
Seno berjalan santai di belakang. Sementara itu, ia sudah meminta Thorbiorn dan yang lainnya untuk berlari lebih dulu di depan. Sementara itu, di samping Seno hanya ada Baiya dan Baiyo yang menemani Seno.
Dari cerita Eko, musuhnya hanya ada beberapa orang saja, dan yang memiliki kekuatan tidak masuk akal hanya satu orang. Jadi, Seno cukup aman berada di sini hanya dengan Baiya dan Baiyo. Tetapi tidak lama setelah Seno menggunakan portal, ia mendengar sebuah pemberitahuan dari sistem.
[Ding]
[Sistem mendeteksi keberadaan inti dimensi yang mengacau]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Host amankan inti dimensi yang tengah mengacau itu]
[Batas waktu 24 jam]
[Hadiah +100 kekuatan +80 stamina]
[Hukuman -200 kekuatan -190 stamina]
“Eh … inti dimensi yang mengacau? Apalagi ini? Memangnya inti dimensi bisa mengacau?” tanya Seno heran.
Dari ketiga dimensi yang ia taklukkan, inti dimensi hanya berupa batu kristal dengan warna yang berbeda. Itu tidak terlihat seperti sesuatu yang bisa mengacau. Bagaimana bisa sebuah batu kristal mengacau? Apakah batu itu akan bergerak bebas, terbang ke sana ke mari dan menabrak apa pun yang menghalanginya? Seno sungguh tidak bisa membayangkan semua itu.
[Tentu saja Host]
[Beberapa inti dimensi bisa membuat kekacauan]
[Jadi, jika Host bertemu dengan inti dimensi yang bisa membuat kekacauan, Host harus mengamankannya sesegera mungkin]
“Tetapi Kamu belum memberiku penjelasan secara detail Sistem. Memangnya bagaimana rupa dari inti dimensi yang membuat kekacauan itu.”
[Host nanti akan mengetahuinya sendiri]
[Ini karena setiap inti dimensi terkadang memiliki rupa yang sangat berbeda]
[Namun Host tidak perlu khawatir tidak akan mengenali sebuah inti dimensi]
__ADS_1
[Jika suatu saat nanti Host bertemu dengan inti dimensi yang mengacau, tentu Sistem akan memberi tahu Host tentang hal itu]
“Oh seperti itu rupanya. Lalu, apakah inti dimensi yang mengacau ini bisa dibunuh? Ataukah aku bisa mengambil alihnya?” tanya Seno.
Jika itu adalah sebuah inti dimensi, maka ada dimensi yang terhubung dengan inti itu. Seno masih ingat bahwa dirinya perlu meneteskan darahnya untuk bisa memiliki sebuah inti dimensi. Bukankah ini juga kesempatan baginya untuk memiliki dimensi baru?
[Sayangnya tidak semudah itu Host]
[Jika itu adalah inti dimensi yang tidak memiliki tuan, maka Host bisa mengambil alihnya dengan mudah]
[Host tinggal membuat inti dimensi itu tunduk dan meneteskan darah Host pada inti dimensi itu]
[Tetapi, jika inti dimensi itu sudah memiliki pemilik, maka ….]
“Aku harus membunuh pemiliknya untuk bisa mendapatkan inti dimensi itu,” ucap Seno memotong penjelasan Sistem.
[Benar sekali Host]
[Jika inti dimensi itu sudah memiliki pemilik, maka Host harus membunuh pemiliknya sebelum mengambil alih kepemilikannya]
Ini berarti, di luar sana kemungkinan ada manusia lain yang memiliki dimensi, sama seperti dirinya. Seno sendiri tidak tahu berapa jumlahnya, yang jelas itu banyak. Di pulau Jawa saja setidaknya ada ratusan dimensi yang sudah diketahui oleh pihak militer. Mungkin masih ada dimensi lain yang keberadaannya tidak diketahui oleh militer.
“Lalu, apakah pemilik dimensi lain bisa memindahkan dimensi yang mereka miliki?” tanya Seno penasaran.
Kabar bahwa kemungkinan ada orang lain yang memiliki dimensi tidak sepenuhnya buruk. Mereka bisa saja menggunakan dimensi milik mereka untuk tempat tinggal, tempat bersembunyi, atau bahkan sama seperti Seno yang menjadikan dimensi miliknya sebagai tempat bercocok tanam dan beternak. Semua itu tidak buruk bukan?
Namun, bagaimana jika dimensi itu juga memiliki kemampuan berteleportasi seperti milik Seno? Lalu, pemiliknya bukan orang baik. Tentu itu sangat membahayakan. Pasti itu akan digunakan untuk menebar teror dan membuat kerusuhan di sana sini dengan mudahnya.
