
Ketika Seno bisa memfokuskan kembali pandangannya, ia merasakan apa yang dinamakan kehancuran. Seno sekarang seolah tengah melihat film layar lebar. Meski Sistem tidak menjelaskan apa pun padanya, Seno bisa tahu apa yang ada di depannya ini.
Tubuh Seno sekarang seolah tengah melayang di angkasa. Di depan Seno sekarang terdapat kilas balik peperangan yang terjadi antar galaksi. Seno bisa melihat beberapa pesawat perang luar angkasa besar yang saling menembakkan amunisi.
Ukuran pesawat perang itu cukup besar. Tubuh Seno hanya menjadi titik kecil jika dibandingkan dengan pesawat perang luar angkasa itu. Selain pesawat perang luar angkasa yang berukuran besar, banyak pesawat perang yang berukuran normal.
Namun, normalnya ukuran pesawat kecil itu masih lebih besar daripada pesawat perang yang ada. Seno bisa memperkirakan bahwa pesawat itu memiliki ukuran seperti pesawat komersial dengan panjang badan pesawat delapan puluh meter dan bentang sayap delapan puluh lima meter.
Lalu, ukuran pesawat perang luar angkasa yang Seno tebak merupakan pesawat induk adalah seribu kali ukuran pesawat normal yang ada. Mungkin itu juga menjadi markas komando dalam perang ini.
Ada dua pesawat dengan warna berbeda yang berperang, pesawat dengan warna hitam merah dan pesawan berwarna putih emas. Seno bisa menebak bahwa pesawat dengan warna hitam merah adalah pesawat yang dimiliki oleh Ras Mogoley, dan pesawat dengan warna putih emas adalah pesawat milik Ras Hujole. Ini karena pakaian para jenderal yang sebelumnya Seno lihat di pertemuan memiliki warna kombinasi putih emas.
Pertarungan antar dua kubu itu cukup menegangkan. Seno bisa melihat banyaknya pesawat yang hancur terkena tembakan. Asteroid yang bergerak bebas di angkasa pun ikut terkena tembakan sehingga hancur berkeping-keping. Padahal, ukuran asteroid itu hampir sama dengan ukuran pesawat induk.
Tidak hanya asteroid saja yang hancur, tetapi beberapa planet pun ikut terkena dampaknya. Serangan dari pesawat-pesawat itu cukuplah kuat. Hal ini membuat permukaan planet itu hancur. Terdapat cekungan besar di tanah planet itu. Kemungkinan besar, beberapa kali serangan dari kapal induk bisa menghancurkan sebuah planet.
“Perang galaksi ternyata sebesar ini? Jika perang seperti ini terjadi di Galaksi Bimasakti, bagaimana mungkin kita bisa menghentikannya. Terutama jika perang seperti ini terjadi di dekat Bumi,” gumam Seno.
Manusia Bumi selalu membanggakan diri bahwa mereka adalah makhluk yang paling cerdas. Memang Seno mengakui hal itu. Tetapi, kecerdasan itu hanya bisa dibandingkan dengan mereka yang hidup di Planet Bumi saja. Jika dibandingkan dengan seluruh alam semesta, bisa dibilang manusia Bumi masih memiliki peradaban yang primitif.
Lihat saja ras lain sudah memiliki kemampuan perang antar galaksi. Sementara itu, manusia Bumi masih meributkan perang di dalam planet. Teknologinya pun masih kalah jauh. Ketika manusia Bumi masih saling memamerkan roket mereka yang hanya bisa sampai di Planet Mars, ras lain sudah memiliki pesawat luar angkasa yang bisa menghancurkan sebuah planet.
Jika pesawat perang seperti ini datang ke Bumi, sudah pasti penduduk Bumi hanya bisa berharap mendapatkan kematian cepat dan tidak menyakitkan. Teknologi yang mereka punya sama sekali tidak bisa mengalahkan satu pesawat tempur ini.
