eko dan Mansyur tidak ingin mengikuti Seno. Namun, Azkareia sudah terlebih dahulu meringkus mereka. Dengan ekornya, Azkareia dengan mudah meringkus mereka.
Ketika sampai di dalam dimensi, Azkareia langsung melepaskan Eko dan Mansyur. Keduanya langsung tersungkur dan tidak bisa bangkit dengan mudah. Ini karena Seno tidak mengatur gravitasi dimensi ini untuk mereka. Yang Eko dan Mansyur rasakan sekarang adalah gravitasi asli dari dimensi ini.
"Sekeras apa pun pihak militer mencoba, kalian tidak akan bisa mengalahkan makhluk penghuni dimensi ini. Kalian merasakan sendiri bukan bagaimana perbedaan gravitasi yang ada. Pihak militer hanya akan menjadi penjaga, tanpa memiliki kekuatan untuk menaklukkan dimensi ini."
"Sebanyak apa pun prajurit yang kalian perkuat, tetap tidak akan mengalahakan pemilik dimensi ini. Apakah Anda tahu bagaimana kekuatan asli mereka?"
Berasamaan dengan itu, seekor burung besar terlihat terbang ke arah mereka. Hembusan angin yang dihasilkan oleh kepakan sayap burung itu, sangatlah keras. Eko dan Mansyur merasa tubuh mereka akan terbang karena hembusan angin ini.
Tidak lama kemudian, burung itu menukik ke bawah. Anehnya, yang mendarat di dekat mereka bukanlah seekor burung. Tetapi seorang gadis kecil yang berpakaian ala putri kerajaan dengan gaun merah yang memiliki aksen hitam dineberapa bagian.
"Ini ... dia ...."
"Bos, apakah mereka akan disiksa juga?" tanya Momoy.
"Tidak, tidak untuk kali ini. Aku hanya ingin Kamu menunjukkan kepada mereka apa yang bisa Kamu lakukan dengan semburan apiku itu," pinta Seno.
"Aku kira Kamu memberikan mainan baru Bos. Ternyata aku hanya disuruh datang untuk memberikan pertunjukan."
Momoy terlihat menggelengkan kepalanya setelah berucap demikian. Selama ini ia harus bergantian ketika menyiksa Roy. Momoy kira Seno akan memberikan mainan baru sehingga ia tidak perlu lagi mengantri dengan yang lain.
Momoy kembali merubah bentuknya menjadi burung, ia lalu terbang cuku tinggi. Meski begitu, Eko dan Mansyur masih bisa melihat apa yang dilakukan oleh Momoy.
Saat ini dengan tubuh monsternya, Momoy menyemburkan bola api yang cukup besar. Ia menambakkan bola api itu ke udara. Lalu bola api itu meledak sebelum menyentuh tanah.
__ADS_1
Ledakan yang dihasilkan cukup dasyat. Jika sana Tiarsus tidak membuat barier di antara mereka, sudah pasti gendang telinga mereka akan bermasalah setelah mendengar ledakan itu.
Mulut Eko dan Mansyur terbuka lebar, mereka tidak percaya dengan kejadian ini. Seperti kata Seno, sekuat apa pun mereka, sudah pasti tidak akan bisa mngatasi mahkluk dengen kekuatan seperti itu.
"Apa maksudmu menunjukkan semua ini pada kami? Apa Kamu mau mengatakan bahwa Kamu ingin menguasai dunia setelah mengetahui semua portal-portal itu?" tanya Mansyur.
Seno mengibaskan sebelah tangannya.
"Tidak, tentu saja tidak. Aku sama sekali tidak berminat untuk menguasai dunia. Aku tidak seperti Jenderal Roy yang berambisi menjadi penguasa. Dia ingin menguasai sayuran milikku dan menjadi penguasa negeri ini, bahkan dunia."
"Yang aku inginkan hanyalah dimensi yang ada di balik portal. Kalian lihat bukan, di dimensi ini saja ada lahan seluas ini. Aku menggunakannya untuk perternakan. Lihatlah hewan-hewan yang berlarian bebas itu."
"Ini adalah tujuanku mengetahui letak portal-portal itu. Untuk memanfaatkan lahan yang ada. Bukankah dengan aku menaklukkan portal-portal itu, maka manusia tidak akan lagi memiliki ancaman? Kalian para tentara juga tidak perlu merasa was-was akan serangan makhluk-makhluk itu ke Bumi."
Eko dan Mansyur tidak langsung menjawab. Apa yang mereka lihat sekarang ini, jauh diatas kapasitas mereka. Keduanya tidak memiliki jawaban yang tepat dalam kondisi seperti ini. Apalagi, tidak ada jenderal lain untuk diajak berdiskusi.
"Bagaimana mungkin kami bisa mempercayai ucapanmu itu? Bisa saja Kamu nantinya memanfaatkan makluk dunia bawah dan menyerang manusia, setelah Kamu mendapatkan semua portal itu. Ucapanmu sekarang, tidak akan bisa menjadi jaminan tindakanmu di masa depan."
"Seseorang yang memiliki jabatan, memiliki kekuatan berlebih, pasti akan memiliki pemikiran yang berbeda dengan mereka yang tidak memiliki apa-apa," imbuh Mansyur.
Ada kemungkinan Seno akan bertindak seperti itu. Bukankah Seno tadi mengatakan bahwa Roy ingin menjadi penguasa dunia? Kemungkinan besar dia datang dan mengancam Seno dengan tujuan lain, bukan untuk mendapatkan potongan harga.
Mansyur tahu ia harus menyelidiki lebih lanjut mengenai hal ini. Namun, sekarang bukanlah saatnya memikirkan hal itu. Ia akan menanyakan semuanya setelah keluar dari sini.
Mansyur perlu mengetahui alasan sebenarnya yang Seno miliki. Mungkin Eko tidak menyadari, tetapi Mansyur tahu bahwa Seno bisa memindahkan portal miliknya. Buktinya portal yang dari daerah lain bisa ada di sini.
Jika Seno memiki pemikiran buruk, sudah pasti dia akan menghancurkan dunia dengan memindahkan portal itu dari satu tempat ke tempat lain. Satu nafas api dari monsternya, bisa menghancurkan satu kota.
Yang lebih berbahaya lagi, monster milik Seno itu, bisa merubah wujudnya menjadi manusia. Ini akan semakin sulit untuk menebak langkah apa yang akan Seno lakukan.
*****
__ADS_1
rekomendasi cerita lain buat kalian, Kisah Kecilnya Maz punya Yanktie Ino