[Tenang saja Host]
[Hanya orang-orang yang memiliki sistem saja yang bisa memindahkan dimensi milik mereka]
[Lalu, Host juga tidak perlu khawatir berlebihan]
[Mereka yang dipilih untuk menjadi Host, meski tidak seratus persen baik, mereka bukanlah orang jahat yang akan membuat kerusuhan sehingga meresahkan orang banyak]
“Syukurlah jika memang seperti itu. Aku khawatir jika dimensi bisa berpindah tempat seperti milikku, itu malah akan digunakan untuk kejahatan.”
__ADS_1
Ketika Seno selesai berbicara, ia mendengar keributan di depannya. Dari tempatnya berdiri sekarang, Seno bisa melihat Thorbiorn dan yang lainnya mulai bertarung dengan musuh.
…
“Jika Kau masih ingin hidup, larilah sejauh mungkin dari sini. Jangan salahkan aku jika Kau terbunuh dalam pertarungan ini.”
Suara dingin Anthony memaksa Marc membuka matanya. Ia sudah tidak lagi melihat cahaya putih itu. Matanya juga baik-baik saja. Marc kira setelah melihat cahaya seterang itu, matanya akan mengalami kebutaan. Syukurlah matanya masih baik-baik saja.
“Memangnya siapa yang datang, Mr. Anthony?” tanya Marc penasaran.
“Orang yang bisa membunuhmu hanya dengan sebuah bersin.”
Bulu kuduk Marc langsung berdiri ketika mendengar hal itu. Ia tidak menyangka Anthony akan memberikan deskripsi seperti itu. Apalagi ketika mengtakan hal itu, Anthony menggunakan nada bicara yang sangat serius.
Mau tidak mau, Marc langsung berlari pergi dari sana. Ia tidak mau mati begitu saja. Hanya bersinnya orang itu bisa membunuhnya, bagaimana jika ia mendapatkan pukulan dari dia? Pasti tubuh Marc akan hancur lebur.
Setelah Marc pergi, Anthony melihat munculnya beberapa sosok berjubah hitam di depannya. Meski mereka datang, tetapi pandangan Anthony masih tertuju ke arah datangnya cahaya putih tadi. Yang sangat ingin ia makan bukanlah orang ini, tetapi orang yang jauh di sana.
Meski begitu, Anthony tidak bisa terus menerus menghiraukan orang-orang ini. Mereka bukan orang sembarangan. Ia harus menghancurkan orang-orang ini untuk bisa mengambil apa yang dimiliki orang itu.
“Rupanya ada inti dimensi di sini,” ucap Momoy yang ikut dalam misi kali ini.
Sejak pertarungan memperebutkan dimensi beberapa waktu lalu, Momoy menjadi ketagihan bertarung. Apalagi jika bertarung dengan ditemani oleh semua buruh tani milik Seno. Tentu saja Momoy mau melakukannya. Jadi sekarang Momoy ikut dalam misi kali ini untuk kembali bisa bertarung.
“Kalian menyingkirlah. Targetku bukan kalian. Jika kalian menyingkir, maka aku akan membiarkan kalian hidup.”
“Hahaha.” Momoy tertawa dengan cukup keras.
“Kamu tidak akan membiarkan kami hidup? Apa Kamu akan membunuh kami? Lucu sekali, itu sangat lucu. Inti dimensi kecil sepertimu berniat membunuhku dan yang lain? Sangat tidak masuk akal.”
“Jika ukuran dimensimu tiga kali ukuran dimensi milik Bos Seno, mungkin aku mempercayainya. Tetapi milikmu? Itu hanya seper sepuluh dari salah satu inti dimensi milik Bos Seno. Kamu jangan terlalu banyak bermimpi bisa menargetkan Bos Seno,” jelas Momoy.
“Kita harus segera membereskan inti dimensi ini. Aku rasa dia akan menargetkan Bos Seno danberniat membunuhnya. Dia ingin mengkonsumsi inti dimensi milik Bos Seno untuk memperkuat dirinya. Sebelum sesuatu yang buruk terjadi pada Bos Seno, kita harus melakukan sesuatu.”
Sebagai monster yang pernah memiliki inti dimensi, Momoy tentu saja mengetahui hal ini. Jika inti dimensi mengkonsumsi inti dimensi lain, maka inti dimensi itu akan menjadi lebih kuat.
“Rupanya seperti itu. Jika demikian, aku tidak akan menahan kekuatanku. Akan aku bereskan inti dimensi ini sesegera mungkin,” jawab Thorbiorn.
__ADS_1