Ketika memikirkan hal ini, tiba-tiba saja wajah keluarganya muncul di benak Seno. Dina, Miranda, Anita, Renata, anak buahnya, serta keluarga dan teman-temannya yang lain. Seno tidak bisa membayangkan bahwa mereka nantinya akan mengalami peperangan seperti ini. Hidup mereka yang awalnya baik-baik saja, tiba-tiba musnah tanpa mereka tahu apa penyebabnya.
“Mungkin jika aku tidak tahu apa pun, aku tidak akan memikirkan hal ini. Namun, aku sudah mengetahui rahasia ini. Jadi, aku tidak bisa membiarkan Galaksi Bimasakti, terutama Planet Bumi, menjadi tempat peperangan seperti ini. Banyak orang-orang yang masih harus aku lindungi.”
__ADS_1
“Sistem, katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk membuat penduduk Planet Bumi menjadi lebih kuat dan tidak bisa ditargetkan oleh Ras Mogoley? Katakan padaku. Aku akan melakukan apa pun semampuku.”
[Host jangan terburu-buru]
[Host belum menyelesaikan melihat informasi yang sudah Sistem siapkan]
“Belum selesai? Lalu apa lagi yang harus aku ketahui?” tanya Seno penasaran.
Seno ingin segera kembali dan melakukan apa pun untuk melindungi keluarganya. Namun, Sistem belum memperbolehkannya untuk kembali.
[Sekarang Host sudah tahu bukan betapa kejamnya peperangan antar galaksi]
“Ya, maka dari itu aku tidak mau Planet Bumi mengalaminya.”
[Sistem masih perlu membawa Host ke tempat lain untuk melihat akibat lain dari peperangan ini]
Seno kembali ke ruang pertemuan di mana Ratu Leleisa berbicara dengan yang lainnya. Namun, jumlah orang yang hadir dalam pertemuan ini tidaklah terlalu banyak. Hanya Ratu Leleisa, Jenderal Jujuio dan beberapa orang lainnya.
Ketika Seno datang, Ratu Leleisa kembali menatap sekilas ke arah Seno berada. Sekarang Seno benar-benar yakin bahwa Ratu Leleisa mengetahui keberadaannya. Dia adalah orang tertinggi di sini, pencipta Sistem, pembawa pesan dari langit. Sudah jelas dia bisa merasakan keberadaan Seno yang datang ke mari karena dibawa oleh Sistem.
“Yang Mulia Ratu Agung, apa yang harus kita lakukan dengan planet-planet yang hancur itu. Kita tidak bisa membentuk planet baru bukan? Hanya langit yang memiliki kemampuan untuk membentuk planet baru. Lalu, apakah kita akan membiarkan planet-planet itu hancur begitu saja?” tanya Jenderal Jujuio.
“Beberapa planet itu masih memiliki kehidupan. Apa kita akan membiarkan mereka punah begitu saja? Yang Mulia Ratu Agung, mohon pencerahannya mengenai hal ini,” ucap Jenderal Jujuio sembari membungkukkan badannya.
“Mohon pencerahannya mengenai hal ini, Yang Mulia Ratu Agung,” imbuh yang lain mengikuti apa yang dilakukan oleh Jenderal Jujuio.
“Aku sudah memikirkan solusi mengenai hal ini. Cukup sulit bagi langit untuk menciptakan kehidupan baru di alam semesta. Jadi, kita tidak bisa membiarkan adanya kepunahan ras tertentu atau pun kehidupan planet tertentu.”
__ADS_1
“Jika planets itu bisa ditolong, tentus saja aku akan melakukan sesuatu untuk menolongnya. Aku akan memecahkan beberapa bagian planet dan mengirimkannya ke tempat lain.”
“Mengirimkan bagian planet dan mengirimkannya ke tempat lain? Maafkan kelancangan hamba, tetapi bagaimana itu bisa dilakukan, Yang Mulia Ratu Agung?” tanya Jenderal Jujuio.
Tidak mungkin bukan planet itu bisa bertahan setelah dipecahkan dan dikirim ke tempat lain? Bukankah planet-planet itu sudah terpecah belah? Jika bukan pasukan Ras Hujole yang mencoba menstabilkan planet yang akan hancur itu, sudah pasti sekarang banyak planet yang meledak.
Namun, Ras Hujole tidak bisa melakukan ini terus menerus. Tenaga mereka terbatas. Ini bukan solusi jangka panjang. Apalagi jumlah planet yang diambang kehancuran tidaklah sedikit. Jadi, mau tidak mau mereka harus mencari solusi lain yang lebih masuk akal untuk membantu mengatasi permasalahan ini.
“Aku akan menjadikan pecahan planet itu menjadi sebuah dimensi baru dan mengirimnya ke seluruh penjuru alam semesta. Aku akan mengirimkannya ke galaksi-galaksi yang sama sekali belum tersentuh oleh Ras Mogoley,” jelas Ratu Leleisa.
Seno yang masih mendengarkan semua pembicaraan itu mengangguk dengan cepat. Ruapanya dimensi-dimesni itu adalah pecahan dari planet di galaksi lain. Ini sebabnya beberapa dimensi memiliki suasana, iklim, bentang alam yang berbeda satu sama lain. Beberapa dimensi pun juga memiliki perbedaan ukuran. Mungkin karena pecahan yang dipakai untuk membangunnya berbeda ukurannya.
“Maafkan kelancangan hamba ini, Yang Mulia Ratu Agung. Tetapi, apakah itu tidak membahayakan makhluk planet lain? Maksudku, beberapa planet yang akan kita kirim berisi monster dengan kekuatan besar. Lalu planet yang akan menerima dimensi-dimensi itu tidak semuanya memiliki tingkat bertarung tinggi.”
“Bukankah dengan kita mengirim dimensi itu, kita justru membantu Ras Mogoley menghancurkan galaksi lain? Belum lagi jika ada seseorang yang dipilih oleh Ras Mogoley melakukan sesuatu dan membuat monster di dalam dimensi keluar dan membuat kekacauan?”
Menurut Jenderal Jujuio, rencana yang diberikan oleh Ratu Leleisa memang bagus. Tetapi itu bisa memberikan masalah baru.
“Kau tenang saja, Jenderal Jujuio. Aku tahu kekhawatiranmu. Tetapi, aku sudah memikirkan hal ini. Kita hanya akan mengirim mereka yang lemah saja. Mereka yang memiliki kekuatan besar tidak akan dikirimkan. Dengan begini kita masih bisa mengatasi masalah itu.”
“Lalu, aku juga membuat hukum bahwa tidak semua makhluk itu bisa menyebrangi dimensi. Mereka yang kuat akan terkurung dalam dimensi itu. Nantinya, semua orang bisa menjadi pemilik dimensi itu jika mereka berhasil menaklukkan pemiliknya. Atau bahkan jika ada dimensi kosong, mereka bisa memanfaatkannya juga.”
“Lalu ketakutanmu mengenai orang hasutan Ras Mogoley, kita tidak bisa melakukan apa pun mengenai hal itu. Itu adalah resiko yang harus kita terima demi menyelamatkan planet-planet itu. Tenang saja, aku tidak akan membahayakan kehidupan planet lain hanya untuk menyelamatkan planet lain.”
“Nantinya, aku akan mengirim seseorang Host untuk mengurus dimensi-dimensi itu. Jadi, jika nanti ada orang yang mengacau, Host dari kita bisa mengatasi masalah yang ada di sana.”
Setelah berucap demikian, Ratu Leleisa menatap ke arah Seno. Ia memberikan senyuman hangat kepada Seno.
__ADS_1
“Aku yakin orang yang terpilih itu mau membantu melakukan hal ini. Benar bukan?”